Apa yang Terjadi Saat Sakelar Lampu Ditekan? Berikut Jawabannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lampu adalah salah satu sumber penerangan yang digunakan manusia. Lampu terus mengalami perkembangan inovasi setiap zamannya, dari pertama kali ditemukan hingga sampai saat ini.
Penemu lampu listrik adalah Thomas Alva Edison, seorang ilmuwan ternama di dunia. Kehadiran lampu dalam kehidupan manusia, memudahkan manusia untuk melakukan kegiatan sehari-hari, khususnya di waktu malam, saat tidak ada cahaya matahari.
Saat ini, lampu sebagai pencahayaan pada sistem penerangan, terbagi menjadi empat jenis. Dikutip dalam Jurnal Kajian Intensitas Cahaya karya Adin Sudirman, jenis-jenis pencahayaan, yaitu:
Lampu pijar, yaitu lampu yang bertindak sebagai ‘badan abu-abu’, yang secara selektif memancarkan radiasi, dan hampir seluruhnya terjadi pada daerah nampak.
Lampu tungsten-halogen, yaitu jenis lampu yang mirip dengan lampu pijar, tapi bola lampunya diisi dengan gas halogen.
Lampu neon, adalah lampu yang terkenal cukup awet, karena mampu bertahan 10 hingga 20 kali, serta lebih efisien daripada lampu pijar biasa.
Lampu uap merkuri, adalah jenis lampu dengan model tertua yang menggunakan HID (High Intensity Discharge).
Prinsip Kerja Lampu
Mengutip dalam buku Dunia IPA yang diterbitkan oleh Yudhistira Ghalia Indonesia, secara umum, prinsip kerja sebuah lampu adalah dengan menghubungkan secara singkat arus listrik, kepada filamen tungsten berbentuk lilitan kumparan.
Arus listrik di lampu mengalir dari sumber energi listrik. Kemudian di dalam lampu terdapat muatan positif dan negatif, yang mengalir melalui kawat pada lampu. Kedua muatan listrik tersebut bertemu, yang menyebabkan terjadinya panas apabila lampu disentuh.
Panas tersebut dibuat dengan mencapai suhu tertentu, agar filamen dapat berpijar dan mengeluarkan cahaya. Adapun bagian-bagian lampu, antara lain:
Bohlam kaca
Gas (argon)
Filamen tungsten
Kawat pengalir arus listrik bermuatan positif
Kawat pengalir arus listrik bermuatan negatif
Kawat penunjang
Tabung kaca
Bagian kontak elektris (negatif)
Tutup
Penyekat
Bagian kontak elektris (positif)
Pengertian Sakelar
Perpindahan energi listrik pada rangkaian cara kerja lampu berlangsung begitu cepat, meskipun memiliki komponen tidak sederhana. Sementara itu, untuk dapat menyalakan atau mematikan lampu, dibutuhkan sebuah alat, yang disebut sakelar.
Mengutip dalam sumber yang sama, saklar adalah alat yang digunakan sebagai pemutus dan penyambung aliran arus listrik. Pada rangkaian listrik sederhana, kedua penjepit yang bersifat konduktor, berfungsi memutus dan menyambungkan arus listrik.
Apa yang Terjadi Saat Sakelar Lampu Ditekan?
Lalu, apa yang terjadi saat sakelar lampu ditekan? Sama seperti pernyataan sebelumnya, jawaban dari pertanyaan tersebut adalah sakelar yang ditekan dapat menyebabkan terjadinya sambungan atau pemutusan aliran arus listrik.
Ketika sakelar dalam keadaan mati, maka energi listrik tidak akan mengalir, yang disebut dengan rangkaian listrik dalam keadaan terbuka. Begitu pula sebaliknya, ketika sakelar diaktifkan kembali, maka rangkaian listrik menjadi dalam keadaan tertutup.
Sederhananya, ketika sakelar ditekan dalam keadaan hidup, maka lampu yang semula nyala akan mati. Sementara itu, ketika sakelar ditekan dalam keadaan lampu mati, maka lampu tersebut akan berubah menjadi nyala seiring dengan aliran listrik di dalamnya.
(HDP)
Frequently Asked Question Section
Siapa penemu lampu listrik?

Siapa penemu lampu listrik?
Penemu lampu listrik adalah Thomas Alva Edison.
Apa saja jenis pencahayaan?

Apa saja jenis pencahayaan?
Lampu pijar, lampu tungsten-halogen, lampu neon, dan lampu uap merkuri.
Bagaimana prinsip kerja lampu?

Bagaimana prinsip kerja lampu?
Prinsip kerja sebuah lampu adalah dengan menghubungkan secara singkat arus listrik, kepada filamen tungsten berbentuk lilitan kumparan.
