Konten dari Pengguna

Adaptasi: Pengertian, Tujuan, dan Jenis-jenisnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu contoh adaptasi makhluk hidup adalah kaktus dengan akarnya yang panjang untuk menyerap air. Foto: iStock
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu contoh adaptasi makhluk hidup adalah kaktus dengan akarnya yang panjang untuk menyerap air. Foto: iStock

Setiap makhluk hidup memiliki kemampuan melakukan adaptasi untuk mempertahankan hidupnya. Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Artikel ini akan membahas lebih jauh mengenai pengertian, tujuan, dan jenis-jenis adaptasi.

Pengertian dan Tujuan Adaptasi

Salah satu contoh adaptasi makhluk hidup adalah trenggiling yang memiliki lidah panjang untuk menangkap semut dan serangga. Foto: iStock

Dikutip dari Ensiklopedia Adaptasi di Alam Raya oleh Ajeng Wind, pengertian adaptasi adalah usaha makhluk hidup untuk mengatasi tekanan dari lingkungan sekitarnya.

Tekanan atau kesulitan tersebut bisa berupa makanan, suhu yang ekstrem, cahaya, panas, gangguan musuh, perubahan lingkungan, dan lainnya.

Secara garis besar, tujuan utama adaptasi adalah untuk bertahan hidup dan agar tidak mengalami kepunahan.

Jenis-Jenis Adaptasi

Adaptasi pada makhluk hidup dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi, dan adaptasi tingkah laku.

Dikutip dari Biologi Kelompok Pertanian oleh Deden Abdurahman, berikut masing-masing penjelasan dari jenis-jenis adaptasi tersebut.

1. Adaptasi Morfologi

Contoh adaptasi morfologi adalah fungsi paruh pada elang. Foto: iStock

Adaptasi morfologi adalah proses adaptasi yang dilakukan dengan menyesuaikan bentuk tubuh terhadap lingkungannya. Contoh adaptasi morfologi adalah sebagai berikut.

a. Bentuk Gigi

Gigi hewan karnivora atau pemakan daging beradaptasi menjadi empat gigi taring besar dan runcing untuk menangkap mangsa, serta gigi graham ujung pemotong yang tajam untuk mencabik-cabik mangsanya.

b. Moncong

Trenggiling besar adalah hewan menyusui yang hidup di hutan besar Amerika Selatan. Makanan trenggiling adalah semut, rayap, dan serangga lain.

Hewan ini memiliki moncong panjang dengan ujung mulut kecil tak bergigi dengan lubang berbentuk celah kecil untuk mengisap semut dan serangga.

Selain itu, hewan ini memiliki lidah panjang dan bergetah yang dapat dijulurkan jauh keluar mulut untuk menangkap serangga.

c. Paruh

Elang memiliki paruh yang kuat dengan rahang atas yang melengkung dan ujungnya tajam. Fungsi paruh untuk mencengkram korbannya.

d. Daun

Tumbuhan insektivora (tumbuhan pemakan serangga), misalnya kantong semar, memiliki daun yang berbentuk piala dengan permukaan dalam yang licin sehingga dapat menggelincirkan serangga yang hinggap.

e. Akar

Akar tumbuhan gurun memiliki struktur kuat dan panjang. Akar tumbuhan gurun berfungsi untuk menyerap air yang terdapat jauh di dalam tanah. Contohnya akar kaktus dan akar tumbuhan bakau.

Sementara contoh adaptasi morfologi pada manusia adalah sebagai berikut.

  • Kulit manusia akan menghitam jika berada di tempat panas.

  • Rambut-rambut halus yang berada di kulit manusia akan berdiri jika suhu udara rendah.

  • Rambut manusia akan beruban jika sudah lansia.

2. Adaptasi Fisiologi

Contoh adaptasi fisiologi adalah mimikri pada bunglon. Foto: iStock

Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian fungsi fisiologi tubuh untuk mempertahankan hidupnya. Contoh bentuk adaptasi fisiologi adalah sebagai berikut.

a. Kelenjar Bau

Musang dapat mengeluarkan bau busuk dengan cara menyemprotkan cairan melalui sisi lubang dubur, yang berfungsi untuk menghindarikan diri dari musuhnya.

b. Kantong Tinta

Cumi-cumi dan gurita memiliki kantong tinta yang berisi cairan hitam. Jika musuh datang, tinta disemprotkan ke dalam air di sekitarnya sehingga musuh tidak dapat melihat keberadaan cumi-cumi dan gurita.

c. Mimikri pada Bunglon

Kulit bunglon dapat berubah warna karena pigmen yang dikandungnya. Perubahan warna ini dipengaruhi oleh faktor luar berupa suhu serta keadaan sekitar.

Sementara contoh adaptasi fisiologi pada manusia adalah sebagai berikut.

  • Manusia mengeluarkan keringat ketika kepanasan. Dengan keluarnya keringat, tubuh akan dingin karena panas tubuh diambil untuk menguapkan keringat di permukaan tubuh.

  • Pada saat udara dingin, manusia cenderung lebih banyak mengeluarkan urine.

  • Mata manusia dapat menyesuaikan dengan intensitas cahaya yang diterimanya.

3. Adaptasi Tingkah Laku

Contoh adaptasi tingkah laku adalah ikan salem raja yang melakukan migrasi. Foto: iStock

Adaptasi tingkah laku adalah adaptasi yang berdasarkan pada tingkah laku. Contohnya adalah sebagai berikut.

a. Pura-Pura Tidur atau Mati

Beberapa hewan berpura-pura tidur atau mati, misalnya tupai Virginia. Hewan ini sering berbaring tidak berdaya dengan mata tertutup jika didekati seekor anjing.

b. Migrasi

Ikan salem raja di Amerika Utara melakukan migrasi untuk mencari tempat yang sesuai untuk bertelur. Ikan ini hidup di laut.

(SFR)