Apa Perbedaan Tanah Aluvial dan Tanah Vulkanik?

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan tanah aluvial dan tanah vulkanik dapat dilihat dari ciri-cirinya. Tanah aluvial dan tanah vulkanik merupakan jenis tanah yang banyak ditemukan di beberapa daerah di Indonesia. Lantas, apa perbedaan kedua jenis tanah ini? Simak uraian lengkapnya berikut ini.
Tanah adalah unsur permukaan bumi yang sangat penting untuk kehidupan di muka bumi. Indonesia sendiri memiliki sekitar 22 jenis tanah yang tersebar di dataran rendah sampai daerah pegunungan.
Mengutip dalam buku IPS Terpadu 1B SMP Kelas VII karya Drs. Anwar Kurnia (2008: 37), faktor yang menyebabkan adanya perbedaan jenis tanah antardaerah di Indonesia, yaitu:
Perbedaan batuan induk
Curah hujan
Intensitas penyinaran matahari
Relief
Tumbuhan penutup tanah
Adapun jenis tanah yang paling dikenal di Indonesia, antara lain tanah aluvial, tanah vulkanik, tanah humus, tanah gambut, dan masih banyak lagi.
Pembahasan kali ini akan menjabarkan secara lengkap, apa perbedaan tanah aluvial dan tanah vulkanik. Selengkapnya ada di bawah ini.
Tanah Aluvial
Tanah aluvial adalah tanah yang terbentuk akibat proses pengendapan bahan-bahan yang dibawa oleh aliran sungai. Bahan-bahan tersebut diendapkan di wilayah yang datar, pada saat aliran sungai melambat.
Secara keseluruhan, tanah aluvial memiliki sifat fisika kurang baik. Sementara itu, sifat kimianya relatif baik, sehingga produktivitasnya tergolong sedang hingga tinggi.
Di Indonesia sendiri, tanah aluvial banyak ditemukan di wilayah timur Sumatera, bagian utara Jawa, Kalimantan Setalan dan Tengah, sekaligus bagian utara dan selatan Papua.
Adapun ciri-ciri yang dimiliki tanah aluvial, yaitu:
Butiranannya lepas-lepas
Warna keabu-abuan hingga kecoklatan
Tekstur liat atau liat berpasir, dengan kandungan pasir kurang dari 50%
Struktur tanahnya pejal
Konsistensinya keras saat kering dan teguh saat kondisi lembap
Kandungan unsur hara tanah aluvial relatif kaya
Permeabilitas lambat
Drainasenya rata-rata sedang
Peka terhadap gejala erosi
Kondisi tanah subur, sehingga cocok untuk daerah persawahan, perkebunan, dan tanaman palawija
Setelah mengenal tanah aluvial, simak proses terbentuk dan ciri-ciri tanah vulkanik berikut ini, agar lebih mengerti perbedaan di antara kedua jenis tanah ini.
Berdasarkan buku Budi Daya Kelapa Sawit di Berbagai Jenis Lahan karya Ir. Sunarko, M.Si (2014: 101), sebenarnya, tanah vulkanik tak kalah baiknya dengan tanah aluvial. Keduanya bahkan sama-sama memiliki tingkat kesuburan yang tinggi.
Perbedaan yang paling jelas, terletak pada sifat fisik dan kimia yang dimiliki tanah aluvial maupun tanah vulkanik.
Tanah Vulkanik
Tanah vulkanik adalah jenis tanah yang terbentuk dari letusan gunung berapi yang mengalami pelapukan.
Jenis tanah ini tersebar di pulau Jawa, Sumatera, Bali, dan Lombok. Tanah vulkanik sendiri terbagi menjadi dua jenis, yakni tanah vulkanik regosol dan vulkanik latosol. Keduanya memiliki perbedaan, yakni:
Tanah vulkanik regosol, yaitu jenis tanah yang memiliki warna abu-abu hingga kuning, teksturnya kasar, dan sedikit mengandung bahan organik. Jenis tanah ini cocok untuk ditanami buah-buahan dan palawija.
Tanah vulkanik latosol, yaitu jenis tanah yang memiliki warna kemerahan hingga kekuningan. Bahan organik yang dikandungnya tergolong sedang dan memiliki sifat asam. Tanah jenis ini sangat cocok ditanami kelapa, pohon karet, kopi, padi, maupun palawija.
Adapun ciri-ciri tanah vulkanik yang kerap ditemukan di dekat lereng pegunungan ini, yaitu:
Berbutir halus, tetapi tidak mudah tertiup angin
Jika dipegang terasa berminyak
Kaya akan mineral yang dibutuhkan oleh tumbuhan
Kondisi tanah subur, sehingga dapat dimanfaatkan untuk bercocok tanam
Memiliki kandungan unsur hara yang sangat tinggi
Dapat disimpulkan, perbedaan antara tanah aluvial dan tanah vulkanik terletak pada sifat-sifat fisika dan kimia tanah. Untuk kualitasnya, keduanya memiliki tingkat kesuburan yang sama-sama baik dan cocok untuk media tanam jenis apa pun.
(VIO)
