Konten dari Pengguna

Apa Makna Istilah Storyboard dalam Iklan?

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perekaman video iklan sesuai dengan storyboard yang sudah dibuat sebelumnya. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perekaman video iklan sesuai dengan storyboard yang sudah dibuat sebelumnya. Foto: Pixabay

Makna istilah storyboard dalam iklan adalah sebuah papan cerita atau outline yang berguna dalam proses pembuatan video iklan. Bentuknya mirip seperti komik yang di dalamnya terdapat berbagai ilustrasi.

Pembuat storyboard untuk kebutuhan iklan akan menyusun gambar, sehingga membentuk sebuah rangkaian cerita. Pada masing-masing gambar, pembuatnya juga bisa menyertakan beberapa keterangan yang lebih detail.

Keterangan yang sering ditemukan dalam storyboard dalam iklan di antaranya seperti sudut kamera, pencahayaan, transisi, dialog, dan masih banyak lagi.

Storyboard memang bisa dibuat secara manual, tanpa pembuatnya harus pandai menggambar. Gambarnya pun tidak perlu terlalu bagus, yang penting pesan dapat tersampaikan dengan baik dan jelas.

Namun, saat ini sudah tersedia banyak software yang dapat digunakan untuk membuat storyboard. Oleh sebab itu, tidak ada lagi alasan untuk tidak merancang storyboad dalam pembuatan iklan.

Agar proses perekaman video iklan berjalan lancar, simak tips membuat storyboard iklan berikut ini yang dirangkum dalam beberapa sumber.

Ilustrasi storyboard. (Foto: Rizki Yuslam Faizal/kumparan).

Tips Membuat Storyboard Iklan

Storyboard iklan merupakan kunci keberhasilan pembuatan video di bidang marketing. Ini karena pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan iklan seperti sutradara, pemilik produk yang diiklankan, hingga bintang iklan itu sendiri, merasa terbantu dengan storyboard ini.

Berikut ini tips membuat storyboard dalam iklan, sehingga menghasilkan iklan yang berkualitas. Tips ini dirangkum berdasarkan buku Strategi Perancangan Iklan Televisi Perusahaan Top Dunia oleh M. Suyanto (2016: 44).

1. Menentukan Ide Video Iklan

Langkah awal membuat storyboard adalah menentukan ide. Tentukanlah ide video iklan yang menarik, baik dari segi cerita maupun value dari iklan itu sendiri.

Upaya ini dilakukan agar iklan yang berfungsi sebagai upaya pemasaran ini terkesan tidak membosankan. Pembuat storyboard iklan harus jeli melihat keadaan sekitar, serta mengambil jalan cerita dari topik yang sedang hangat diperbincangkan.

Makna sebuah storyboard dalam iklan adalah sebuah papan cerita yang memudahkan proses pembuatan iklan. Foto: Pixabay

2. Membuat Timeline Video

Setelah menentukan ide, pembuat storyboard iklan juga harus membuat timeline video, yaitu perkiraan durasi dan pembagian waktu.

Dalam pengaturan timeline, pembuat storyboard tidak perlu memberikan keterangan waktu pada setiap adegan. Cukup pastikan video iklan memiliki bagian pembuka, permasalah, solusi, dan CTA.

  • Pembuka: bagian ini dibuat untuk menarik perhatian audiens.

  • Permasalahan: bagian ini menjelaskan konflik dari jalan cerita iklan. Umumnya, dikaitkan dengan permasalahan yang dihadapi audiens.

  • Solusi: bagian ini menampilkan produk atau layanan sebagai solusi permasalahan yang dihadapi audiens.

  • Call to action: bagian ini dibuat untuk mengajak audiens melakukan tindakan yang diinginkan pengiklan, misalnya mengunjungi website, subscribe channel, dan lain sebagainya.

3. Siapkan Template Storyboard

Langkah selanjutnya adalah menyiapkan template untuk membuat storyboard. Template storyboard yang baik, setidaknya memiliki kolom judul, kolom visual, dan kolom deskripsi.

Namun, sesuaikan juga dengan kebutuhan video iklan yang akan dibuat. Kolom storyboard juga dapat ditambahkan dengan catatan tentang angle kamera atau setting, detail adegan, dan hal-hal yang dirasa perlu.

Storyboard dalam iklan dapat dibuat secara manual maupun menggunakan software. Foto: Pixabay

4. Mulai Menggambar Ide

Setelah menyiapkan template storyboard, sekarang waktunya menuangkan ide ke dalam bentuk gambar.

Apabila ingin tetap menggambar manual, tetapi tidak dapat menggambar dengan baik, gunakanlah potongan gambar majalah atau koran untuk ditempelkan pada template storyboard.

Jika ingin menggunakan software, langkahnya lebih intuitif. Pembuat storyboard hanya tinggal memilih gambar sesuai kebutuhan, lalu meletakkannya pada template.

5. Masukkan Detail Adegan

Untuk memastikan storyboard mudah dipahami, tambahkan detail adegan pada tiap gambar. Misalnya nama adegan, dialog, dan penjelasan adegan.

Dengan detail informasi ini, akan memudahkan tim produksi iklan untuk saling berdiskusi selama proses pembuatan video iklan berlangsung.

(VIO)