Konten dari Pengguna

Arti IDGAF Era dalam Bahasa Gaul yang Menarik untuk Diketahui

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi arti IDGAF era. Sumber: Pexels/Tim Samuel
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi arti IDGAF era. Sumber: Pexels/Tim Samuel

Di tengah derasnya arus tren media sosial, istilah-istilah gaul baru terus bermunculan. Salah satu frasa yang belakangan ini lagi trend yaitu IDGAF era. Tidak sedikit netizen yang penasaran dan berbondong-bondong mencari arti IDGAF era.

Dikutip dalam buku Merayakan Keberagaman Berbahasa Kompilasi Esai Terbaik oleh Abdullah Faqih, dkk (2021:169) bahasa gaul merupakan salah satu cabang ragam bahasa yang bersifat nonformal. Bahasa gaul tidak hanya berasal dari modifikasi satu bahasa saja melainkan banyak bahasa yang sedang populer digunakan oleh khalayak ramai.

Arti IDGAF Era, Bahasa Gaul yang Viral di Kalangan Anak Muda

Ilustrasi arti IDGAF era. Sumber: Pexels/Andrea Piacquadio

Zaman sekarang, anak muda memiliki cara unik untuk mengekspresikan perasaan dan sikap hidupnya. Ini menjadi dampak dari perkembangan teknologi digital serta pengaruh budaya dan tren terkini. Contohnya seperti mengatakan bahwa dirinya sedang dalam "IDGAF era".

Bagi yang belum tahu atau belum familiar dengan bahasa gaul tersebut, pasti bertanya-tanya tentang arti IDGAF era yang kerap digunakan oleh anak muda saat ini. Sejatinya IDGAF merupakan singkatan dari frasa bahasa Inggris yaitu I don't give a f***.

Dalam bahasa Indonesia, ungkapan ini bisa diterjemahkan secara halus sebagai "Aku tidak peduli". Namun, perlu diketahui bahwa terjemahan ini tidak sepenuhnya menangkap nuansa dan intensitas dari ungkapan asli I don't give a f*** itu sendiri.

Sedangkan IDGAF era merujuk pada periode seseorang menunjukkan sikap tidak peduli, masa bodoh, atau cuek terhadap pendapat orang lain atau apa pun yang terjadi di sekitarnya. Frasa tersebut menjadi cara yang sangat vulgar untuk mengekspresikan ketidakpedulian.

Secara tidak sadar IDGAF era membuat seseorang menolak untuk terus menerus menyesuaikan diri dengan ekspektasi sosial yang membebani. Contohnya seperti standar kecantikan, gaya hidup ideal, karier hingga pernikahan. Ciri-ciri penganut EDGAF era yaitu:

  • Tidak peduli dengan opini orang lain

  • Fokus pada kepentingan pribadi

  • Tidak takut mengemukakan pendapatnya

  • Memiliki ketegasan dalam mengambil keputusan atau tindakan

  • Tidak mudah terpengaruh oleh penilaian atau tekanan sosial.

Fenomena IDGAF era tentunya tidak muncul secara tiba-tiba. Media sosial TikTok, Instagram, dan Twitter menjadi tempat IDGAF era berkembang. Ini wujud respon terhadap tekanan sosial, burnout digital, dan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan mental.

Dengan memahami arti IDGAF era, pembaca bisa mengetahui frasa ini bukan sekadar bahasa gaul, tapi juga mencerminkan perubahan pola pikir generasi masa kini. Sikap cuek terhadap ekspektasi sosial memang diperlukan, selama tetap berempati dan tanggung jawab. (MRZ)

Baca juga: Gocap Berapa dalam Bahasa gaul Indonesia? Ini Informasinya