Ada Peristiwa Apa pada Tanggal 7 Desember?

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam kalender Gregorian, tanggal 7 Desember adalah hari ke-341. Pada tanggal ini terjadi serangkaian peristiwa penting di dalam negeri. Berikut ini beberapa peristiwa penting di Indonesia dan dunia pada tanggal 7 Desember.
Serentetan Peristiwa 7 Desember
1959 - Aceh telah ditetapkan sebagai Daerah Istimewa.
1975 - Timor Timur telah bergabung dengan Indonesia.
2004 - Abdullah Puteh, Gubernur Aceh, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara korupsi pembelian dua unit helikopter PLC Rostov jenis MI-2 senilai Rp. 12,5 miliar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
2012 - Andi Mallarangeng mengundurkan diri sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga terkait dugaan korupsi proyek pembangunan fasilitas olahraga Hambalang di Bogor, Jawa Barat.
Kelahiran Ryana Dea
Ryana Dea Maharani, lebih dikenal sebagai Ryana Dea (lahir 7 Desember 1989), adalah seorang aktris dan model Indonesia.
Meninggalnya Tirto Adhi Suryo
Tirto Adhi Soerjo (lahir sebagai Raden Mas Djokomono di Blora, Jawa Tengah 1880) adalah seorang tokoh pers dan tokoh kebangkitan nasional Indonesia, serta pelopor surat kabar dan jurnalisme nasional Indonesia. Namanya sering disingkat T.A.S.
Soenda Berita (1903-1905), Medan Prijaji (1907), dan Putri Hindia (1908) adalah surat kabar yang diterbitkan Tirto. Serikat Buruh Islam juga didirikan oleh Tirto.
Medan Prijaji adalah surat kabar nasional pertama di negara ini karena menggunakan bahasa Melayu (bahasa Indonesia), dan semua karyawan dari pengurus, pencetak, penerbit, dan jurnalisnya adalah penduduk asli Indonesia. Tirto adalah orang pertama yang menggunakan surat kabar sebagai alat propaganda dan untuk pembentuk opini publik. Saat itu, ia berani untuk menulis kritik pedas terhadap pemerintah kolonial Belanda.
Tirto akhirnya ditangkap dan dibawa dari Pulau Jawa dan diasingkan ke Pulau Bacan, dekat Halmahera (Provinsi Maluku Utara). Kisah perjuangan dan kehidupan Tirto ditulis oleh Pramoedya Toer dalam Tetralogi Buru dan Sang Pemula. Pada tahun 1973, pemerintah menobatkannya sebagai Bapak Pers Nasional. Tirto mendapatkan gelar sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden RI no 85/TK/2006 pada tanggal 3 November 2006.
