Apa Saja Prinsip Dasar yang Melahirkan Ilmu Ekonomi?

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimanakah menjawab pertanyaan, prinsip dasar yang melahirkan ilmu ekonomi mencakup dua hal, jelaskan. Tidak perlu khawatir, simak penjelasannya di bawah ini.
Modul Konsep Ilmu Ekonomi yang ditulis oleh Yuhelfaiza, S.Pd, dkk, menyebutkan pengertian tentang ilmu ekonomi menurut Prof. P.A Samuelson, seorang ahli ekonomi.
Tentang Ilmu Ekonomi
Menurut Prof. P.A Samuelson, ilmu ekonomi adalah suatu studi mengenai bagaimana orang-orang dan masyarakat membuat pilihan, dengan cara atau tanpa penggunaan uang.
Pilihan tersebut juga dibuat dengan menggunakan sumber daya yang terbatas tetapi dapat digunakan dalam berbagai cara untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa serta mendistribusikannya untuk keperluan konsumsi sekarang dan di masa mendatang, kepada berbagai orang dan golongan masyarakat.
Lebih lanjut, ilmu ekonomi menganalisis biaya dan juga keuntungan serta bermanfaat juga dalam memperbaiki corak penggunaan sumber daya alam.
Melihat dari definisi tersebut, Prof. P.A Samuelson juga mengungkapkan bahwa ada prinsip dasar yang melahirkan ilmu ekonomi di dunia ini, yakni:
Kelangkaan, alat pemuas terbatas, sementara itu keinginan manusia tidak bisa terbatas, sehingga terjadi kelangkaan.
Pilihan, cara manusia untuk memenuhi kebutuhan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya.
Hal ini juga disebutkan dalam Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Issi, bahwa ekonomi merupakan ilmu tentang perilaku dan tindakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang bervariasi.
Pengertian Kelangkaan dalam Prinsip Dasar Ilmu Ekonomi
Mengutip laman resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang ditulis oleh Rini Nia Nilasari, kelangkaan atau yang disebut dengan scarcity adalah kesenjangan antara sumber daya ekonomi yang terbatas dengan jumlah kebutuhan hidup yang tidak terbatas. Kelangkaan timbul karena kebutuhan manusia terus bertambah.
Konsep kelangkaan sendiri diartikan sebagai suatu keadaan di mana jumlah alat pemuas lebih sedikit dari kebutuhan yang ada di lingkungan sekitar.
Untuk bisa menghasilkan berbagai barang dan jasa sebagai alat pemuas kebutuhan diperlukan berbagai sumber daya. Beberapa sumber daya tersebut adalah sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya modal.
Pengertian Pilihan dalam Prinsip Dasar Ilmu Ekonomi
Pilihan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari sebab keinginan seorang manusia melebihi kemampuannya untuk memenuhi segalanya. Dalam memenuhi kebutuhan, ada beberapa pilihan yang perlu dilakukan untuk memilih mana yang terbaik.
Tidak hanya itu, pilihan secara tidak langsung mampu menguras seluruh pendapatannya, sehingga beberapa orang harus bisa melakukan pilihan yang lebih menguntungkan terutama bagi dirinya sendiri.
Karena dengan pendapatan yang terbatas, masyarakat selalu dihadapkan dengan beberapa pilihan untuk menentukan kebutuhan mana dulu yang harus didahulukan maupun kebutuhan apa juga yang harus dipenuhi di kemudian harinya.
Inilah mengapa muncul istilah skala prioritas untuk bisa membantu masyarakat dalam melakukan pilihan. Skala prioritas sendiri adalah keadaan di mana seseorang harus menentukan pilihan urgensi dari kebutuhan atau pekerjaan yang harus didahulukan.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa pengertian kelangkaan dalam ilmu ekonomi?

Apa pengertian kelangkaan dalam ilmu ekonomi?
Kelangkaan atau yang disebut dengan scarcity adalah kesenjangan antara sumber daya ekonomi yang terbatas dengan jumlah kebutuhan hidup yang tidak terbatas.
Apa itu skala prioritas?

Apa itu skala prioritas?
Skala prioritas adalah keadaan di mana seseorang harus menentukan pilihan urgensi dari kebutuhan atau pekerjaan yang harus didahulukan.
Apa itu ilmu ekonomi?

Apa itu ilmu ekonomi?
Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Issi menyebutkan bahwa ekonomi merupakan ilmu tentang perilaku dan tindakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang bervariasi.
