Apa yang Digunakan oleh Nelayan Tradisional untuk Menangkap Ikan?

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa yang digunakan oleh nelayan tradisional untuk menangkap ikan? Sebelum membahas apa saja alat yang digunakan untuk menangkap ikan, ketahui terlebih dahulu apa itu nelayan dan perbedaan antara nelayan tradisional dengan nelayan modern.
Menurut Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 Pasal 1, nelayan adalah orang yang mata pencahariannya melakukan penangkapan ikan.
Dalam pengertian yang lebih luas, nelayan adalah orang yang secara aktif melakukan kegiatan usaha dan pekerjaan penangkapan ikan di laut.
Dikutip dari Ketimpangan dalam Pembangunan (Bunga Rampai Realitas Sosial atas Ketimbangan Pembangunan di Indonesia) oleh Mahasiswa Sosiologi Pembangunan UMM 2014, nelayan tradisional adalah nelayan yang masih mempertahankan penggunaan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan, seperti jaring ikan.
Sementara, nelayan modern adalah nelayan yang menangkap ikan dan hewan laut dengan memakai peralatan modern. Simak perbedaan nelayan tradisional dan nelayan modern serta alat yang digunakan untuk menangkap ikan.
Perbedaan Nelayan Tradisional dan Nelayan Modern
Dikutip dari Arif Cerdas untuk Sekolah Dasar Kelas 4 oleh Christiana Umi, berikut beberapa perbedaan antara nelayan tradisional dan nelayan modern.
1. Nelayan Tradisional
Nelayan tradisional tinggal di kampung nelayan.
Nelayan tradisional pergi melaut pada malam hari.
Nelayan membawa sampan dan jaring untuk pergi berlayar.
Saat berlayar, nelayan harus menghadapi ombak dan badai di laut.
Karena hanya menggunakan sa pan, nelayan tidak dapat pergi melaut terlalu jauh.
Tangkapan ikannya kadang banyak dan kadang sedikit, bergantung pada cuaca.
Sampan yang digunakan tidak bermesin sehingga tidak perlu membeli bahan bakar.
2. Nelayan Modern
Nelayan modern memiliki kapal yang lebih besar dan menggunakan bantuan mesin sehingga tidak mudah terguncang ombak.
Kapalnya menggunakan mesin sehingga memerlukan bahan bakar.
Penggunaan bahan bakar dapat mencemari lingkungan perairan.
Nelayan modern dapat berlayar ke laut lepas sehingga tangkapan ikannya banyak.
Alat penangkap ikannya berupa jaring dan juga radar yang dapat mendeteksi kumpulan ikan, bahkan ada yang menggunakan bom.
Banyak yang menangkap ikan dengan pukat harimau dan bahan peledak.
Pukat harimau adalah jaring sangat besar yang dapat menjaring berbagai makhluk hidup di laut, sedangkan bom ikan adalah bahan peledak untuk menangkap ikan. Cara ini dapat menyebabkan hancurnya terumbu karang dan habitat ikan.
Apa yang Digunakan oleh Nelayan Tradisional untuk Menangkap Ikan?
Alat apa saja yang digunakan oleh nelayan tradisional untuk menangkap ikan? Para nelayan tradisional dalam menangkap ikan umumnya menggunakan sampan dan jaring untuk berlayar.
Selain itu, ada beberapa alat lain yang digunakan oleh nelayan tradisional untuk menangkap ikan, antara lain:
1. Bubu
Dikutip dari Ensiklopedia Profesi Nelayan oleh T. Puji Rahayu, bubu adalah alat penangkap ikan yang umum dikenal oleh nelayan. Alat penangkap ikan ini memiliki berbagai variasi bentuk, ada yang seperti sangkar, silinder, gendang, bulat setengah lingkaran, dan lain-lain.
Pada umumnya, bubu terbuat dari bahan anyaman bambu, yang terdiri dari bagian badan (body), mulut (funnel) dan pintu badan bubu berupa rongga tempat di mana ikan-ikan akan terkurung.
Bagian mulut yang berbentuk seperti corong merupakan tempat di mana ikan dapat masuk tapi tidak dapat keluar, sedangkan bagian pintu adalah tempat pengambilan hasil tangkapan.
Cara kerja bubu adalah dengan meletakkan alat penangkap ikan ini di dasar perairan dan ditutupi potongan-potongan karang (untuk daerah terumbu karang) sehingga akan mengecoh ikan.
Bubu dipasang di perairan dengan kedalaman kurang dari tiga meter selama dua sampai tiga hari. Pada perairan yang lebih dalam, digunakan bubu yang terbuat dari kerangka besi yang diberi jaring dari nilon maupun benang.
2. Kelong
Kelong adalah alat penangkap ikan dan hasil laut lainnya yang dipasang di pesisir pantai. Kelong pada umumnya terbuat dari anyaman bambu (tanang) yang dibuat sedemikian rupa sehingga membentuk dinding.
Kelong terdiri dari beberapa bagian, yaitu:
Leminan, berbentuk ruang hati dengan garis lurus yang mempunyai ukuran paling besar.
Ligau satu, mempunyai bentuk yang sama dengan laminan, namun ukurannya tidak terlalu besar.
Ligau dua, berbentuk persegi panjang dan ukurannya lebih kecil.
Ligau tiga, berbentuk lingkaran dengan ukuran paling kecil.
3. Lukah
Lukah merupakan alat untuk menangkap ikan yang dipasang di dalam air yang tidak seberapa dalam. Lukah hanya dapat digunakan di sungai-sungai yang kecil.
Alat penangkap ikan ini terbuat dari bambu atau rotan dan dilengkapi dengan penutup. Saat ada ikan yang masuk ke dalam lukah, tutup lukah tersebut akan secara otomatis menutup.
Lukah dibuat sedemikian rupa membentuk silinder dengan panjang sekitar 1,5 meter dan diameter 30 cm. Cara kerja alat ini adalah dengan meletakkannya pada jalur yang biasa dilalui ikan.
Setelah diletakkan pada tempat yang strategis, lukah didiamkan selama sehari kemudian diambil kembali keesokan harinya.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa pengertian nelayan tradisional?

Apa pengertian nelayan tradisional?
Nelayan tradisional adalah nelayan yang masih mempertahankan penggunaan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan, seperti jaring ikan.
Apa pengertian nelayan modern?

Apa pengertian nelayan modern?
Nelayan modern adalah nelayan yang menangkap ikan dan hewan laut dengan memakai peralatan modern.
Sebutkan tiga ciri nelayan tradisional!

Sebutkan tiga ciri nelayan tradisional!
Ciri nelayan tradisional di antaranya adalah tinggal di kampung nelayan, pergi melaut pada malam hari, dan membawa sampan dan jaring untuk pergi berlayar.
