Konten dari Pengguna

Apa itu Zona Agroklimat dalam Klasifikasi Iklim Oldeman?

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu zona agroklimat dalam klasifikasi iklim Odleman? Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Apa itu zona agroklimat dalam klasifikasi iklim Odleman? Foto: Unsplash

Zona agroklimat adalah metode untuk mengaitkan keadaan tentang kegiatan pertanian. Namun, apa itu zona agroklimat secara lengkap?

Mengutip jurnal Analisis Zona Agroklimat Klasifikasi Iklim Oldeman yang disusun oleh Ari Zelin Yuliana, zona agroklimat adalah area yang menjelaskan tentang keadaan suatu iklim bulan basah dan bulan kering secara berurutan.

Hal tersebut dapat menjadi acuan untuk kegiatan di sektor pertanian khususnya pada tanaman pangan. Zona agroklimat ini sebetulnya merupakan salah satu metode yang digunakan oleh iklim Oldeman.

Iklim Oldeman adalah klasifikasi iklim yang didasarkan pada kriteria lama terjadinya bulan basah dan bulan kering, yang batasannya memperhatikan kebutuhan air tanaman padi.

Untuk mengetahui lebih lanjut apa itu zona agroklimat, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu pembagian iklim menurut Oldeman.

Pembagian Iklim Menurut Oldeman

Pembagian iklim menurut Oldeman. Foto: Unsplash

Mengutip buku Geografi yang disusun oleh Troels Raadam, Oldeman membuat klasifikasi iklim berdasarkan dengan adanya bulan basah yang berturut-turut dan bulan kering yang berturut-turut pula.

Klasifikasi itu diperlukan terutama dalam bidang pertanian. Lebih jelasnya, bulan basah dalam Oldeman adalah bulan dengan cerah hujan kurang dari 200 mm, sedangkan bulan kering adalah bulan dengan curah hujan kurang dari 100 mm.

Lebih lanjut, berdasarkan dari adanya bulan basah yang berturut-turut, Oldeman membuat 5 zona agroklimat utama, yaitu:

  1. Zona A, bulan basah lebih dari 9 kali berturut-turut.

  2. Zona B, bulan basah 7-9 kali berturut-turut.

  3. Zona C, bulan basah 5-6 kali berturut-turut.

  4. Zona D, bulan basah 3-4 kali berturut-turut.

  5. Zona E, bulan basah kurang dari 3 kali berturut-turut.

Supaya lebih jelas bagaimana pembagian dari zona agroklimat dalam iklim Oldeman, berikut adalah pembagian zona agroklimat yang lebih lengkapnya, seperti yang dikutip dari Identifikasi Perubahan Zona Agroklimat Metode Oldeman karya Ratna Prabaningrum, dkk, yakni:

  • Zona A1, A2 sesuai untuk budidaya padi terus-menerus namun produksi agak rendah karena kerapatan fluks matahari rendah sepanjang tahun.

  • Zona B1 sesuai untuk tanaman padi terus menerus dengan perencanaan awam musim tanam yang baik. Produksi maksimal jika dilakukan di musim kemarau.

  • Zona B2 dapat dibudidayakan padi dua kali setahun dengan varitas umur pendek dan musim kering pendek untuk palawija.

  • Zona C1 bisa digunakan untuk budidaya padi sekali dan palawija dua kali dalam satu tahun.

  • Zona C2, C3, dan C4 bisa digunakan untuk menanam padi sekali dan palawija dua kali setahun, namun tanam palawija di tahun kedua harus hati-hati karena bisa saja jatuh di musim kering.

  • Zona D1 bisa dibudidayakan tanaman padi umur pendek satu kali dengan panen yang tinggi biasanya karena kerapatan fluks matahari tinggi.

  • Zona D2, D3, dan D4 digunakan untuk memungkinkan bagi satu kali padi dan satu kali tanam palawija, tergantung dari kestabilan irigasi.

  • Zona E, merupakan zona zona agroklimat paling akhir yang umumnya kering dan juga tandus.

(JA)