9 Naga Penguasa Ekonomi Indonesia

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
Konten dari Pengguna
5 November 2021 16:22
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
9 Naga Penguasa Ekonomi Indonesia (39530)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi simbol 9 Naga Penguasa Ekonomi Indonesia. Foto: Pixabay.com
Istilah 9 Naga Penguasa Ekonomi Indonesia ditujukan kepada mereka yang memiliki kekuatan finansial untuk dapat mengatur hukum dan permainan politik di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Namun, julukan tersebut sebetulnya tidak menyebutkan siapa saja sembilan naga yang dimaksud atau merujuk pada pribadi tertentu.

Nama-nama 9 Naga Penguasa Ekonomi Indonesia

Berdasarkan buku Ekonomi Koperasi oleh Abdurrahman Fuady, berikut ini adalah nama-nama 9 naga penguasa ekonomi Indonesia:

1. Sofjan Wanandi

Sofjan Wanandi merupakan pengusaha Indonesia dan pemilik bisnis Gemala Group yang saat ini dikenal dengan Santini Group.
Sofjan diketahui memiliki kekayaan hingga 610 US$ atau setara Rp8,9 triliun. Kini, ia memimpin Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).

2. Tahir

Dato Sri Tahir atau dikenal Tahir merupakan seorang pengusaha, investor, filantropis, sekaligus pendiri Mayapada Group di Indonesia. Salah satu anak perusahaannya adalah Bank Mayapada.
Tahir diketahui memiliki kekayaan sebesar 4,5 miliar US$ atau sekitar Rp63 triliun.
ADVERTISEMENT

3. Rusdi Kirana

Rusdi Kirana merupakan seorang pengusaha Indonesia dan juga pendiri Lion Air. Total kekayaan yang dimilikinya mencapai 800 juta US$ atau setara Rp11,6 triliun. Rusdi Kirana bersama kakaknya Kusnan Kirana tercatat sebagai orang kaya ke-37 di Indonesia.
9 Naga Penguasa Ekonomi Indonesia (39531)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kekayaan yang dimiliki 9 Naga Penguasa Ekonomi Indonesia. Foto: Pixabay.com

4. Jacob Soetoyo

Direktur PT Gesit Sarana Perkasa ini mempunyai jaringan pengusaha dunia yang sangat kuat untuk melakukan lobi internasional. Jacob juga menjadi Dewan Pengawas Center of Strategic and International Studies (CSIS).
Ia pernah menjadikan rumahnya di Permata Hijau untuk pertemuan Jokowi dengan perwakilan asing di Jakarta. Delegasi tersebut meliputi Duta Besar Amerika Serikat Robert O’ Blacke, Dubes Myanmar, Dubes Meksiko, Dubes Turki, Dubes Norwegia, dan Dubes Vatikan.

5. James Riyadi

James Riyadi yang memiliki nama asli Li Bai adalah seorang misonaris Kristen fundamentalis. Ia merupakan wakil ketua Lippo Group, konglomerat besar di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Total kekayaan James Riyadi sebesar 2,3 miliar US$ atau setara Rp33 triliun pada 2018.

6. Anthony Salim

Anthony Salim atau yang memiliki nama asli Liem Hong SIen merupakan seorang pengusaha Indonesia. Ia adalah putra dari pengusaha Sudono Salim.
Anthony Salim mempunya beberapa perusahaan, yaitu PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan PT Bogasari Flour Mills. Kekayaannya ditaksir mencapai 3 miliar US$ atau setara Rp27 triliun.

7. Tommy Winata

Tommy Winata yang dikenal dengan inisial TW adalah pengusaha Indonesia keturunan Tionghoa dan pemilik Grup Artha Graha atau Artha Graha Network.
Total kekayaan yang dimiliki Tommy sebesar 900 juta US$ atau setara Rp12 triliun.

8. Edwin Soeryadjaya

Edwin Soeryadjaya memiliki nama asli Tjia Han Poen. Ia merupakan anak kedua dari penguasaha William Soeryadjaya. Ayahnya adalah pendiri Astra International.
ADVERTISEMENT
Edwin diketahui memiliki kekayaan senilai 660 juta US$ atau setara dengan Rp9 triliun.

9. Robert Budi Hartono

Robert Budi Hartono yang bernama asli Oei Hwi Tjhong merupakan anak kedua dari pendiri perusahan Djarum, yaitu Oei Wie Gwan.
Total kekayaan Robert pada 2019 yang dicatat Forbes mencapai 18,6 miliar US$ atau setara dengan Rp267 triliun. Kini ia diketahui sebagai orang terkaya nomor satu di Indonesia dan nomor 54 di dunia.
(FNS)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020