Arti Air Susu Dibalas Air Tuba dan Peribahasa Serupa Lainnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Air susu dibalas dengan air tuba artinya serupa dengan peribahasa bagai melepas anjing terjepit. Peribahasa ini sangat populer dan kerap dipakai dalam percakapan sehari-hari.
Peribahasa adalah bagian dari sastra rakyat yang dimiliki setiap daerah. Bentuknya berupa kalimat ringkas berisi nasihat atau sindiran yang diungkapkan menggunakan kiasan.
Dalam buku Dinamika Identitas dalam Bahasa dan Sastra yang ditulis Agus Sri Danardana, peribahasa dapat dipakai untuk melihat karakter suatu bangsa. Sastra lisan ini sarat akan aturan, pandangan, dan nilai-nilai hidup yang berlaku di masyarakat.
Berdasarkan isi pesannya, peribahasa dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu pepatah, perumpamaan, dan bidal.
Arti Peribahasa Air Susu Dibalas Air Tuba
Beberapa peribahasa kerap dimasukkan dalam percakapan sehari-hari. Peribahasa tersebut digunakan untuk memberi nasihat atau sindiran secara halus.
Salah satu peribahasa yang sering dipakai dalam obrolan adalah air susu dibalas dengan air tuba. Peribahasa ini biasa digunakan untuk menyindir seseorang yang tidak tahu diri. Arti air susu dibalas dengan air tuba adalah kebaikan yang dibalas dengan kejahatan.
Tuba adalah jenis pohon yang akarnya mengeluarkan getah beracun. Getah tersebut kerap dipakai untuk menangkap ikan. Ada pun susu adalah minuman yang menyehatkan dan tinggi nutrisi.
Kata tuba dan susu digunakan sebagai kiasan untuk membandingkan dua hal yang sangat berlawanan, dalam konteks ini adalah kejahatan dan kebaikan.
Mengutip buku Kamus Peribahasa: Memahami Arti dan Kiasan Peribahasa, Pepatah, dan Ungkapan yang ditulis Yus Badudu, makna peribahasa air susu dibalas dengan air tuba menggambarkan orang yang tidak baik budinya.
Perilaku ini hanya dilakukan oleh orang jahat dan penuh rasa dengki. Sebab, membalas kebaikan orang dengan kejahatan adalah tindakan yang tidak baik dalam norma sosial.
Saat mengalami situasi yang diwakili peribahasa ini, seseorang akan merasa marah, benci, kecewa, dan perasaan negatif lainnya. Dampaknya bisa cukup parah, bahkan mempengaruhi psikologis seseorang.
Mengutip situs VerywellMind, Psikolog Klinis Sabrina Romanoff menjelaskan bahwa pengkhianatan dapat membuat seseorang cemas, sulit berkonsentrasi, depresi, gangguan makan, hingga terjerumus dalam penyalahgunaan zat berbahaya.
Baca Juga: Arti Di Mana Bumi Dipijak Di Situ Langit Dijunjung dan Peribahasa Bertema Serupa
Peribahasa Serupa dengan Air Susu Dibalas Air Tuba
Selain air susu dibalas air tuba, ada beberapa peribahasa lain yang bisa digunakan untuk menyindir orang jahat atau pengkhianatan.
Dirangkum dari Kamus Peribahasa oleh S.B.S Abbas serta buku 2700 Peribahasa Bahasa Indonesia oleh Nina Martina dan Nunung Nurhayati, berikut kumpulan peribahasa bertema pengkhianatan.
Campak bunga dibalas campak tahi: kebaikan yang dibalas dengan kejahatan.
Bagai melepas anjing terjepit: menolong orang yang tidak tahu cara membalas budi.
Kecil-kecil anak sudah besar jadi onak: saat masih kecil dirawat ketika sudah besar tidak membalas budi.
Bagai kacang lupa kulit: orang yang lupa asal usulnya atau orang yang lupa dengan kebaikan yang pernah diterima.
Berbalik muka atau berbalik tadah: meninggalkan teman untuk berpihak kepada lawan.
Menggunting dalam lipatan: pengkhianatan yang dilakukan secara halus sehingga tidak ketahuan.
Menohok kawan seiring: mencelakakan teman sendiri untuk mencapai sesuatu yang diinginkan.
Layar timpa tiang: berkhianat; teman yang berubah menjadi lawan.
Frequently Asked Question Section
Apa arti peribahasa bagai melepas anjing terjepit?

Apa arti peribahasa bagai melepas anjing terjepit?
Menolong orang yang tidak tahu cara membalas budi.
Ada berapa jenis peribahasa?

Ada berapa jenis peribahasa?
Ada tiga macam, yaitu perumpamaan, pepatah, dan bidal.
Apa arti peribahasa Kecil-kecil anak sudah besar jadi onak?

Apa arti peribahasa Kecil-kecil anak sudah besar jadi onak?
Saat masih kecil dirawat, ketika sudah besar tidak membalas budi.
(GLW)
