Arti di Atas Langit Masih Ada Langit dan Contoh Peribahasa Bertema Serupa

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di atas langit masih ada langit adalah salah satu peribahasa populer dan memiliki makna mendalam. Di atas langit masih ada langit artinya berkaitan dengan sifat sombong.
Peribahasa ini seringkali dipakai untuk memberikan nasihat kepada seseorang mengenai cara bersikap. Lantas, apa maksud dari peribahasa ini?
Arti di Atas Langit Masih Ada Langit
Peribahasa adalah ungkapan yang disampaikan secara tersirat melalui kiasan. Sri Diharti dalam buku Nyanyian Rakyat dan Peribahasa Suku Minahasa menyebutkan, peribahasa mengandung pesan yang berisi nasihat, ejekan, perbandingan, atau prinsip hidup.
Sekarang ini, peribahasa masih sering digunakan baik dalam karya sastra atau dalam percakapan sehari-hari. Salah satu peribahasa yang cukup populer adalah 'di atas langit masih ada langit'.
Arti 'di atas langit masih ada langit' adalah nasihat agar tidak bersikap sombong atas apa yang dimiliki. Sebab sehebat apapun kita, akan selalu ada orang-orang yang lebih hebat.
Makna dari peribahasa ini adalah untuk mengingatkan bahwa ada manusia yang lebih baik, pandai, kaya sehingga seseorang dituntut untuk selalu rendah hati. Selain itu, keberhasilan dalam hidup manusia merupakan pemberian Tuhan sehingga tidak pantas untuk disombongkan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sombong memiliki arti menghargai diri sendiri secara berlebihan. Sombong bukan sifat yang baik dan perlu dijauhi karena bisa membuat seseorang dikucilkan dalam pergaulan.
Kesombongan dapat terlihat dari cara bicara dan tingkah laku seseorang. Beberapa ciri orang sombong adalah senang dipuji dan tidak mau menerima nasihat orang lain. Orang sombong juga tidak pernah minta maaf dan cenderung menyalahkan orang lain atas kesalahannya sendiri.
Baca Juga: 5 Contoh Peribahasa Bahasa Indonesia Beserta Penjelasannya
Contoh Peribahasa tentang Sifat Sombong
Ada banyak peribahasa yang dapat dipakai untuk menggambarkan sifat sombong selain ungkapan 'di atas langit masih ada langit'. Berikut ini kumpulan peribahasa tentang kesombongan dan nasihat untuk tidak sombong yang dirangkum dari buku Kamus Peribahasa oleh S.B.S Abbas.
Seludang menolak mayang: orang yang melupakan jasa orang tua atau orang yang menolongnya.
Semakin berisi padi semakin merunduk: orang semakin berilmu semakin rendah hati.
Bagai kacang lupa kulit: orang yang lupa asal usulnya karena telah sukses.
Seperti buah kedempung, di luar berisi di dalam kosong: Orang yang banyak omong (angkuh) padahal tidak memiliki ilmu atau kelebihan.
Anjing ditepuk menjungkit ekor: orang yang tidak punya budi pekerti, jika mendapat kekuasaan menjadi sombong.
Bagai gadis jolong bersubang, bujang jolong berkeris: orang yang tampak sombongnya saat baru mendapat kekayaan.
Jika dia membungkuk baru lurus badannya: kalau dikurang sombongnya barulah dia menjadi orang baik.
Bagai si buta baru melek: orang yang sombong karena baru mendapat harta dan kekayaan.
Geleng seperti sipatung kenyang: lenggak-lenggok seperti orang sombong.
(GLW)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud peribahasa?

Apa yang dimaksud peribahasa?
Peribahasa adalah ungkapan yang disampaikan secara tersirat melalui kiasan.
Apa pesan dalam peribahasa?

Apa pesan dalam peribahasa?
Peribahasa berisi nasihat, perbandingan, atau prinsip hidup suatu masyarakat.
Apa arti peribahasa bagai kacang lupa kulit?

Apa arti peribahasa bagai kacang lupa kulit?
Orang yang lupa dengan tempat asalnya setelah sukses.
