Konten dari Pengguna

Apa Faktor yang Bukan Mendukung Keberhasilan Usaha?

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perusahaan yang bergerak di bidang kuliner. Foto: iStock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perusahaan yang bergerak di bidang kuliner. Foto: iStock

Hal utama yang perlu dimiliki untuk mencapai keberhasilan usaha adalah tujuan atau visi bisnis yang jelas, kemudian ada kemauan dan keberanian untuk menghadapi risiko baik waktu maupun uang.

Apabila sudah memiliki kesiapan dalam menghadapi risiko, langkah berikutnya adalah membuat perencanaan usaha, mengorganisasikan, dan menjalankannya.

Agar usaha berhasil, selain harus bekerja keras sesuai dengan urgensinya, seorang pelaku usaha harus mampu mengembangkan hubungan baik dengan mitra usahanya maupun dengan semua pihak terkait demi kepentingan perusahaan.

Pada puncaknya, pelaku usaha harus memiliki tanggung jawab terhadap kesuksesan maupun kegagalan bisnisnya.

Dikutip dari Produk Kreatif dan Kewirausahaan Akuntansi dan Keuangan Lembaga SMK/MAK Kelas XI Semester 1 oleh Muh. Nur Eli Brahim (2021: 27), secara umum, terdapat tiga faktor yang mendukung keberhasilan usaha, di antaranya:

1. Kemampuan dan Kemauan

Orang yang tidak memiliki kemampuan tetapi banyak kemauan dan orang yang memiliki kemampuan tetapi tidak memiliki kemauan, keduanya tidak akan memiliki usaha yang sukses.

Sebaliknya, orang yang memiliki kemauan dan dilengkapi dengan kemampuan akan menjadi orang yang sukses. Kemauan saja tidak cukup jika tidak dilengkapi dengan kemampuan.

Salah satu faktor yang bukan mendukung keberhasilan usaha adalah ketergantungan. Foto: iStock

2. Tekad yang Kuat dan Kerja Keras

Orang yang tidak memiliki tekad yang kuat tetapi memiliki kemauan untuk bekerja keras dan orang yang suka bekerja keras tapi tidak memiliki tekad yang kuat, keduanya tidak akan memiliki usaha yang kuat.

3. Kesempatan dan Peluang

Ada solusi ada peluang, sebaliknya jika tidak ada solusi tidak akan ada peluang. Peluang usaha ada jika manusia menciptakan peluang itu sendiri, bukan mencari-cari atau menunggu peluang untuk datang.

Lalu, bagaimana dengan faktor yang bukan mendukung keberhasilan usaha?

Faktor yang Bukan Mendukung Keberhasilan Usaha Suatu Perusahaan

Ada beberapa faktor yang tidak mendukung keberhasilan usaha. Foto: iStock

Menurut Thomas W. Zimmerer yang dikutip oleh Suryana dalam Kewirausahaan: Pedoman Praktis, Kiat dan Proses Menuju Sukses (2003: 44-45), beberapa faktor yang bukan mendukung keberhasilan usaha adalah:

  • Ketergantungan, karena hanya mengandalkan atau bergantung pada orang lain dan tidak berusaha sendiri.

  • Tidak kompeten dalam manajerial. Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat usaha tidak berhasil.

  • Kurang berpengalaman, baik dalam kemampuan mengoordinasikan, keterampilan mengelola sumber daya manusia, maupun kemampuan mengintegrasikan operasi tempat usaha.

  • Kurang dapat mengendalikan keuangan. Supaya usaha dapat berhasil dengan baik, faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. Kekeliruan dalam memelihara aliran kas akan menghambat operasional tempat usaha.

  • Gagal dalam perencanaan. Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan. Sekali gagal dalam perencanaan, maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.

  • Lokasi yang kurang memadai. Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha.

  • Kurangnya pengawasan. Pengawasan erat kaitannya dengan efisiensi dan efektivitas. Kurang pengawasan dapat mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan tidak efektif.

  • Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha. Sikap yang setengah-setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal. Dengan sikap setengah hati, kemungkinan gagal menjadi besar.

  • Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan atau transisi usaha. Dalam artian, kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan. Keberhasilan dalam usaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktunya.

(SFR)