Konten dari Pengguna

Ada Peristiwa Apa pada Tanggal 15 Januari?

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kalender. Foto: Rawpixel.com/Shutterstock.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kalender. Foto: Rawpixel.com/Shutterstock.

Dalam kalender Gregorian, tanggal 15 Januari adalah hari ke-15. Pada tanggal ini terjadi serangkaian peristiwa penting di dalam negeri. Berikut ini beberapa peristiwa penting di Indonesia dan dunia pada tanggal 15 Januari.

Serentetan Peristiwa 15 Januari

  • 2009 - Harga BBM Indonesia bersubsidi turun: (Bio) Solar dari Rp4.800,00/liter menjadi Rp4.500,00/liter dan Premium dari Rp5.000,00/liter menjadi Rp4.500,00/liter.

  • 2011 - Harga BBM Indonesia nonsubsidi naik: Pertamax dari Rp7.500,00/liter menjadi Rp7.850,00/liter, Pertamax Plus dari Rp7.900,00/liter menjadi Rp8.100,00/liter, dan Pertamina Dex dari Rp8.100,00/liter menjadi Rp8.400,00/liter.

Kelahiran Andi Jemma

Andi Djemma (15 Januari 1901 - Februari 1965) adalah seorang Raja (Datu) Luwu, seorang tokoh Indonesia, dan dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 8 November 2002.

Wilayah kekuasaannya kemudian menjadi daerah setingkat kabupaten setelah beberapa wilayahnya memisahkan diri menjadi beberapa kabupaten, Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Utara, Kota Palopo, Kabupaten Luwu Timur dan Tana Toraja, semuanya masih di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. Sedangkan Kolaka menjadi sebuah kabupaten di Sulawesi Tenggara dan Poso di Sulawesi Tengah.

Meninggalnya Yosaphat Sudarso

Laksamana Madya TNI (Ant.) Yosaphat Soedarso (24 November 1925 – 15 Januari 1962) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Ia gugur di atas KRI Macan Tutul dalam peristiwa pertempuran Laut Aru setelah ditembak oleh kapal patroli Hr. Ms. Eversten milik armada Belanda pada masa kampanye Trikora. Beliau mendapat pendidikan di bidang pelayaran di Sekolah Pelayaran Tinggi yang kini menjadi Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Namanya kini diabadikan menjadi nama KRI dan pulau.