Konten dari Pengguna

Arti Strict Parents beserta Dampaknya bagi Anak

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi strict parents dan ciri-cirinya. Foto: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi strict parents dan ciri-cirinya. Foto: Pexels.

Strict parents merupakan istilah yang kerap dipakai anak muda untuk menggambarkan sikap orang tua. Jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, arti strict parents adalah orang tua yang tegas.

Pengertian di atas merujuk pada pola asuh orang tua yang otoriter. Pola asuh tersebut cenderung dianggap salah karena dapat berdampak buruk bagi kondisi anak.

Agar lebih memahami apa itu strict parents, simak ulasan tentang ciri-cirinya sebagai berikut.

Arti Strict Parents

Ilustrasi arti strict parents dan ciri-cirinya. Foto: Unsplash.

Dalam psikologi, strict parents diartikan sebagai orang tua yang menetapkan standar dan tuntutan tinggi kepada anak-anaknya. Mengutip laman Parenting for Brain, keberhasilan pola asuh strict parents tergantung pada nilai-nilai yang diyakini orang tua dan daya tanggap terhadap kebutuhan anak.

Saat orang tua menetapkan standar tinggi kepada anak disertai dengan dukungan yang hangat dan responsif, mereka berhasil menjadi orang tua yang berwibawa dan disegani.

Tapi sayangnya, kebanyakan strict parents tidak berwibawa dan otoriter. Mereka bersikap tegas, dingin, dan tidak tanggap.

Orang tua yang menerapkan pola asuh otoriter juga mengharapkan anak-anak mengikuti aturan tanpa diskusi atau kompromi. Segala bentuk kritik dan masukan dari anak dianggap sebagai penentangan.

Ada banyak alasan mengapa orang tua menerapkan pengasuhan otoriter. Beberapa di antaranya mencakup kebangsaan, budaya, hingga pengalaman dibesarkan dengan pola asuh serupa.

Merujuk laman Verywell Mind, ciri-ciri strict parents yang otoriter antara lain sebagai berikut:

  • Menuntut tapi tidak responsif atau tidak memberikan contoh yang baik.

  • Bersikap kasar dan dingin

  • Sering membentak dan mengomel secara berlebihan

  • Melarang sesuatu tanpa memberikan penjelasan

  • Tidak memberikan anak kesempatan untuk berdiskusi atau mengutarakan pendapat mereka.

  • Tidak memberi pilihan kepada anak.

  • Tidak sabar dengan perilaku buruk.

  • Menghukum anak dengan tegas, seringkali menggunakan kekerasan verbal dan fisik.

Dampak Strict Parents bagi Anak

Ilustrasi arti strict parents dan ciri-cirinya. Foto: Shutterstock.

Strict parents yang menerapkan pola pengasuhan yang ketat dan responsif (otoritatif) dapat memberikan dampak positif bagi anak. Pengasuhan otoritatif membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan tahu batasan diri.

Sebaliknya, orang tua yang kaku dan tidak responsif (otoriter) cenderung memberikan dampak negatif kepada anak, khususnya untuk kondisi psikologisnya.

Umumnya anak-anak yang memiliki orang tua otoriter cenderung memiliki masalah kepribadian sehingga lebih rentan terkena depresi.

Sejumlah penelitian juga telah membuktikan bahwa pola asuh otoriter memberikan efek yang buruk bagi keterampilan sosial anak. Berikut efek dari pola asuh otoriter strict parents bagi anak:

  • Anak merasa malu dan tidak percaya diri ketika berada di sekitar orang.

  • Bisa menyesuaikan diri, tapi disertai dengan gangguan kecemasan.

  • Patuh dan cenderung sering mengalah.

  • Menghindari interaksi dan kegiatan sosial.

  • Mengalami kesulitan saat menghadapi situasi sosial tertentu.

  • Sulit mengungkapkan emosi dan pendapatnya.

  • Memiliki gejala perilaku hiperaktif dan gangguan kepribadian atau cenderung agresif kepada orang lain.

  • Kesulitan mengendalikan emosi dan melampiaskannya kepada orang lain.

(GLW)