Konten dari Pengguna

Arti Zuhud dalam Islam, Ciri-ciri, dan Tingkatannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi arti zuhud, cir-ciri, dan tingkatannya dalam Islam. Foto: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi arti zuhud, cir-ciri, dan tingkatannya dalam Islam. Foto: Pexels.

Arti zuhud dalam Islam berkaitan dengan sikap dan pandangan seorang Muslim terhadap dunia. Zuhud merupakan salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah.

Sikap zuhud ditandai dengan meninggalkan hiruk pikuk dan kesenangan duniawi agar lebih fokus dalam beribadah. Meski demikian, zuhud tidak berarti membenci dan melupakan dunia seutuhnya.

Agar lebih memahami maknanya, simak ulasan tentang ciri-ciri zuhud dan tingkatannya dalam ulasan berikut.

Arti Zuhud dalam Islam

Secara bahasa, zuhud berasal dari kata az zuhdu an dunya yang artinya menghindari dunia. Menurut Luqman al Hakim dalam buku Pencerah Umat (2018), ‘dunia’ yang dimaksud adalah segala dampak negatif yang ditimbulkannya.

Sedangkan secara istilah, zuhud dapat dimaknai sebagai sikap menahan diri dari kesenangan dunia dan memilih hidup dalam kesederhanaan. Dengan hidup sederhana, seorang Muslim telah menjaga hatinya dari segala sesuatu yang menyebabkan lalai dalam beribadah.

Sikap zuhud berangkat dari ayat-ayat Al Quran yang menjelaskan sifat-sifat dunia yang fana. Salah satunya tertuang dalam Surat An Nahl ayat 96, Allah SWT berfirman:

مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللّٰهِ بَاقٍۗ وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِيْنَ صَبَرُوْٓا اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Artinya: Sesuatu yang ada di sisimu akan lenyap dan sesuatu yang ada pada sisi Allah akan kekal. Sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang baik dari perbuatan yang telah mereka kerjakan.

Meski menahan diri dari kesenangan dunia, orang yang bersikap zuhud tidak meninggalkan urusan dunia seutuhnya. Mereka tetap melakukan berbagai aktivitas di dunia yang dapat memperbanyak bekal di akhirat, seperti mencari nafkah untuk keluarga, bersedekah, hingga berkumpul di majelis.

Ciri-Ciri Zuhud

Ilustrasi arti zuhud dalam Islam, ciri-ciri, serta tingkatannya. Foto: Unsplash.

Berdasarkan penjelasan di atas, ciri-ciri zuhud orang yang zuhud sebagai berikut:

  • Mengutamakan akhirat dibandingkan dunia.

  • Hidup sederhana.

  • Tidak menjadikan harta sebagai tujuan, melainkan sebagai sarana mewujudkan tujuan tersebut.

  • Tidak meletakkan kebahagiaan pada hal-hal yang bersifat materi.

  • Tujuan hidupnya hanya untuk Allah dan ibadahnya tidak terpengaruh oleh materi serta kesenangan dunia.

  • Sangat berhati-hati dalam mencari nafkah dan hanya melakukan pekerjaan halal.

Tingkatan Zuhud

Ilustrasi arti zuhud dalam Islam, ciri-ciri, serta tingkatannya. Foto: Unsplash.

Menurut Imam al Ghazali dalam buku Ihya Ulumuddin 9, sikap zuhud bagi umat Islam terbagi menjadi tiga tingkatan, yakni tingkat rendah, tingkat sedang, dan tingkat tinggi.

1. Zuhud terendah

Zuhud pada tingkatan terendah adalah ketika seseorang menyukai dunia dan hatinya cenderung pada perkara dunia, namun dia tetap berusaha untuk meninggalkan hawa nafsunya.

2. Zuhud tingkat sedang

Pada tingkatan ini, seseorang meninggalkan dunia dengan mudahnya karena mengharapkan pahala dari tindakannya. Ibaratnya, ia meninggalkan satu dirham demi mendapat dua dirham.

3. Zuhud tingkat tinggi

Ini adalah orang yang bersikap zuhud dengan meninggalkan kesenangan dunia secara sukarela dan ikhlas karena Allah. Pada tahap ini, seseorang bahkan bersikap zuhud terhadap kezuhudannya sendiri.

(GLW)