Konten dari Pengguna

Apa Itu Mati Batang Otak? Ini Penjelasannya dalam Ilmu Medis

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mati batang otak. Foto: GBALLGIGGSPHOTO/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mati batang otak. Foto: GBALLGIGGSPHOTO/Shutterstock

Istilah medis “mati batang otak” belakangan ini banyak dicari usai mencuatnya kasus seorang anak yang meninggal dunia setelah menjalani operasi amandel. Oleh dokter, anak tersebut divonis mati batang otak.

Dalam ilmu medis, mati batang otak disebut sebagai braind dead. Kondisi ini mengakibatkan seseorang hilang kesadarannya dan tidak bisa bernapas secara spontan.

Sehingga, pasien yang divonis mati batang otak harus menggunakan alat bantu pernapasan berupa ventilator. Meski begitu, ia tetap dinyatakan meninggal dunia karena otaknya tidak berfungsi secara normal dan tidak bisa bernapas dengan spontan.

Mati batang otak berbeda dengan koma. Agar lebih memahaminya, simaklah penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.

Pengertian Mati Batang Otak

Ilustrasi mati batang otak. Foto: pixabay

Pada beberapa pasien, kerusakan otak yang ireversibel dapat mengakibatkan destruksi permanen pada fungsi batang otak. Sehingga, kondisi ini bisa mengakibatkan kematian pasien.

Dijelaskan dalam buku Lecture Notes: Neurologi susunan Lionel Ginsberg, saat mati batang otak, fungsi kardiovaskular pasien tetap stabil. Namun, kemampuan respirasinya hanya dapat dipertahankan melalui alat ventilator.

Perlu diketahui bahwa batang otak adalah bagian tubuh yang cukup krusial. Organ ini terletak di bagian bawah otak yang terhubung ke sumsum tulang belakang, bagian dari sistem saraf pusat.

Batang otak bertanggung jawab mengatur sebagian besar fungsi otomatis tubuh yang penting. Beberapa di antaranya yaitu pernapasan, denyut jantung, kemampuan menelan, tekanan darah, dan kesadaran.

Jika batang otak mati, maka seseorang bisa dinyatakan meninggal dunia. Sebab, suplai darah dan oksigennya terhenti sampai ke otak.

Mengutip laman NHS, ada beberapa penyebab seseorang mengalami mati batang otak, yakni sebagai berikut:

  • Jantung berhenti berdetak dan otak kekurangan oksigen.

  • Suplai darah ke jantung tiba-tiba terhenti.

  • Supai darah ke otak tersumbat atau terganggu.

  • Penyumbatan pada pembuluh darah yang mengganggu atau menghalangi aliran darah ke seluruh tubuh.

Selain kondisi krusial tersebut, mati batang otak juga bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti cedera kepala yang parah, pendarahan otak, infeksi ensefalitis, tumor otak, dan lainnya. Diagnosis ini hanya bisa dilakukan oleh dokter.

Perbedaan Mati Batang Otak dan Kondisi Vegetatif

Ilustrasi mati batang otak. Foto: pixabay

Mati batang otak berbeda dengan kondisi vegetatif. Sebab, kondisi vegetatif masih memungkinkan pasien untuk bernapas secara spontan.

Dalam ranah medis, kondisi vegetatif biasanya disebabkan oleh fungsi otak yang mengalami kerusakan parah. Saat mengalaminya, pasien kehilangan kesadaran dirinya, namun masih bisa bernapas tanpa bantuan alat.

Pasien juga masih bisa membuka dan menutup matanya sendiri. Pada beberapa kasus, kondisi ini dapat bersifat permanen atau seumur hidup.

(MSD)