Apa Saja Jenis Makanan yang Terbuat dari Hasil Olahan Singkong?

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Singkong atau ubi kayu merupakan salah satu sumber pangan yang mengandung karbohidrat. Singkong banyak ditanam hampir di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Di Indonesia, tanaman singkong masuk pada tahun 1852 melalui Kebun Raya Bogor dan tersebar di seluruh wilayah Nusantara. Itu bertepatan pula ketika masyarakat dilanda kekurangan pangan pada tahun 1914-1918.
Berdasarkan buku Ancaman di Balik Segarnya Buah dan Sayur karya Nunung Nurjanah, S.P., M.Si dkk (2013: 98), sebagai bahan pangan sumber karbohidrat, singkong memiliki kandungan gizi yang tidak kalah dengan beras, padi, dan terigu.
Kandungan energi setiap 100 gram dalam wujud kering, hampir sama dengan beras maupun terigu. Sebab kandungannya yang hampir sama, singkong dapat dijadikan sebagai makanan pokok.
Pada beberapa daerah, walaupun tidak dikonsumsi sebagai makanan pokok, beberapa olahan singkong juga banyak ditemui. Lalu, apa saja jenis makanan yang terbuat dari hasil olahan singkong? Simak uraian lengkapnya berikut ini.
Jenis Makanan dari Hasil Olahan Singkong
Merangkum dalam buku 100 Resep Hidangan Tradisional karangan Tuti Soenardi dkk (2012: 10), berikut uraian jenis makanan dari hasil olahan singkong atau ubi kayu.
1. Oyek, Aruk dan Kufu
Oyek, aruk, dan kufu adalah butiran berbentuk beras yang terbuat dari hasil fermentasi sederhana singkong. Beberapa daerah di Indonesia masih memproduksi butiran ini, di antaranya yaitu:
Aruk, yaitu butiran singkong yang dihasilkan oleh masyarakat Desa Tempilang, Kecamatan Tempilang, Pulau Bangka. Secara turun temurun, Aruk digunakan sebagai makanan pokok masyarakat setempat.
Oyek, yaitu makanan pokok sekaligus selingan yang sering dikonsumsi pada masa paceklik atau pada saat panen beras mulai turun. Oyek diproduksi oleh masyarakat Jawa di mana pun berada, utamanya di daerah transmigrasi.
Kufu, yaitu olahan singkong berupa beras yang dikonsumsi masyarakat di daerah pedalaman Kalimantan Tengah. Warna kufu lebih coklat daripada Oyek dan Aruk, karena pengaruh proses olahan yang tergolong sangat sederhana.
2. Tiwul
Tiwul adalah makanan dari gaplek singkong yang ditumbuk atau dihaluskan, untuk selanjutnya dikukus. Makanan ini siap disantap dengan sedikit campuran gula jawa atau terkadang bersamaan dengan parutan kelapa.
Tiwul menjadi salah satu pilihan hidangan makanan selingan, karena cara memasaknya sangat mudah dan lebih awet, jika disimpan untuk jangka waktu yang lebih lama.
3. Aci Singkong (Iluy)
Natok adalah hasil olahan singkong dalam bentuk aci segar. Proses pengolahan natok dilakukan dengan cara mengendapkan hasil perasan singkong yang telah diparut terlebih dahulu. Hasil olahan natok menjadi makanan pokok masyarakat Dayak yang disebut “Iluy”.
Sampai saat ini, suku Dayak masih memegang teguh budaya dan tradisinya yang terlihat pada kehidupan sehari-hari, seperti kebiasaan mengonsumsi Iluy sebagai makanan pokok. Nasi hanya dimanfaatkan sebagai makanan selingan saja.
Bagi masyarakat Dayak, nasi tidak mengenyangkan dan sulit dikunyah, sehingga membuat tenggorokan sakit. Sementara itu, Iluy cukup lembek tanpa harus dikunyah, bahkan bisa langsung ditelan, sehingga menjadi kesukaan masyarakat Dayak.
(VIO)
Frequently Asked Question Section
Apa itu olahan singkong yang disebut dengan aruk?

Apa itu olahan singkong yang disebut dengan aruk?
Aruk, yaitu butiran singkong yang dihasilkan oleh masyarakat Desa Tempilang, Kecamatan Tempilang, Pulau Bangka.
Apa itu olahan singkong yang disebut dengan oyek?

Apa itu olahan singkong yang disebut dengan oyek?
Oyek, yaitu makanan pokok sekaligus selingan yang sering dikonsumsi pada masa paceklik atau pada saat panen beras mulai turun.
Apa itu olahan singkong yang disebut dengan kufu?

Apa itu olahan singkong yang disebut dengan kufu?
Kufu, yaitu olahan singkong berupa beras yang dikonsumsi masyarakat di daerah pedalaman Kalimantan Tengah.
