Konten dari Pengguna

Apa yang Akan Terjadi Jika Kita Tidak Memiliki Sikap Persatuan dan Kesatuan?

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sikap Persatuan dan Kesatuan. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sikap Persatuan dan Kesatuan. Foto: Pixabay

Indonesia adalah bangsa yang kaya akan keberagaman ras, suku bangsa, bahasa, hingga agama. Sesuai dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, sebagai warga negara yang baik harus bisa menerima keberagaman tersebut dengan sikap persatuan dan kesatuan.

Dikutip dari Jurnal Urgensi Memahami dan Mengimplementasikan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari oleh Anugrah Oktavian (2018: 125), kewajiban negara secara konstitusi adalah memberikan perlindungan dan keamanan kepada seluruh tumpah darah Indonesia melalui semangat persatuan.

Hal itu tentu memerlukan kerjasama antara warga negara dan pemerintah. Lantas, apa yang akan terjadi jika kita tidak memiliki sikap persatuan dan kesatuan?

Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut yang dirangkum dari Jurnal Ketahanan Nasional: Implementasi Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara oleh Soeprapto (2005: 26).

Ilustrasi sikap individualisme dan egoisme dalam hidup bermasyarakat. Foto: Unsplash

Muncul Sikap Individualisme dan Egoisme

Sangat berbahaya jika sikap inividualisme dan egoisme terus dibiarkan dalam diri manusia. Manusia adalah makhluk sosial, yang artinya masih membutuhkan bantuan orang lain.

Bagaimana jika suatu saat seseorang mengalami kesulitan, tapi tetap teguh dengan sikap individualisme dan egoisme-nya? Pastinya ia akan merasakan pahitnya hidup dengan harus menjalaninya sendiri.

Padahal, tidak ada ruginya menumbuhkan sikap persatuan dan kesatuan dalam hidup bermasyarakat, yang diwujudkan dalam sikap tolong-menolong antar sesama.

Tidak memiliki sikap persatuan dan kesatuan membuat seseorang merasa takut. Foto: Unsplash

Timbul Ketidaknyamanan dan Ketakutan Antar Warga

Negara wajib memberi jaminan perlindungan dan keamanan terhadap warga negaranya. Antara warga negara dan pemerintah wajib berkolaborasi agar tercipta rasa aman, nyaman, dan terkendali.

Namun, apa yang terjadi jika warga tidak mempunyai sikap mengutamakan persatuan dan kesatuan? Rasa aman, nyaman, dan terkendali tentu tidak akan tercipta begitu saja jika tiap individu masih bersikap acuh tak acuh.

Ilustrasi diskriminasi. Foto: Unsplash

Diskriminasi Terhadap Individu atau Kelompok Tertentu

Sikap diskriminasi adalah tindakan tidak terpuji dan dapat menimbulkan hal buruk. Pemerintah harus mampu memberi perlakuan yang sama kepada seluruh warganya di mana pun, tanpa memandang ras, suku, budaya, maupun agama.

Dalam hidup bermasyarakat, sebagai warga negara yang baik harus mampu menjunjung tinggi sikap toleransi terhadap satu sama lain agar persatuan dan kesatuan bangsa terjaga dengan baik.

Ilustrasi Konflik Akibat Tidak ada Sikap Persatuan dan Kesatuan. Foto: Pixabay

Terjadinya Konflik

Setiap warga negara pasti memiliki kepentingan dan tujuan masing-masing. Namun, yang perlu diingat, manusia adalah makhluk sosial yang pasti tetap memerlukan kehadiran manusia lainnya.

Warga negara yang baik tetap harus mengutamakan kepentingan golongan di atas kepentingan pribadi demi meminimalisir terjadinya konflik dan pertikaian.

Kehancuran secara Perlahan

Terakhir, jawaban atas pertanyaan apa yang akan terjadi jika kita tidak memiliki tidak sikap persatuan dan kesatuan, yaitu kehancuran secara perlahan.

Tidak dipungkiri, terkikisnya rasa persatuan dan kesatuan antar warga negara secara perlahan akan menghantarkan pada gerbang kehancuran.

Mirisnya, kehancuran ini bisa saja tidak hanya berdampak pada satu bidang saja, melainkan bidang-bidang lainnya ikut merasakan dampaknya. Pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan untuk menghindarkan sebuah negara dari kekacuan yang tidak diinginkan.

(VIO)