Konten dari Pengguna

Apa Itu Bootstrap dalam Dunia Bisnis?

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bootstrap adalah salah satu strategi bisnis. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Bootstrap adalah salah satu strategi bisnis. Foto: Unsplash

Istilah bootsrap masih menjadi kata yang asing didengar di telinga beberapa orang. Bootstrap adalah jalur atau strategi pengembangan usaha di mana pendiri (founder) atau pemilik (owner) usaha memilih untuk mengandalkan kekuatan internal.

Umumnya, bootstrap dikenal dengan sebutan bootstrapping. Istilah ini juga bisa diandaikan dengan seorang pengusaha yang hanya memiliki modal kecil untuk membuka usaha, maka itu pengusaha tersebut memanfaatkan perputaran pendapatan.

Mengutip dari Investopedia, seseorang yang memilih untuk melakukan bootstrapping adalah mereka yang memiliki jiwa idealis atau memang tuntutan kondisi.

Biasanya, faktor idealis terjadi pada pengusaha yang yang mendirikan usahanya di bidang usaha kuliner karena perputaran dananya yang cepat. Sedangkan faktor tuntutan kondisi terjadi pada pelaku usaha di bidang teknologi, seperti digital dan juga manufaktur.

Setelah mengetahui pengertian dari bootstrap, lantas apakah sisi positif dan negatif dari strategi bootstrap? Untuk mengetahuinya, simak penjelasannya di bawah ini.

Sisi positif dan juga negatif dari bootstrap. Foto: Unsplash

Sebelum mengetahui sisi positif dan negatif dari bootstrap, perlu diketahui bahwa setiap strategi yang dijalani oleh seorang pengusaha tidak selalu berhasil dengan mulus.

Hal ini juga tergantung pada tekad dan ketelitian untuk bisa menyukseskan strategi tersebut. Oleh karena itu, sebelum menjalani strategi bootstrap ini, alangkah baiknya untuk mengetahui sisi positif dan negatif yang dihasilkan.

Menurut laman resmi UKM Indonesia, berikut sisi positif dan negatif bootstrap, yakni:

Sisi Positif dari Strategi Bisnis Bootstrap

1. Punya kontrol penuh

Strategi bootstrap merupakan salah satu cara bagi pengusaha atau pelaku usaha untuk bisa mengambil alih usaha yang dimilikinya.

Seperti yang diketahui, ketika membangun suatu usaha, diperlukan visi serta misi yang sama antara sesama partner dari pelaku usaha. Namun dengan melakukan strategi bootstrap, pengusaha pun bisa memiliki kontrol sepenuhnya.

2. Tidak ada tekanan bisnis

Investor merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan suatu usaha, namun kadang kala adanya investor di dalam suatu usaha bisa membuat pengusaha memiliki tekanan bisnis.

Kesimpulannya, strategi bootstrap lebih meminimalisasi terjadinya tekanan bisnis.

3. Persentase keuntungan jauh lebih besar

Seperti yang telah disebutkan , strategi bootstrap tidak membutuhkan investor karena modal yang didapatkan berasal dari keuangan pribadi.

Hal ini yang berdampak pada banyaknya keuntungan yang nanti didapatkan, karena tidak ada laba perusahaan yang perlu dibagikan dengan investor.

Sisi Negatif dari Strategi Bisnis Bootstrap

1. Punya risiko yang lebih tinggi

Meskipun memiliki kontrol penuh terhadap usahanya sendiri, risiko yang dimiliki oleh pengusaha bootstrap tentunya lebih besar. Terlebih ketika risiko datang, maka yang harus menanggungnya adalah diri sendiri.

2. Terjebak dalam zona nyaman

Pengusaha bootstrap sering kali terjebak dalam situasi atau zona nyaman. Hal ini kembali lagi karena tidak adanya tuntutan yang didapatkan dari para investor, sehingga pengusaha bisa lebih memilih untuk bersantai-santai saja.

(JA)