ASI Bertahan Berapa Jam? Ini Penjelasan Lengkapnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kira-kira ASI bertahan berapa jam apabila disimpan? Durasi ketahanan ASI bisa bermacam-macam, tergantung pada cara penyimpanan dan faktor lainnya.
ASI atau air susu ibu merupakan sumber nutrisi yang penting bagi tumbuh kembang bayi. Berdasarkan buku Biologi untuk SMA/MA Kelas XI Program IPA yang ditulis Faidah Rachmawati dkk., ASI merupakan sumber nutrisi utama bayi sejak lahir sampai berusia kurang lebih enam bulan.
ASI memiliki komposisi yang sempurna dan sesuai dengan kebutuhan asupan bayi. ASI juga memiliki beberapa kelebihan dibandingkan susu biasa, antara lain:
Lebih steril, sehingga mudah dicerna oleh bayi dan mengandung antibodi.
Dapat menambah ikatan emosi antara ibu dan anak.
Saat baru belajar menyusui, isapan bayi merangsang keluarnya air susu. Sehingga, bayi tidak mengalami kesulitan menyusui.
Memberi ASI memerlukan kalori, sehingga dapat mempercepat pengurangan bobot badan ibu pascamelahirkan.
Lalu, ASI Bertahan Berapa Jam?
Mengutip dari panduan tentang memerah dan menyimpan air susu ibu yang disusun Satgas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut durasi ASI bertahan berapa jam dan cara penyimpanannya.
ASI perah disimpan dalam lemari pendingin atau menggunakan portable cooler bag.
Untuk tempat penyimpanan ASI, berikan sedikit ruangan pada bagian atas wadah penyimpanan karena seperti kebanyakan cairan lain, ASI akan mengembang bila dibekukan.
ASI perah segar dapat disimpan dalam tempat atau wadah tertutup selama 6-8 jam pada suhu ruangan (26ºC atau kurang). Jika lemari pendingin (4ºC atau kurang) tersedia, ASI dapat disimpan di bagian yang paling dingin selama 3-5 hari, di freezer satu pintu selama dua minggu, di freezer dua pintu selama tiga bulan dan di dalam deep freezer (-18ºC atau kurang) selama enam sampai 12 bulan.
Bila ASI perah tidak akan diberikan dalam waktu 72 jam, ASI harus dibekukan.
ASI beku dapat dicairkan di lemari pendingin dan dapat bertahan selama empat jam atau kurang untuk minum berikutnya. Lalu, ASI dapat disimpan di lemari pendingin selama 24 jam, tetapi tidak dapat dibekukan lagi.
ASI beku dapat dicairkan di luar lemari pendingin pada udara terbuka yang cukup hangat atau di dalam wadah berisi air hangat. Selanjutnya ASI dapat bertahan empat jam atau sampai waktu minum berikutnya, tetapi tidak dapat dibekukan lagi.
Jangan menggunakan microwave dan memasak ASI untuk mencairkan atau menghangatkan ASI.
Sebelum ASI diberikan pada bayi, kocoklah ASI dengan perlahan untuk mencampur lemak yang telah mengapung.
ASI perah yang sudah diminum bayi sebaiknya diminum sampai selesai, kemudian sisanya dibuang.
(AMP)
