Apa Itu Ecobrick? Ini Pengertian, Manfaat, dan Cara Membuatnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu ecobrick? Ecobrick adalah salah satu teknik daur ulang yang digunakan untuk mengatasi permasalahan sampah plastik dan limbah padat nonbiologis lainnya.
Ecobrick pertama kali ditemukan pada tahun 2012 oleh seniman asal Kanada, Rusel Maier. la menemukan solusi untuk mengatasi masalah polusi plastik ini saat berada di sebuah desa di lembah Sagada, Filipina.
Awalnya, ecobrick dikenal dengan istilah "bottle brick" atau "ecoladrillo". Solusi limbah lokal ini mulai disebut ecobrick setelah banyak diterapkan di berbagai negara. Sejak itu, istilah ecobrick lebih umum dipakai oleh banyak orang.
Apa Itu Ecobrick?
Hingga kini, sampah masih menjadi masalah lingkungan yang serius dan belum bisa teratasi dengan maksimal, khususnya sampah plastik. Sebab, penggunaan dan penyebaran sampah plastik setiap harinya sudah tidak terbendung lagi.
Oleh sebab itu, salah satu solusi inovatif untuk mengatasi permasalahan sampah plastik adalah melalui program ecobrick. Ecobrick bermanfaat dalam mengelola limbah padat tanpa biaya yang bisa menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
Mengutip buku Dari Mahasiswa untuk Indonesia: Kewirausahaan dan Inovasi di Era Digital oleh Aftina Nurul Husna, ecobrick adalah botol plastik yang diisi padat dengan limbah nonbiologis untuk membuat balok bangunan yang dapat digunakan kembali.
Botol plastik apa pun dapat digunakan untuk membuat ecobrick. Namun, botol plastik yang paling umum digunakan dan mudah ditemukan adalah botol berukuran 600 ml.
Meskipun terlihat mudah, proses pembuatan ecobrick tidak bisa sembarangan. Sebab, botol ecobrick yang sudah jadi tidak boleh kempes maupun mengeluarkan bunyi ketika ditekan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membuat ecobrick, yaitu:
Botol plastik harus dalam keadaan bersih dan kering.
Sampah plastik yang menjadi isian botol harus dalam keadaan bersih dan kering untuk menghindari bakteri tumbuh di dalam botol ecobrick.
Isi ecobrick harus padat dan merata di seluruh botol. Dalam praktiknya, Anda bisa menggunakan semacam kayu atau tongkat untuk menekan isi botol dan memastikan botol tidak memiliki rongga.
Cara Membuat Ecobrick
Dikutip dari laman Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Kulon Progo, berikut adalah cara membuat ecobrick yang bisa dilakukan.
Kumpulkan, pisahkan, dan bersihkan berbagai botol dan sampah plastik yang akan digunakan untuk membuat ecobrick.
Pilihlah merek dan ukuran botol yang sama. Gunakan jenis botol yang paling banyak tersedia.
Ecobrick dalam botol yang sama akan mempermudah dan memperindah hasil.
Masukkan plastik tipis dengan warna yang sesuai sebagai dasar botol untuk membuat konstruksi bangunan ecobrick menjadi berwarna.
Selanjutnya, masukkan limbah padat nonbiologis ke dalam botol plastik, seperti plastik kemasan dan sebagainya.
Gunakan tongkat kayu untuk memadatkan isi botol.
Hindari memasukkan besi, kaca, atau benda tajam lainnya yang akan merusak botol. Hindari juga kertas dan sisa makanan yang akan terurai.
Setelah selesai, lakukan pemeriksaan untuk memastikan kualitas ecobrick.
Timbang ecobrick sesuai dengan berat yang disarankan, yaitu ecobrick dengan botol 1500 ml = 500 gram dan botol 600 ml = 200 gram.
Selain menggunakan patokan tersebut, Anda juga bisa menghitung berat ecobrick dengan rumus berikut: berat minimal = volume botol x 0,33 gram/ml. Ini untuk menghitung kepadatan minimum ecobrick yang bagus.
Berikan label di setiap botol ecobrick, yaitu terdiri atas nama, tanggal, berat, dan nomor seri.
Itulah penjelasan mengenai apa itu ecobrick dan cara membuatnya yang bisa dilakukan. Saat ini, sudah banyak komunitas peduli lingkungan yang melakukan gerakan ecobrick. Anda bisa mencarinya melalui internet untuk mengikuti kegiatan mereka.
(SFR)
Baca juga: 4 Contoh Peran Muslim dalam Melestarikan Lingkungan
