Apakah yang Dimaksud Biogas Kotoran Sapi?

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kotoran sapi selalu dipandang negatif, sebab memiliki bau tak sedap, menjijikkan, dan lebih sering menimbulkan masalah daripada mendatangkan manfaat. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, kotoran sapi dapat menurunkan mutu lingkungan hingga mengundang penyakit.
Permasalahan sekarang, bagaimana mengurangi risiko pencemaran yang ditimbulkan oleh kotoran sapi? Ada beberapa pilihan untuk memanfaatkannya. Salah satu cara yang paling populer adalah penggunaan kotoran sapi sebagai penghasil biogas.
Merangkum buku Panduan Praktis Biogas oleh Sri Wahyuni MP (2013: 11), biogas merupakan teknologi sederhana yang mengubah kotoran sapi, menjadi sumber energi yang bermanfaat. Teknologi ini mampu mengurangi ketergantungan manusia terhadap bahan bakar minyak yang semakin mahal dan terbatas ketersediaannya.
Lantas, apa yang dimaksud biogas kotoran sapi? Bagaimana proses pembuatannya? Agar lebih memahaminya, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Apakah yang Dimaksud Biogas Kotoran Sapi?
Biogas kotoran sapi adalah gas yang dihasilkan dari fermentasi kotoran hewan ternak sapi. Komponan biogas adalah gas metana. Prinsip kerja biogas adalah pengumpulan kotoran sapi ke dalam tangki kedap udara (agar udara tidak bebas keluar masuk).
Penumpukan produksi gas akan menimbulkan tekanan, sehingga dapat disalurkan ke rumah dengan pipa. Gas yang dihasilkan tersebut dapat dipakai untuk memasak dengan menggunakan kompor gas. Gas tersebut sangat baik untuk pembakaran.
Pembakaran yang dihasilkan biogas kotoran sapi memiliki panas yang cukup tinggi, apinya berwarna biru, tidak berbau, dan tidak berasap. Instalasi biogas kotoran sapi juga dapat dibuat dalam skala rumah tangga maupun skala yang lebih besar, seperti perusahaan/pabrik.
Pembuatan Instalasi Biogas Kotoran Sapi
Pada dasarnya, kotoran yang ditumpuk atau dikumpulkan begitu saja dalam beberapa waktu tertentu, dengan sendirinya akan membentuk gas metana. Namun, karena tidak ditampung, gas itu akan hilang menguap ke udara.
Agar dapat menampung gas yang terbentuk dari kotoran sapi tersebut, dapat dibuat beberapa model bangunan atau kontruksi alat penghasil biogas. Ada beberapa model alat penghasil biogas yang dapat dibuat.
Dikutip berdasarkan buku Biogas Kotoran Ternak karangan Sri Katon (2010: 03), model-model instalasi biogas kotoran sapi adalah sebagai berikut.
1. Model Sederhana
Model ini merupakan jenis yang paling mudah pembuatannya. Bahan yang digunakan juga termasuk paling hemat, hanya menggunakan dua buah drum (satu berukuran 200 liter dan satunya berukuran 120 liter).
Pada model ini, tabung pengumpul gasnya bersatu dengan tabung pencerna. Langkah-langkah membuatnya, yaitu:
Kotoran sapi yang masih segar sebanyak 100 kg ditambahkan air sebanyak 20 liter. Kedua bahan ini dicampur dan diaduk dalam drum besar.
Selanjutnya, drum besar tersebut ditutup dengan drum berukuran kecil.
Tunggu selama 10 hari, maka biogas akan terbentuk dan siap digunakan.
Setelah gas habis, alat ini perlu dibongkar lagi dan dilakukan pengisian dengan mengulang cara pembuatannya dari awal.
2. Model Vertikal/Tegak
Model ini hampir sama dengan model sederhana, akan tetapi kapasitasnya ditambah dan dilengkapi dengan pipa pengisian dan pembuangan.
Kelebihan model ini adalah gas yang dihasilkan lebih banyak dan berkelanjutan, serta pengisian kotoran sapi dapat dilakukan tanpa membongkarnya terlebih dahulu.
Namun, model ini juga memiliki kekurangan, yaitu biaya yang dibutuhkan lebih besar dan cara pembuatannya lebih sulit dibanding dengan model sederhana.
3. Model Horizontal/Tidur
Kelebihan model ini dibanding model sederhana ialah kapasitas gas yang dihasilkan lebih besar dan berkelanjutan, serta pengisian kotoran sapi dapat dilakukan secara terus menerus.
Dibandingkan dengan model vertikal, model ini lebih praktis dalam pengoperasiannya, karena posisi tabung pengumpul gas dibuat secara terpisah.
Pembentukan model ini juga lebih efisien, karena tabung pencernaannya tertutup rapat. Namun, model ini juga memiliki cara pembuatan yang lebih sulit dan membutuhkan biaya yang begitu mahal.
(VIO)
Frequently Asked Question Section
Apa ciri-ciri pembakaran yang dihasilkan dari biogas kotoran sapi?

Apa ciri-ciri pembakaran yang dihasilkan dari biogas kotoran sapi?
Pembakaran yang dihasilkan biogas kotoran sapi memiliki panas yang cukup tinggi, apinya berwarna biru, tidak berbau, dan tidak berasap.
Ada berapa model instalasi biogas kotoran sapi?

Ada berapa model instalasi biogas kotoran sapi?
Ada tiga, yaitu model sederhana, model vertikal atau tegak, dan model horizontal atau tidur.
Apa kelebihan instalasi biogas kotoran sapi model horizontal?

Apa kelebihan instalasi biogas kotoran sapi model horizontal?
Kelebihan model ini dibanding model sederhana ialah kapasitas gas yang dihasilkan lebih besar dan berkelanjutan, serta pengisian kotoran sapi dapat dilakukan secara terus menerus.
