Apa Itu Kalimat Kompleks? Ini Pengertian, Ciri, Struktur, dan Contohnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu kalimat kompleks? Pada dasarnya, kalimat ini merupakan salah satu jenis kalimat yang dipelajari saat belajar penulisan dalam bahasa Indonesia. Biasanya mempelajari tentang pengertian, ciri-ciri, jenis, fungsi, struktur, hingga contoh kalimat kompleks yang baik dan benar.
Dalam pelajaran bahasa Indonesia, kalimat dibagi menjadi dua bagian, yaitu kalimat simpleks dan kalimat kompleks. Kedua jenis kalimat ini sering dipelajari dalam aturan tata bahasa.
Kalimat kompleks yang biasa disebut juga sebagai kalimat majemuk memiliki ciri-ciri khas yang membedakannya dengan jenis kalimat lain. Lantas apa saja contoh kalimat kompleks tersebut? Simak penjelasan berikut ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Apa Itu Kalimat Kompleks?
Mengutip dari buku Bahasa Indonesia Kelas X karya Suherli (2017: 39), kalimat kompleks atau kalimat majemuk pada dasarnya berbeda dengan kalimat sederhana karena memiliki dua atau lebih klausa.
Kalimat kompleks dibentuk dengan cara menggabungkan dua atau lebih kalimat sederhana dengan menggunakan kata penghubung sesuai dengan sifat hubungan yang dihasilkan, biasanya akan menggunakan konjungsi tertentu.
Kalimat ini biasa digunakan untuk menjelaskan dua kejadian yang berlangsung secara bersamaan dalam satu waktu.
Pengertian Kalimat Kompleks
Kalimat kompleks adalah kalimat majemuk yang unsur-unsurnya tidak sederajat. Salah satu unsurnya menjadi bagian dari yang lain atau bergantung pada yang lain.
Dalam kalimat kompleks, unsur kalimat yang bergantung pada unsur kalimat lain itu disebut anak kalimat. Sedangkan, unsur yang tidak bergantung pada unsur yang lainnya disebut induk kalimat.
Mengutip dari laman resmi Badan Bahasa Sulawesi Utara, hubungan antarunsur kalimat kompleks ditandai dengan penghubung tidak setara. Contohnya seperti meskipun, walaupun, supaya, agar, karena, sebab, dengan penghubung intrakalimat atau konjungtor subordinatif.
Disebut sebagai kalimat majemuk bertingkat, klausa utama pada kalimat kompleks merupakan klausa yang bisa berdiri sendiri menjadi kalimat lepas.
Sedangkan klausa subordinatif merupakan klausa yang tidak bisa berdiri sendiri menjadi kalimat lepas karena klausa ini bergantung kepada klausa utama. Tanpa adanya klausa utama, informasi yang dikandung oleh klausa ini akan menjadi kurang jelas.
Ciri-Ciri Kalimat Kompleks
Berbeda dengan kalimat pada umumnya, berikut ciri-ciri kalimat kompleks yang perlu khalayak ketahui.
Pada satu kalimat terdapat dua peristiwa atau kejadian.
Menggunakan tanda koma antara klausa utama dan klausa subordinatif.
Kalimat terdiri dari subjek (S), predikat (P) dan lebih dari satu kalimat penjelas.
Pola yang digunakan biasanya S-P+S-P.
Terdiri atas dua klausa yang saling berkaitan dan menggunakan kata penghubung atau konjungsi.
Penggabungan kalimat berikutnya akan menghasilkan arti dan kalimat baru.
Menggunakan kata penghubung yang sifatnya kesetaraan.
Struktur di dalam kalimat kompleks dipisahkan menggunakan tanda koma maupun konjungsi (kata penghubung).
Kalimatnya mengandung penggabungan atau perluasan yang membentuk pola kalimat baru.
Terdapat perubahan intonasi.
Jenis Kalimat Kompleks
Berdasarkan jenisnya, kalimat kompleks dibagi menjadi dua macam, yaitu kalimat kompleks parataktik atau majemuk setara dan kalimat kompleks hipotaktik atau majemuk bertingkat.
1. Kalimat Majemuk Setara
Kalimat majemuk setara atau kalimat kompleks parataktik memiliki dua klausa yang setara dalam suatu kalimat. Kalimat ini dibentuk dengan kata penghubung, seperti dan, lagi, atau, tetapi, melainkan, bahkan, dan sebagainya.
Contoh kalimat kompleks parataktik atau kalimat majemuk setara:
Siswa harus giat belajar, atau akan gagal dalam ujian.
Polisi berada di pusat kota, kantor pos, dan sekitar Stasiun Gambir.
Besar atau kecil tidak jadi masalah, yang penting barangnya sampai.
2. Kalimat Majemuk Bertingkat
Berbeda dengan kalimat kompleks parataktik, kalimat kompleks hipotaktik adalah kalimat yang memiliki dua klausa tapi maknanya tidak setara. Dalam kalimat majemuk ini dikenal adanya klausa bawahan atau anak kalimat dan klausa atasan sebagai induk kalimat.
Kalimat majemuk bertingkat biasanya ditandai dengan penggunaan konjungsi subordinatif (bertingkat). Konjungsi yang menghubungkan kalimat ini seperti agar, walaupun, sehingga, maka, tanpa, bahwa, jika, namun, ketika, dan apabila.
Contoh kalimat kompleks hipotaktik atau kalimat majemuk bertingkat:
Apabila kamu mendengarkan nasihat orang tua maka kehidupanmu akan lancar.
Ketika guru menjelaskan siswa harus mendengarkan.
Banyak penebang ilegal yang tidak bertanggung jawab karena mereka hanya menginginkan keuntungan.
Struktur Kalimat Kompleks
Selain memahami ciri-ciri maupun jenisnya, berikut adalah struktur kalimat kompleks, diantaranya:
Kalimat kompleks terdiri dari satu klausa utama dan satu klausa subordinatif. Klausa utama minimal memiliki subjek dan predikat (S-P).
Sementara klausa subordinatif minimal terdiri dari konjungsi subordinatif, subjek, dan predikat (Konj-S-P).
Dalam kalimat kompleks, klausa subordinatif hanya berfungsi sebagai satu fungsi kalimat, seperti keterangan, objek, atau subjek.
Selain berfungsi sebagai keterangan, klausa subordinatif juga dapat berfungsi sebagai objek atau subjek.
Fungsi Kalimat Kompleks
Berikut adalah fungsi dari penggunaan kalimat kompleks dalam bertutur bahasa dalam kehidupan sehari-hari.
1. Membuat Hubungan Logis Antar Klausa
Kalimat kompleks dapat membantu membentuk hubungan yang logis antara klausa utama dan klausa subordinatif, hingga dapat memungkinkan penyampaian ide yang terkait atau berurutan dengan lebih jelas.
2. Memperjelas dan Merinci Informasi
Dengan struktur yang kompleks, kalimat kompleks dapat memperjelas dan memperinci informasi dengan menambahkan klausa subordinatif yang memberikan detail atau penjelasan tambahan terhadap klausa utama.
3. Menyampaikan Ide yang Kompleks dengan Lebih Jelas
Kalimat kompleks memfasilitasi penyampaian ide yang kompleks dengan lebih jelas. Klausa subordinatif dapat digunakan untuk memecah atau menguraikan ide kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih mudah dipahami.
Kata Penghubung dalam Kalimat Kompleks
Terdapat berbagai kata penghubung atau konjungsi yang sering dipakai dalam kalimat kompleks. Meski demikian, tetap sesuaikan juga dengan kondisi penggunaannya. Berikut kata penghubung untuk kalimat kompleks, antara lain:
Sejak, semenjak
Ketika, sambil, selama
Setelah, sebelum, sehabis, selesai
Asalkan, apabila, jika, jikalau, manakala, tatkala
Seandainya, seumpama
Agar, supaya
Walaupun, meskipun, kendatipun, sekalipun
Sehingga, sampai, maka
Dengan, tanpa, bahwa, yang
Contoh Kalimat Kompleks
Setelah mempelajari tentang pengertian, ciri, jenis, struktur, hingga tujuan dari penggunaan kalimat kompleks, berikut ini beberaoa contoh kalimat kompleks, diantaranya:
Aku membeli baju baru, tetapi ukurannya kebesaran. (Kalimat majemuk setara)
Susi pergi ke pasar, sedangkan Santi berangkat ke tempat les. (Kalimat majemuk setara)
Tias merupakan anak yang cerdas, tetapi sifat sombong membuat dia tidak disukai di kelas. (Kalimat majemuk setara)
Anda bisa menikmati layanan ini secara gratis atau memilih langganan berbayar. (Kalimat majemuk setara)
Tiana punya mimpi menjadi dokter, tetapi ia kurang menyukai pelajaran biologi. (Kalimat majemuk setara)
Elvira berkuliah di perguruan tinggi negeri, sedangkan Ellen kuliah di perguruan tinggi swasta. (Kalimat majemuk setara)
Rima anak yang rajin, tetapi kakaknya pemalas. (Kalimat majemuk setara)
Chef Lia memasak ayam goreng dan merebus daging di dapur. (Kalimat majemuk setara)
Nana selalu bangun pagi, sementara adiknya selalu bangun terlambat. (Kalimat majemuk setara)
Dia bukanlah penyair, melainkan seorang penyiar. (Kalimat majemuk setara)
Ibu memasak ayam goreng dan merebus singkong di dapur. (Kalimat majemuk setara)
Ayah bekerja sebagai dosen, sedangkan ibu bekerja sebagai guru SD. (Kalimat majemuk setara)
Bunda baru saja membeli daging sapi dan daging kambing di Pasar Minggu. (Kalimat majemuk setara)
Bayu berangkat ke sekolah pagi ini, tetapi tidak diantar kakaknya. (Kalimat majemuk setara)
Aku sudah berusaha mengerjakan PR Matematika itu, sedangkan temanku hanya ingin menconteknya. (Kalimat majemuk setara)
Lisa mengerjakan tugasnya dengan tekun, sehingga mendapatkan pujian dari guru. (Kalimat majemuk bertingkat)
Mahasiswa belajar dengan tekun, maka mereka berhasil meraih prestasi yang gemilang. (Kalimat majemuk bertingkat)
Tanpa bantuan dari teman-temannya, Lucy tidak akan selesai tepat waktu. (Kalimat majemuk bertingkat)
Gilang berkata bahwa dia akan datang ke pesta ulang tahunmu jika tidak ada halangan. (Kalimat majemuk bertingkat)
Meskipun sulit, Kania tetap berusaha mengerjakan ujian dengan cermat. (Kalimat majemuk bertingkat)
Ketika turun hujan, mereka mencari tempat berteduh di pinggir minimarket. (Kalimat majemuk bertingkat)
Apabila siswa datang lebih awal, mereka bisa mendapat tempat duduk yang lebih baik. (Kalimat majemuk bertingkat)
Aku tetap bekerja meskipun sedang sakit. (Kalimat majemuk bertingkat)
Dia tetap mengerjakan tugasnya sambil menangis. (Kalimat majemuk bertingkat)
Ayah tetap berangkat ke kantor meski sedang sakit. (Kalimat majemuk bertingkat)
Sungjae pergi memancing, meskipun sedang turun hujan. (Kalimat majemuk bertingkat)
Tanah tetap dibajak walau sedang hujan. (Kalimat majemuk bertingkat)
Lania berenang di kolam walau sedang panas terik. (Kalimat majemuk bertingkat)
Ghania tetap menggunakan handphonenya meski sudah 6 tahun digunakan. (Kalimat majemuk bertingkat)
Pak Mustofa membeli bensin padahal antrean cukup mengular. (Kalimat majemuk bertingkat)
Demikian, itulah informasi mengenai pertanyaan apa itu kalimat kompleks, dilengkapi dengan penjelasan tentang pengertian, ciri, strutur, jenis, tujuan, hingga contoh penggunaannya. (SUCI)
Baca Juga: 130 Contoh Kalimat Berpola S-P-K dan Penjelasannya
