Ayo Mengenal Macam-Macam Pantun yang Perlu Diketahui

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sastra adalah salah satu jenis kebudayaan yang dihasilkan manusia yang kemudian menjadi karya seni dalam berbahasa. Sastra juga sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia sejak zaman dahulu kala.
Puji Santosa dalam Keberagaman Sastra di Indonesia dalam Membangun Keindonesiaan menyebutkan bahwa sastra di Indonesia sangat memiliki ragam jenis. Secara umum, ada beberapa jenis sastra di Indonesia yang tersebar ke seluruh nusantara, salah satunya adalah pantun.
Secara etimologi, pantun berasal dari dari bahasa Jawa, yaitu pantun atau pari yang berarti penuntun. Pantun dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti puisi Melayu yang bersajak a-b, a-b.
Ciri-ciri Pantun
Berbeda dengan karya sastra yang lainnya, pantun memiliki struktur yang memiliki rima yang khusus. Ini membuat pantun menjadi sebuah karya sastra yang unik.
Dalam Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang disusun oleh Dini Eka Maulina, pantun memiliki ciri-ciri seperti berikut ini:
Setiap barisnya dibentuk dengan jumlah kata minimal 4 buah.
Jumlah baris dalam satu baitnya minimal 2 baris (pantun kilat) dan 4 baris (pantun biasa dan pantun berkait).
Pola formulaik persajakannya merujuk kepada sajak akhir vertikal dengan pola a/a (pantun kilat), a/a/a/a, a/a/b/b, dan a/b/a/b (pantun biasa dan pantun berkait).
Khusus untuk pantun kilat, baris 1 berstatus sampiran dan baris 2 berstatus isi.
Khusus untuk pantun biasa dan pantun berkait, baris 1-2 berstatus sampiran dan baris 3-4 berstatus isi.
Lebih khusus lagi, pantun berkait ada juga yang semua barisnya berstatus isi, tidak ada yang berstatus sampiran.
Macam-Macam Pantun
Pantun memiliki bermacam-macam jenis yang dibedakan berdasarkan isi dan tujuannya, yaitu pantun adat, pantun agama, pantun budi, pantun jenaka, pantun kias, pantun muda, pantun peribahasa dan masih banyak lagi.
Untuk mengenal perbedaan antara satu jenis pantun dengan jenis lainnya, berikut beberapa penjelasan mengenai jenis pantun beserta contohnya.
Pantun Adat
Pantun adat merupakan pantun yang mewakili ciri khas suatu etnis atau suku atau bisa juga bertujuan untuk mengingatkan perihal nilai-nilai dalam suatu adat. Contoh pantun adat:
Lebat daun bunga tanjung
Berbau harum bunga cempaka
Adat dijaga pusaka dijunjung
Baru terpelihara adat pusaka
Pantun Agama
Pantun agama adalah jenis pantun yang berisikan tentang nilai-nilai keagamaan, kerohanian serta ketuhanan. Contoh pantun agama:
Asam kandis asam gelugur
Kedua asam riang-riang
Menangis mayat di pintu kubur
Teringat badan tidak sembahyang
Pantun Peribahasa
Apabila sebuah peribahasa dibunyikan atau dibacakan dengan cara membaca pantun, peribahasa tersebut tergolong jenis pantun. Contoh pantun peribahasa:
Hulu memotong pagar
Jangan terpotong batang durian
Cari guru tempat belajar
Jangan jadi sesal kemudian
Pantun Budi
Pantun ini merupakan jenis pantun yang mengandung petunjuk, ajakan, larangan dan contoh perilaku-perilaku yang baik dan benar. Contoh pantun ini yaitu:
Anak angsa mati lemas
Mati lemas di air masin
Hilang bahasa karena emas
Hilang budi karena miskin
Pantun Jenaka
Pantun ini merupakan pantun yang dibuat untuk menghibur para pendengar atau pembacanya. Contoh pantun jenaka:
Orang Sasak pergi ke Bali
Membawa pelita semuanya
Berbisik pekak dengan tuli
Tertawa si buta melihatnya
(SAI)
