Apakah Setiap Benda Mempunyai Nilai Pakai dan Nilai Tukar? Ini Jawabannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Suatu benda akan memiliki nilai jika benda tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Penilaian akan suatu benda juga berbeda-beda. Secara umum nilai suatu benda dibagi menjadi nilai pakai dan nilai tukar.
Berikut ini uraian mengenai nilai pakai dan nilai tukar dalam konsep ekonomi.
Pengertian Nilai Pakai
Menurut buku Modul Nilai Guna oleh TIM PKM IKIP PGRI Bojonegoro, nilai pakai adalah kemampuan suatu benda untuk dapat dipakai dalam memenuhi kebutuhan manusia. Sebagai contoh, baju bernilai pakai karena bermanfaat untuk dikenakan manusia saat beraktivitas.
Faktor nilai pakai mempertimbangkan manfaat dari suatu benda untuk membantu kehidupan manusia. Terdapat empat jenis nilai pakai secara umum, yaitu:
1. Nilai pakai waktu
Nilai pakai waktu berhubungan dengan akses dari suatu benda atau produk pada saat dibutuhkan manusia.
Contohnya, baju tebal akan dipasarkan dan digunakan pada saat musim hujan dan musim dingin. Manfaat dari penggunaan baju tebal ialah untuk menghangatkan tubuh.
2. Nilai pakai bentuk
Suatu produk akan memiliki nilai guna bentuk lebih tinggi jika terdapat perubahan bentuk dari bahan pembuat produk tersebut.
Contohnya, nilai pakai bentuk sepotong roti lebih tinggi dibandingkan nilai pakai bahan pembuat roti seperti tepung.
3. Nilai pakai kepemilikan
Nilai pakai kepemilikian adalah nilai yang berhubungan dengan perubahan kepunyaan suatu produk atau benda dari satu orang ke orang lain. Nilai ini terbentuk ketika seseorang memberikan suatu barang kepada orang lain, sehingga kepemilikannya berubah.
Contohnya, seorang tenaga medis membeli stetoskop di sebuah toko. Maka nilai kepemilikian stetoskop bagi tenaga medis tinggi, karena tenaga medis membutuhkan alat itu untuk menjalankan pekerjannya.
4. Nilai pakai tempat
Nilai pakai tempat berhubungan dengan ketersediaan suatu benda atau produk pada saat dibutuhkan oleh manusia. Nilai pakai ini dapat dimaksimalkan oleh produsen dengan menjadikan produk yang dijual mudah dijangkau oleh konsumen pada waktu yang tepat.
Contonya, kantin perusahaan hendaknya berada di bagian perusahaan untuk memudahkan pekerja sebagai konsumen menjangkaunya ketika waktu istirahat.
Nilai Tukar
Menurut jurnal Kegiatan Ekonomi Konsumen dan Produsen oleh Kardoyo dan Ahmad Nurkhin, nilai tukar adalah kemampuan suatu barang untuk dapat ditukar dengan uang maupun benda lainnya. Nilai tukar terdiri dari dua macam, yaitu:
1. Nilai tukar subjektif
Nilai tukar subjektif adalah nilai suatu barang yang dilihat menurut sudut pandang pemiliknya atau orang yang menukarnya. Nilai tukar ini bersifat individual, sehingga berbeda-beda antara orang yang satu dengan orang yang lainnya.
2. Nilai tukar objektif
Nilai tukar objektif meliputi nilai tukar suatu barang yang berlaku secara umum. Atau dengan kata lain, nilai tukar yang diberikan oleh masyarakat terhadap suatu benda untuk dapat ditukarkan dengan benda lain dilihat dari sudut pandang barang itu sendiri.
Dengan demikian, untuk menjawab pertanyaan seperti:
Apakah setiap benda mempunyai nilai pakai dan nilai tukar?
Maka jawabannya adalah ya. Setiap benda memiliki nilai pakai dan tukar. Hanya saja yang membedakannya adalah jenis benda dan kegunaannya bagi setiap manusia.
(FNS)
