Apakah Ikan Hiu Bisa Dimakan? Ini Penjelasannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pertanyaan apakah ikan hiu bisa dimakan kini semakin banyak dicari jawabannya. Ada pro dan kontra terhadap konsumsi ikan predator tersebut.
Ikan hiu merupakan salah satu predator puncak atau apex predator di laut. Itu artinya, hiu membantu menjaga keseimbangan ekosistem laut. Salah satunya mengonsumsi ikan yang sakit dan lemah, guna menurunkan risiko penyebaran penyakit.
Apakah Ikan Hiu Bisa Dimakan? Ketahui Berbagai Risikonya
Mengutip laman Kementrian Kelautan dan Perikanan kkp.go.id, ikan hiu di Indonesia terdiri dari ratusan jenis. Beberapa jenis tertentu harus dibatasi penangkapannya guna memastikan populasinya memadai. Jenis ikan hiu yang dalam pengawasan, seperti Hiu Martil (hammerhead shark) dan Hiu Paus (Rhincodon typus).
Penangkapan ikan hiu di laut perairan Indonesia memang kerap mendapat pengawasan. Hal ini dilakukan terutama untuk jenis ikan hiu yang dianggap populasinya sudah menurun atau penangkapannya dianggap berlebihan.
Salah satu alasan masyarakat menangkap hiu adalah untuk dikonsumsi. Namun, apakah hiu bisa dimakan? Di beberapa tempat di dunia, termasuk Indonesia, konsumsi ikan hiu sudah menjadi bagian dari kuliner.
Pengolahan ikan hiu mulai dari dikeringkan, diasap maupun diasinkan. Hiu merupakan sumber protein dan asam lemak omega 3 yang bagus untuk kesehatan.
Mengutip dari halalmui.org, Dr.K.H. Maulana Hasanuddin, M.A. sebagai Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat, hewan yang hidup, berkembang-biak di laut, bernapas dengan insang, merupakan makanan halal. Berdasarkan hadis, binatang bertaring atau berkuku tajam yang tidak boleh dikonsumsi, terbatas bagi hewan darat, tidak termasuk hewan air atau laut.
Hanya saja, konsumsi ikan hiu juga memiliki risiko kesehatan dan dampak negatif terhadap lingkungan yang perlu menjadi pertimbangan. Berikut penjelasannya.
1. Risiko Kandungan Merkuri yang Tinggi
Ikan hiu sebagai predator puncak memiliki kadar merkuri yang tinggi dalam tubuh. Bagi manusia, merkuri dapat menimbulkan risiko gangguan kesehatan yang serius, seperti penyakit pada hati, ginjal dan sistem saraf. Kelompok yang rentan seperti anak-anak, wanita hamil dan ibu menyusui disarankan tidak mengonsumsi ikan hiu.
2. Tinggi Kandungan Urea
Kandungan urea yang ada pada ikan hiu, akan berubah menjadi amonia saat hiu mati. Jika tidak diolah dengan tepat, daging hiu akan menimbulkan bau dan rasa yang tidak enak.
3. Ikan Hiu Terancam Punah
Dari sisi lingkungan, hiu merupakan penjaga keseimbangan ekosistem laut. Penangkapan ikan hiu berlebihan dapat merusak habitat dan menurunkan populasinya. Tentu saja hal tersebut akan berdampak pada ekosistem laut secara keseluruhan.
Pemaparan di atas sekiranya dapat menjawab ikan hiu bisa dimakan atau tidak. Meski bisa dikonsumsi dan halal, sebaiknya pertimbangkan hal tersebut lebih lanjut dan pastikan tidak akan mengganggu kesehatan maupun lingkungan. (RRS)
Baca Juga: Jenis-jenis Hiu di Dunia dan Karakteristikmya
