Apa Pengertian Gaya? Begini Penjelasannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian gaya dalam ilmu sains, yaitu suatu tarikan atau dorongan yang bekerja pada suatu benda. Menurut buku Ilmu Pengetahuan Alam SMP dan MTs Kelas VIII karya Wasis dkk., gaya bisa diukur dengan neraca pegas atau dinamometer.
Adapun satuan gaya dalam SI adalah newton (disingkat N). Satuan lain yang juga kerap digunakan adalah dyne. Satu Newton setara dengan 100.000 dyne.
Sedangkan pengertian gaya menurut buku Fisika 2 SMP Kelas VIII karya Prof. Dr. Mundilarto, M.Pd. dkk., yaitu kegiatan menarik atau mendorong suatu benda. Gaya yang sering ditemui adalah gaya gesekan dan gaya berat.
Pengertian gaya gesekan, yaitu gaya yang terjadi karena pergerakan suatu benda di atas permukaan bidang. Sementara itu, gaya berat berupa perkalian antara percepatan gravitasi bumi dengan massa benda.
Pengaruh Gaya pada Benda
Menurut Wasis dalam bukunya, pengaruh gaya pada benda antara lain sebagai berikut:
Menyebabkan perubahan kecepatan pada gerak benda.
Membuat benda yang sedang diam menjadi bergerak. Pun begitu sebaliknya.
Mengubah arah gerak suatu benda.
Mengubah bentuk suatu benda.
Jenis-jenis Gaya
Gaya digolongkan ke dalam dua bagian, yaitu gaya sentuh dan gaya tak sentuh. Berikut penjelasannya masing-masing dikutip dari buku Fisika 2 SMP Kelas VIII karangan Prof. Dr. Mundilarto, M.Pd. dkk.
a. Gaya sentuh
Gaya sentuh merupakan gaya yang terjadi pada suatu benda melalui sentuhan pada permukaan benda tersebut. Misalnya, Ali sedang mendorong meja, Ibu sedang mengangkat barang belanjaannya, seorang anak mengayuh sepeda, dan pemain voli sedang melempar bola voli.
Gaya sentuh dibagi menjadi dua macam, yaitu gaya tarik dan gaya dorong. Gaya tarik adalah gaya yang timbul karena kegiatan tarik menarik dari suatu benda. Sedangkan gaya dorong adalah gaya yang ditimbulkan dari hasil mendorong suatu benda.
b. Gaya tak sentuh
Gaya tak sentuh adalah gaya yang bekerja pada benda tanpa menyentuh benda tersebut. Gaya tak sentuh dapat diartikan juga sebagai gaya yang dapat bergerak tanpa dibantu oleh dorongan atau tarikan gaya otot. Contohnya, buah mangga yang jatuh dari tangkainya dan besi yang ditarik magnet.
Gaya tak sentuh dibagi menjadi dua bagian, yaitu gaya berat dan gaya listrik. Gaya listrik adalah gaya yang bersumber dari benda bermuatan listrik. Sedangkan gaya berat terjadi karena gravitasi bumi.
Hukum Newton tentang Gaya
Pada 1687, Sir Isaac Newton, Ilmuwan Fisika asal Inggris, menemukan hubungan antara gaya dan gerak. Menurut Wasis dkk., dalam buku Ilmu Pengetahuan Alam SMP dan MTs Kelas VIII, hasil pengamatan dan eksperimen Newton menghasilkan tiga hukum mengenai gaya dan gerak. Hukum tersebut dikenal dengan Hukum I Newton, Hukum II Newton, dan Hukum III Newton. Berikut penjelasannya masing-masing.
Hukum I Newton menyatakan bahwa sebuah benda tetap dalam keadaan diam atau terus bergerak dengan kelajuan tetap, kecuali jika ada gaya luar yang bekerja pada benda tersebut.
Hukum II Newton menyatakan bahwa percepatan yang dihasilkan gaya pada suatu benda sebanding dengan resultan gaya dan berbanding terbalik dengan massa benda.
Hukum III Newton menyatakan bahwa dari suatu gaya yang bekerja pada benda, terjadi gaya reaksi yang sama besar dan arahnya berlawanan.
(ZHR)
