Konten dari Pengguna

Apa Itu Nuzulul Quran dan Bagaimana Prosesnya dalam Sejarah Islam? Cek di Sini

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Apa Itu Nuzulul Quran, Unsplash/malikshibly
zoom-in-whitePerbesar
Apa Itu Nuzulul Quran, Unsplash/malikshibly

Al-Qur'an adalah kitab suci umat Islam, pedoman dan landasan kehidupan. Dalam sejarah yang diketahui, Al-Qur'an tidak diturunkan sekaligus kepada Nabi Muhammad saw. Salah satu peristiwa yang berkaitan dengan sejarah turunnya Al-Quran ke bumi adalah Nuzulul Quran. Apa itu Nuzulul Quran?

Nuzulul Quran merupakan peristiwa yang sangat penting bagi umat muslim di seluruh dunia. Allah Swt menurunkan wahyu berupa Al-Qur'an sebagai pedoman hidup dan pedoman bagi seluruh umat muslim di dunia melalui Rasulullah saw.

Daftar isi

Apa Itu Nuzulul Quran?

Apa Itu Nuzulul Quran?, Unsplash/tfoz74

Mengutip dari nu.or.id, Nuzulul Quran adalah peristiwa diturunkannya Al-Quran kepada Nabi Muhammad saw. Nuzulul Quran merupakan peristiwa yang sangat penting dalam sejarah peradaban Islam. Al-Quran sendiri diturunkan di Mekkah dan Madinah. Inilah yang menjadi dasar pembagian huruf Makkiyah dan Madaniyah. Masa turunnya Al-Qur'an secara bertahap berlangsung selama 23 tahun. Untuk dapat mengenal lebih dalam apa itu Nuzulul Quran, berikut penjelasan proses turunya Al-Qur’an, dan keutamaannya.

Proses Turunnya Al-Qur’an

Beberapa ahli tafsir menyebutkan ada dua proses turunnya Al-Quran. Yang pertama adalah Al-Quran diturunkan secara utuh (Jumlatan Wahidah). Sedangkan pada kasus kedua, Al-Quran diturunkan secara bertahap (Najman Najman).

Wahyu Al-Quran dimediasi oleh Malaikat Jibril. Pada tanggal 17 Ramadan tahun 610 M, Nabi Muhammad saw yang berusia 40 tahun sedang sendirian di gua Hira. Tiba-tiba, sosok aneh dan agung mendekatinya. Tokoh tersebut adalah Malaikat Jibril.

Tubuh Rasulullah saw bergetar karena terkejut dan ketakutan dengan kehadiran Malaikat Jibril. Malaikat Jibril pun memeluk Rasulullah yang gemetar kemudian mengucapkan kata "Iqra!" sebanyak tiga kali. Kata "iqra" ini memiliki makna "bacalah".

Nabi menjawab dengan ketakutan: “Saya belum bisa membaca. Kemudian Malaikat Jibril melanjutkan perkataannya dengan ayat Al-Alaq 1-5 yang berbunyi:

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ - ١

Arab-latin: Iqra` bismi rabbikallażī khalaq

Artinya: "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,"

خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ - ٢

Arab-latin: Khalaqal-insāna min 'alaq

Artinya: "Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah."

اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ - ٣

Arab-latin: Iqra` wa rabbukal-akram

Artinya: "Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,"

الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ - ٤

Arab-latin: Allażī 'allama bil-qalam

Artinya: "Yang mengajar (manusia) dengan pena"

عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ - ٥

Arab-latin: 'Allamal-insāna mā lam ya'lam

Artinya: "Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."

Surah Al-Alaq ini merupakan wahyu pertama sekaligus surah Al-Quran pertama yang diberikan kepada Nabi saw. Al-Qur'an kemudian diturunkan ke bumi secara bertahap 22 tahun, 2 bulan, dan 22 hari dan menjadi pedoman bagi umat Islam hingga saat ini.

Sebelum diturunkan kepada Nabi Muhammad saw di muka bumi, Allah Swt terlebih dahulu menurunkan seluruh Al-Quran di langit dunia. Bersatu menjadi satu di Baitul Izzah.

Kemudian diturunkan secara bertahap, ayat demi ayat, pada waktu yang berbeda-beda sesuai kebutuhan selama dua puluh tahun. Hal ini berdasarkan pendapat ahli tafsir terkemuka, Syekh Muhammad bin Ahmad al-Qurtubi:

وَلَا خِلَافَ أَنَّ الْقُرْآنَ أُنْزِلَ مِنَ اللَّوْحِ الْمَحْفُوظِ لَيْلَةَ الْقَدْرِ عَلَى مَا بَيَّنَّاهُ جُمْلَةً وَاحِدَةً، فَوُضِعَ فِي بَيْتِ الْعِزَّةِ فِي سَمَاءِ الدُّنْيَا، ثُمَّ كَانَ جِبْرِيلُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْزِلُ بِهِ نَجْمًا نَجْمًا فِي الْأَوَامِرِ وَالنَّوَاهِي وَالْأَسْبَابِ، وَذَلِكَ فِي عِشْرِينَ سَنَةً

Artinya: Tidak ada perbedaan antara turunnya Alquran Lauh al-Mahfuzh pada malam Lailatulqadar dengan penjelasan kami. Maka Al-Quran pertama kali ditempatkan di Baitul Izzah di surga dunia. Kemudian Jibril secara bertahap mengirimkan kepadanya perintah, larangan dan alasan lainnya. Begitulah yang terjadi selama 20 tahun.

وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ أُنْزِلَ الْقُرْآنَ مِنَ اللَّوْحِ الْمَحْفُوظِ جُمْلَةً وَاحِدَةً إِلَى الْكَتَبَةِ فِي سَمَاءِ الدنيا، ثم نزل بِهِ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ نُجُومًا- يَعْنِي الْآيَةَ وَالْآيَتَيْنِ- فِي أَوْقَاتٍ مُخْتَلِفَةٍ فِي إِحْدَى وَعِشْرِينَ سَنَةً

Artinya: Sahabat Ibnu Abbas berkata: Al-Qur'an diturunkan secara utuh mulai dari Lauh al-Mahfuzh kepada para malaikat yang mencatat wahyu-wahyu tersebut di langit dunia, kemudian Jibril turun membawanya secara bertahap, satu dan dua ayat, pada waktu yang berbeda selama 21 anak laki-laki berumur satu tahun.

Syekh M Ali As-Shabuni mengatakan, Alquran diturunkan pertama kali pada tanggal 17 Ramadan, saat Nabi berusia 40 tahun. Wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad saw adalah surat Al-Alaq ayat 1 sampai 5.

Saat itu, Nabi Muhammad saw sedang mengasingkan diri untuk menenangkan pikiran dan jiwanya di gua Hira, Jabal . Tidak. Jaraknya sekitar 6 km dari Mekkah.

ـ )بَدْءُ الْوَحْيِ (لَمَّا بَلَغَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ سِنَّ الْكَمَالِ وَهِيَ أَرْبَعُوْنَ سَنَةً أَرْسَلَهُ اللهُ لِلْعَالَمِيْنَ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا لِيُخْرِجَهُمْ مِنَ ظُلُمَاتِ الْجَهَالَةِ إِلَى نُوْرِ الْعِلْمِ وَكَانَ ذَلِكَ فِيْ أَوَّلِ فَبْرَايِرْ سَنَةَ ٦١٠ مِنَ الْمِيْلَادِ كَمَا أَوْضَحَهُ الْمَرْحُوْمُ مَحْمُوْدْ بَاشَا اَلْفَلَكِيُّ، تَبَيَّنَ بَعْدَ دِقَّةِ الْبَحْثِ أَنَّ ذَلِكَ كَانَ فِيْ 17 رَمَضَانَ سَنَةَ 13 قَبْلَ الْهِجْرَةِ وَذَلِكَ يُوَافِقُ يُوْلِيُوْ سَنَةَ ٦١٠

Artinya: (Fasal Pertama kali wahyu turun). Ketika Nabi berusia 40 tahun, Allah mengutusnya ke alam semesta untuk memberi semangat dan memperingatkan mereka, membawa mereka keluar dari kegelapan kebodohan menuju cahaya ilmu. Hal ini terjadi pada awal Februari 610 M, seperti dijelaskan astronom Syekh Mahmud Basya. (Namun) setelah diteliti dengan seksama, ternyata peristiwa itu terjadi pada tanggal 17 Ramadan, 13 tahun sebelum Hijriyah, bertepatan dengan bulan Juli 610 Masehi. (Syekh Muhammad al-Khudlari Bik, Nur al-Yaqin Fi Sirati Sayyid al-Mursalin).

5 Keistimewaan Nuzulul Quran

5 Keistimewaan Nuzulul Quran, Unsplash+/Slashio Photography

Malam Nuzulul Quran yang diadakan pada tanggal 17 Ramadan setiap tahunnya memiliki lima keistimewaan. Hal inilah yang menjadikan Nuzulul Quran lebih istimewa dibandingkan malam-malam lainnya. Simak di bawah ini lima keistimewaan Nuzulul Quran:

1. Malam yang Lebih Baik dari Malam 1000 Bulan

Konon Malam Nuzulul Quran lebih indah dari malam seribu bulan. Dengan kata lain, beramal atau beribadah pada malam Nuzulul Quran lebih baik dari pada shalat seribu malam. Hal ini disebutkan dalam Al-Quran melalui surat Qadr ayat 3 yang berbunyi:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Arab-Latin: Lailatul qadri khairum min alfii shahr

Artinya: "Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan,"

2. Malam Keberkahan

Malam diturunkannya Al-Qur'an ke bumi, tanggal 17 Ramadan, disebut sebagai malam penuh berkah. Hal ini berdasarkan firman Allah Swt dalam ayat 3 Surat Ad-Dukhan Al-Quran yang berbunyi:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

Arab-Latin: Innā anzalnāhu fī lailatim mubārakatin innā kunnā munżirīn

Artinya: "Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan,"

3. Malaikat Turun ke Bumi

Malam Nuzulul Quran disebut sebagai malam istimewa, apalagi karena para malaikat turun ke bumi, termasuk malaikat Jibril. Hal ini berdasarkan firman Allah dalam surat Al-Qadr ayat 4 yang berbunyi:

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

Arab-Latin: Tanaz zalul malaa-ikatu war ruuhu fiiha bi izni-rab bihim min kulli amr

Artinya: "Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan,"

4. Diampuni Dosa-dosanya

Bagi mereka yang menghidupkan malam Nuzulul Quran, maka dosanya akan diampuni oleh Allah Swt. Arti dari animasi adalah melakukan ibadah atau amalan dengan harapan ampunan-Nya, seperti yang diceritakan Bukhari.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِه

Artinya: "Barangsiapa melaksanakan salat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni," (HR Bukhari).

5. Takdir Tahunan Dicatat

Keistimewaan lain dari malam Nuzulul Quran adalah pencatatan takdir tahunan kita. Nasib yang dituju meliputi rezeki, keuntungan, kematian, dan sebagainya. Dengan memperbanyak amalan dan ibadah di malam Nuzulul Quran, diharapkan dapat memperoleh rezeki tahunan yang berkah. Firman Allah Swt dalam surat Ad Dukhan ayat 4 berbunyi:

وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الْأُولَىٰ

Arab-Latin: Fīhā yufraqu kullu amrin ḥakīm

Artinya: "Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah,"

Demikian penjelasan tentang apa itu Nuzulul Quran dan beberapa keistimewaannya. Lebih dari sekadar peristiwa sejarah, Nuzulul Quran adalah peluang bagi umat Islam untuk merefleksikan makna, pesan, dan hikmah yang terkandung dalam wahyu Ilahi tersebut.

Baca Juga: Bacaan Bilal Tarawih 23 Rakaat Lengkap dengan Doa Jawabannya