Arti Peribahasa Air Besar Batu Bersibak dan Contoh Lainnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada banyak peribahasa Indonesia yang digunakan dalam percakapan sehari-hari, salah satunya adalah peribahasa air besar batu bersibak. Peribahasa ini menggambarkan pertikaian yang dapat memicu perpecahan.
Mengutip buku Peribahasa Indonesia Bermetafora dan Penjelasannya karya Yoga Yolanda (2020), arti air besar batu bersiak adalah perselisihan besar yang membuat keluarga bercerai-berai. Ini juga bisa merujuk pada hubungan pertemanan, persabahatan, ataupun persatuan bangsa.
Bila diinterpretasikan, air besar batu bersibak ini menunjukkan kondisi alam yang cukup sering terjadi. Ketika air bah atau banjir datang, batu-batu yang berada di tengah sungai akan bersibak ke tepi.
Batu tersebut akan bercerai-berai dan tidak lagi menyatu. Untuk mengetahui arti air besar batu bersibak selengkapnya, simaklah penjelasannya dalam artikel berikut.
Arti Peribahasa Air Besar Batu Bersibak
Peribahasa air besar batu bersibak bisa diterjemahkan kata per kata. Mengutip buku Peribahasa Indonesia Bermetafora karya Yoga Yolanda (2020), air besar di sini merupakan gambaran untuk air yang berkuantitas besar.
Air besar dalam peribahasa ini bisa menjadi metafora untuk perselisihan yang besar. Berarti air adalah masalah, sedangkan kualitas air adalah besar-kecilnya masalah.
Sedangkan batu yang dimaksud dalam peribahasa tersebut mengacu pada hubungan atau ikatan yang dimiliki oleh seseorang. Bisa berupa ikatan pertemanan, persahabatan, kekeluargaan, dan percintaan.
Jadi, gelombang masalah yang besar, bisa menghancurkan ikatan ataupun hubungan yang dimiliki. Masalah tersebut dapat memecah-belah persatuan antara satu orang dengan lainnya.
Selain air besar batu bersibak, ada peribahasa lain yang umum digunakan dalam percakapan sehari-hari atau berbagai kesempatan. Dirangkum dari buku Kamus Peribahasa karya Irwan P. Ratu (2018), berikut uraiannya:
Dagangan bersambung yang dijual = menceritakan cerita dari orang lain.
Badan tak rasa badan lagi = badan lemas karena terlalu capek.
Elok kampung oleh ‘rang tua, elok kampung oleh ‘rang muda = indahnya suatu daerah karena ada orang tua yang bijak, dan indahnya tepian karena ada orang muda yang berbudi.
Cacing hendak menelan naga = orang lemah yang ingin melawan orang kuat.
Cacak bagai lembing tergadai = orang yang sedang diam karena terpana pada sesuatu.
Elok arak di hari panas = mengerjakan sesuatu akan lancar jika didukung oleh sarana yang memadai.
Elang disambar punai tanah = orang kaya atau orang yang berkuasa dikalahkan oleh orang yang lemah.
Gagak putih bangau hitam = menanti sesuatu yang tidak pernah ada.
Gajah terdorong oleh gadingnya, harimau terdorong oleh belangnya = orang berkuasa mendapat musibah karena menyalahgunakan kekuasaannya.
Ada adat dan lembaganya, ada undang dan laksananya = setiap segi dalam kehidupan ada hukum dan aturannya.
Dada manusia tak dapat diselami = isi hati seseorang tidak seorangpun yang tahu.
Cakap melangit, di dapur tidak berasap = orang yang berlagak seperti orang kaya, tetapi sebenarnya ia miskin.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan peribahasa?

Apa yang dimaksud dengan peribahasa?
Peribahasa adalah kalimat atau sekelompok kata yang tetap susunannya dan mengandung maksud tertentu.
Apa ciri-ciri peribahasa?

Apa ciri-ciri peribahasa?
Salah satunya, memiliki struktur yang mengandung makna tetap dan tidak dapat diubah
Apa arti peribahasa bagai bumi dan langit?

Apa arti peribahasa bagai bumi dan langit?
Memiliki arti bahwa terdapat perbandingan yang sangat jauh antara dua hal yang dibandingkan tersebut.
