Apa Saja Alasan Utama Kegagalan Usaha Baru? Berikut Penjelasannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kegiatan wirausaha adalah proses dinamis untuk menciptakan nilai tambah atas barang maupun jasa. Nilai tambah ini dapat tercipta apabila wirausahawan memiliki keberanian dalam menghabiskan waktunya untuk menyediakan berbagai macam barang dan jasa.
Menurut Dun Steinhoff dan John Burgess dalam buku Ajar Technopreneurship Panduan Bisnis Basis Teknologi karangan I Ketut Widana (2020: 27), seorang wirausaha yang sukses harus memiliki ide atau visi bisnis yang jelas, serta kemauan dan keberanian untuk menghadapi risiko, baik segi waktu maupun uang.
Banyak dana telah dikeluarkan di dalam memulai usaha baru. Banyak pula usaha baru yang mengalami kegagalan dalam jangka satu ataupun dua tahun. Hanya sebagian kecil wirausahawan yang dapat berhasil mengelola usahanya.
Lantas, apa sebenarnya alasan utama kegagalan sebuah usaha baru? Agar tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama, simak uraian lengkap berikut ini.
Alasan Kegagalan Usaha Baru
Alasan utama kegagalan sebuah usaha baru yaitu sangat bergantung pada kemampuan pribadi wirausahawan. Ada pun faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan usaha baru tersebut.
Fakto-faktor ini dirangkum dalam buku Kewirausahaan Teknik Sipil karya Dr. Diah Lydianingtias, S.T. M.M (2017: 51). Berikut ini merupakan alasan utama kegagalan usaha baru yaitu:
1. Tidak kompeten dalam Hal Manajerial
Wirausahawan tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan yang memadai dalam mengelola bidang usaha yang sedang digelutinya.
2. Kurang Berpengalaman dalam Hal Teknis
Wirausahawan tidak memiliki kemampuan memvisualisasikan usaha, mengoordinasikan bidang-bidang kerja, mengelola sumber daya manusia, maupun mengintegrasikan kegiatan operasional perusahaan.
3. Kurang dapat Mengendalikan Keuangan
Agar perusahaan dapat berjalan dengan baik, faktor keberhasilan paling utama dalam hal keuangan adalah mampu memelihara aliran kas.
Wirausahawan juga harus memiliki kemampuan untuk mengatur pengeluaran dan pemasukan secara cermat. Sebab, kekeliruan dalam memelihara kas akan menghambat kegiatan operasional perusahaan.
4. Gagal dalam Perencanaan
Perencanaan merupakan titik awal sebelum kegiatan usaha dimulai. Sekali gagal dalam perencanaan, maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaannya.
5. Lokasi Kurang Memadai
Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. Lokasi yang tidak strategis dapat mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi, karena dinilai kurang efisien.
6. Kurangnya Pengawasan
Pengawasan erat kaitannya dengan efisiensi dan efektivitas kerja. Kurangnya pengawasan, dapat mengakibatkan penggunaan alat dan bahan baku yang tersedia tidak dikelola secara efisien dan efektif.
7. Sikap Kurang Sungguh-Sungguh
Sikap setengah-setengah terhadap usaha, akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi tidak stabil, sehingga mengalami kegagalan. Peluang kegagalan akan lebih besar tercipta, jika selama bekerja wirausahawan tidak pernah bersungguh-sungguh.
8. Ketidakmampuan dalam Melakukan Peralihan/Transisi
Wirausahawan yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan, maka tidak jaminan untuknya menjadi wirausahawan yang berhasil.
Keberhasilan dalam mengelola bisnis baru, hanya dapat diperoleh, apabila ia berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu (menyesuaikan kondisi pasar).
(VIO)
Frequently Asked Question Section
Apa ciri wirausahawan yang sukses?

Apa ciri wirausahawan yang sukses?
Seorang wirausaha yang sukses harus memiliki ide atau visi bisnis yang jelas, serta kemauan dan keberanian untuk menghadapi risiko, baik segi waktu maupun uang.
Apa faktor keberhasilan utama sebuah perusahaan?

Apa faktor keberhasilan utama sebuah perusahaan?
Agar perusahaan dapat berjalan dengan baik, faktor keberhasilan paling utama dalam hal keuangan adalah mampu memelihara aliran kas.
Mengapa keliru mengatur kas dapat berakibat buruk pada perusahaan?

Mengapa keliru mengatur kas dapat berakibat buruk pada perusahaan?
Sebab, kekeliruan dalam memelihara kas akan menghambat kegiatan operasional perusahaan.
