Konten dari Pengguna

API Adalah Salah Satu Istilah Pemrograman, Ini Penjelasannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

API adalah istilah yang berkaitan dengan pemrograman. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
API adalah istilah yang berkaitan dengan pemrograman. Foto: Pixabay

API adalah salah satu istilah yang berkaitan dengan pemrograman. API atau Application Programing Interface secara umum didefinisikan sebagai sekumpulan perintah, fungsi, dan protokol yang digunakan programmer ketika membuat software aplikasi tertentu.

Dengan adanya API, programmer tidak perlu membuat suatu aplikasi pemrograman dari dasar, tetapi mereka justru bisa melakukan penambahan fitur yang diperlukan.

Saat ini terdapat puluhan API untuk pemetaan di web, baik yang tersedia secara gratis maupun berbayar. Mengingat API ini sangat penting dalam pemetaan di web, pemilihannya haruslah tepat.

API yang akan digunakan harus benar-benar sesuai dengan tujuan dan kemampuan programmer dalam membangun pemetaan di web. Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum membangun sebuah peta berbasis web, yaitu:

  • Berapa jumlah klien yang akan mengakses peta pada satu waktu

  • Pendanaan (biaya)

  • Kualitas sumber daya manusia

Apabila ingin menggunakan API yang gratis, gunakanlah yang banyak penggunanya dan terdokumentasi dengan baik. Sebab, banyak API yang sudah tidak lagi dikembangkan.

Lantas, apa saja komponen apa saja yang menyusun API? Apa saja contoh API pemetaaan dalam sebuah web? Selengkapnya ada di di bawah ini.

API memudahkan programmer dalam membuat software aplikasi tertentu. Foto: Pixabay

Komponen API

Mengutip dalam buku Siapa Bilang Pemrograman Itu Sulit milik Christopher Henry Priyono (200&:56), API terdiri dari tiga jenis komponen yang berhubungan satu sama lain, yaitu:

  1. Declarations, yaitu deklarasi utama yang dapat menambah fungsi visual paling mendasar.

  2. Constants, yaitu konstanta-konstanta yang dibutuhkan pada deklarasi yang sesuai, misalnya kode warna.

  3. Types, yaitu tipe-tipe variabel tambahan yang diperlukan untuk deklarasi yang sesuai. Tipe variabel yang dimaksud di luar string, integer, dan lain sebagainya.

Contoh API Pemetaan di Web

Menurut buku Pengenalan Web GIS Menggunakan Geoserver karya Dadang Arifin (2019: 133), berikut ini beberapa contoh API untuk digunakan sebagai pemetaan di sebuah web.

1. OpenLayer

OpenLayer adalah pustaka javascript terbuka yang paling populer dan terbesar komunitasnya saat ini. Dirilis pertama kali tahun 2006, OpenLayar menggunakan fitur WebGL, Canvas 2D, dan HTML 5 untuk merender peta di browser.

OpenLayer mempunyai kemampuan menarik peta ubin dari OpenStreetMap, Big Map, Google Map, WMS, dan berbagai sumber pemetaan lainnya.

API digunakan untuk memetakan sebuah web yang terdiri dari berbagai komponen. Foto: Pixabay

2. Leaflet

Leaflet adalah API pemetaan web terbuka yang lebih mudah dibandingkan dengan OpenLayer. Dirilis pertama kali pada tahun 2011, Leaflet dirancang agar cara kerjanya lebih ringan, sederhana, dan mudah untuk digunakan, baik di telepon seluler maupun desktop.

Leaflet saat ini semakin populer dan banyak digunakan untuk pemetaan di web. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dari Leaflet ini, ialah masih kurangnya referensi maupun contoh aplikasi yang utuh, sehingga akan menyulitkan terutama bagi pemula untuk mendapatkan referensi atau contoh aplikasi.

3. D3 (D3JS)

D3 adalah pustaka javascript untuk memvisualisasikan peta sesuai standar web dengan menggunakan data SVG, Canvas, dan HTML. Dengan menggabungkan teknik visualisasi dan pendekatan berbasis data untuk memanipulasi DOM, menjadikan D3 sebagai pilihan yang tepat.

(VIO)