Apa Saja Manfaat Bermain Kelereng? Simak Jawabannya Berikut Ini

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kelereng adalah jenis permainan tradisional, yaitu tradisi yang diturunkan secara turun temurun oleh nenek moyang bangsa Indonesia, dari satu generasi ke generasi lainnya.
Kelereng sendiri berbentuk benda kecil yang dibuat oleh pabrik, sehingga pada zaman dahulu penggunaan kelereng masih sangat terbatas, yakni hanya dapat dimainkan oleh kalangan masyarakat yang tinggal di perkotaan saja.
Sementara itu, pada daerah yang jauh dari pusat perkotaan dan pabrik, memainkan kelereng dilakukan dengan menggunakan biji-bijian. Variasi nama kelereng di tiap daerah pun berbeda-beda, misalnya, di Jawa kelereng disebut dengan nekaran, sedangkan di Sunda disebut kaleci.
Seiring dengan perkembangan zaman, kelereng dapat terbuat dari kaca, tanah liat, atau agate. Ukuran kelereng umumnya memiliki diameter ½ inci atau sekitar 1,25 cm, dari ujung ke ujungnya.
Kelereng dapat dimainkan sebagai permainan anak yang bersifat kompetitif dan edukatif, atau bisa juga dikoleksi dengan tujuan untuk nostalgia semata, atau karena warna dan motifnya yang memancarkan keindahan.
Bermain kelereng dapat memberikan banyak manfaat, mulai dari segi sosial, emosional, dan kesehatan seseorang. Lantas apa saja manfaat bermain kelereng? Simak jawaban selengkapnya melalui tulisan di bawah ini.
Manfaat Bermain Kelereng
Bermain kelereng dapat memberikan manfaat, baik dari segi sosial maupun emosional. Dikutip dalam buku Permainan Tradisional: Prosedur dan Analisis Manfaat Psikologis karya Iswinarti, berikut adalah manfaat bermain kelereng.
1. Meningkatkan kemampuan kognitif
Secara umum, bermain kelereng dapat melatih konsentrasi, meningkatkan kemampuan dalam mengatasi sebuah permasalahan. Sementara itu, dalam pengaplikasian permainannya, kelereng dapat bermanfaat sebagai berikut.
Menciptakan strategi dan konsentrasi agar kelereng yang dimainkan bisa mendekati lubang.
Membutuhkan strategi dan taktik agar kelereng bisa mengenai lawan.
Menggunakan strategi agar kelereng tidak dapat diserang balik lawannya, dengan cara mengumpat di bebatuan atau tanaman.
2. Meningkatkan kemampuan dalam perkembangan sosial
Dari segi sosial, bermain kelereng dapat membantu seseorang untuk mampu bersosialisasi dengan baik, memupuk arah berkompetisi, serta melatih kerja sama sesama manusia.
3. Meningkatkan perkembangan kepribadian
Dengan bermain kelereng, seseorang akan mendapatkan manfaat berupa rasa kepercayaan diri yang meningkat, menumbuhkan rasa sportivitas dan empati, serta belajar mengambil keputusan dan tanggung jawab.
4. Memupuk perkembangan emosi
Selain memberikan manfaat dari segi sosial, bermain kelereng juga dapat melatih kesabaran, serta pengendalian dan kontrol emosi diri. Hal ini dapat dilihat ketika kelereng yang dimainkannya tidak masuk ke lubang atau tidak mengenai lawan.
Sementara itu, dalam buku Direktori Permainan Tradisional Kabupaten Banyuasin karya Irwan P. Ratu Bangsawan, manfaat bermain kelereng juga dapat disebutkan sebagai berikut, yaitu:
Melatih sikap kejujuran
Meningkatkan kecerdasan emosional
Melatih kesabaran
Meningkatkan kepercayaan diri seseorang
Melatih perkembangan motorik
Meningkatkan kecermatan dan ketelitian
Melatih kemampuan berpikir
Melatih kemampuan sosial dalam menjalin pertemanan dan kepedulian.
(HDP)
