Apa Itu Mozaik dalam Seni Lukis? Simak Jawaban Selengkapnya Berikut Ini

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seni lukis adalah karya seni yang dicurahkan dalam kanvas atau medium dua dimensi, yang melibatkan ekspresi, emosi, dan gagasan secara penuh. Orang yang melakukan kegiatan melukis disebut dengan pelukis.
Sebuah lukisan yang diciptakan oleh seorang pelukis umumnya mengandung makna yang dapat ditafsirkan. Selain itu, seni lukis juga memiliki ciri khas tersendiri, yaitu dapat dilihat pada tema, corak/gaya, teknik/bahan, dan bentuk karya seni lainnya.
Pembuatan karya seni lukis mempunyai prinsip yang dapat diterapkan pada semua jenis lukisan yang ingin dibuat. Setidaknya prinsip seni lukis dibagi menjadi dua asas utama, yaitu komposisi dan proporsi.
Mengutip dari buku Seni Rupa Smp: Seni Lukis, Seni Patung, Seni Grafis, Dan Pameran karangan Eighteen Salasi, pengertian komposisi dan proporsi adalah sebagai berikut.
1. Komposisi
Komposisi dalam seni lukis berkaitan dengan susunan atau aturan yang menyangkut keseimbangan, kesatuan, irama, dan keselarasan.
2. Proporsi
Proporsi adalah kesan keseimbangan yang ideal antar unsur satu dengan unsur lainnya. Penggambaran sesuatu yang tidak proporsi akan menyebabkan suatu seni lukis terlihat lebih janggal.
Seni lukis dapat dibagi menjadi berbagai macam jenis lukisan, yang ditentukan melalui teknik dan bahan yang digunakannya. Salah satu teknik yang digunakan dalam melukis adalah teknik mozaik.
Lantas sebenarnya apa itu mozaik? Apakah teknik mozaik dalam sebuah lukisan memiliki ciri khas tertentu? Untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, simak tulisan di bawah ini yang akan menjelaskannya.
Apa Itu Mozaik?
Dikutip dalam sumber yang sama, mozaik adalah teknik menempelkan pecahan atau lempengan kaca yang berwarna-warni pada dinding atau media lain, sehingga membentuk suatu objek tertentu.
Bahan yang digunakan untuk menempelkan tidak hanya berupa pecahan keramik atau lempengan kaca saja, tetapi juga dapat berbentuk pecahan porselen, potongan kertas, atau batu yang memiliki berbagai macam warna.
Jika dilihat dari segi bahasa, mozaik diambil dari kata dalam bahasa Yunani, yaitu “mouseios” yang berarti seni dekoratif. Pasalnya, di zaman Yunani Bizantium, mozaik digunakan untuk menghiasi dinding dan memberikan efek keindahan bagi yang melihatnya.
Selain itu, pembelajaran teknik mozaik sangat bermanfaat bagi anak, karena selain mengasah kreativitas anak dalam membentuk suatu kreasi seni lukis dari potongan kecil, tetapi juga mengasah sensor motorik seorang anak.
Merangkum dari skripsi milik Winda Silviana yang berjudul Implementasi Teknik Mozaik Dalam Mengembangkan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun Di Paud Mandiri I Desa Hargo Pancuran Lampung Selatan, berikut adalah manfaat kegiatan mozaik untuk anak usia dini, di antaranya lain:
Pengenalan bentuk macam-macam geometri, seperti segitiga, lingkaran, dan segi empat.
Pengenalan warna dengan memanfaatkan bahan yang nantinya ditempel ke media lukis dalam teknik mozaik.
Melatih kreativitas melalui berbagai macam bentuk.
Melatih motorik halus anak karena melibatkan jari jemari yang bergerak, serta koordinasi antara otot tangan dan mata.
Melatih emosi, yang mana selama pelaksanaan kegiatan dalam teknik mozaik membutuhkan kesabaran agar menghasilkan karya seni lukisan yang sempurna.
(HDP)
