Apa yang Disebut dengan Pola Hidup Berpindah-pindah? Ini Jawabannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pola hidup berpindah-pindah disebut dengan nomaden. Perilaku berpindah-pindah hunian tersebut dilakukan oleh kelompok manusia praaksara.
Kehidupan masyarakat pada zaman prasejarah yang berkembang dipengaruhi oleh kebudayaan yang dimiliki suatu kelompok. Di antaranya cara mendapat makanan, bagaimana mereka bertahan hidup, dan lain sebagainya.
Diperkirakan manusia zaman praaksara pada mulanya hidup dengan cara berburu dan meramu. Hidup mereka umumnya masih tergantung pada alam.
Untuk mempertahankan hidup, mereka menerapkan pola hidup yang berpindah-pindah, tergantung dari bahan makanan yang tersedia. Pola hidup berpindah-pindah disebut dengan nomaden.
Nomaden, Sebutan untuk Pola Hidup Berpindah-pindah
Secara spesifik, nomaden merupakan pola hidup yang berpindah-pindah dari suatu tempat ke tempat lain secara berkesinambungan.
Dalam buku berjudul Sejarah Indonesia Kelas X SMA/MA/SMK/MAK yang ditulis Amurwani Dwi L. dkk., peralatan yang digunakan mereka masih terbuat dari batu sederhana. Hal ini berkembang terutama pada manusia Meganthropus dan Pithecanthropus.
Tempat-tempat yang dituju oleh komunitas itu umumnya lingkungan dekat sungai, danau, atau sumber air lainnya yang termasuk daerah pantai. Mereka beristirahat di bawah pohon besar dan membuat atap serta sekat tempat istirahat dari daun-daunan.
Menurut buku Sejarah untuk SMA/MA Kelas X oleh Dwi Ari Listiyani, manusia purba sebenarnya telah pandai memilih tempat tinggal. Misalnya, di tepi sungai, di tepi danau, ataupun di pantai. Ada juga yang tinggal di dalam gua-gua atau ceruk-ceruk batu.
Mereka hidup di tepi sungai atau danau karena terdapat banyak ikan dan binatang lain yang menjadi buruan sehingga dapat dimakan. Ada pula yang hidup di tepi pantai karena menyediakan sumber makanan.
Demikian juga yang tinggal di gua-gua. Di daerah sekitarnya terdapat cukup sumber makanan, sehingga mereka bisa bertahan untuk hidup. Masa inilah yang disebut sebagai masa mencari dan mengumpulkan makanan (food gathering) dengan sistem hidup berpindah-pindah (nomaden).
Ciri Kehidupan Saat Masa Berburu dan Berpindah-pindah
Adapun masyakarat praaksara yang memiliki perilaku nomaden atau kehidupan berburu dan berpindah-pindah memiliki ciri-ciri tertentu. Mengutip dari buku yang ditulis Dwi Ari Listiyani, ciri-ciri tersebut antara lain:
Manusia hidup berkelompok dan tempat tinggalnya berpindah-pindah dari tempat yang satu ke tempat yang lain (nomaden) seiring dengan usaha memenuhi kebutuhan hidupnya.
Kebutuhan makan mereka tergantung pada alam, sehingga caranya mencari makan disebut food gathering (mengumpulkan makanan) dan berburu.
Belum mengenal bercocok tanam.
Alat-alat kebutuhan hidup dibuat dari batu yang belum dihaluskan (masih sangat kasar).
(AMP)
Frequently Asked Question Section
Pola hidup berpindah-pindah disebut?

Pola hidup berpindah-pindah disebut?
Nomaden.
Di mana saja manusia prasejarah tinggal berpindah-pindah?

Di mana saja manusia prasejarah tinggal berpindah-pindah?
Di lingkungan dekat sungai, danau, atau sumber air lainnya yang termasuk daerah pantai.
Sebutkan ciri masyarakat berburu dan berpindah-pindah!

Sebutkan ciri masyarakat berburu dan berpindah-pindah!
1. Hidup berkelompok dan tinggal berpindah-pindah. 2. Kebutuhan makan tergantung pada alam. 3. Belum mengenal bercocok tanam. 4. Alat-alat kebutuhan hidup dibuat dari batu yang belum dihaluskan (masih sangat kasar).
