Konten dari Pengguna

Bacaan Doa Mandi Besar setelah Haid dalam Bahasa Arab dan Artinya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi doa mandi besar setelah haid. Unsplash.com/Matthew-Tkocz
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi doa mandi besar setelah haid. Unsplash.com/Matthew-Tkocz

Mandi besar dikenal sebagai mandi junub atau mandi wajib. Hal ini adalah salah satu bentuk mandi dalam Islam yang diwajibkan dalam keadaan tertentu untuk menghilangkan hadas besar, termasuk bagian di dalamnya tentang doa mandi besar setelah haid.

Dengan melakukan mandi besar sesuai dengan tuntunan Islam, seorang Muslim dapat membersihkan diri secara fisik dan spiritual. Hal ini bertujuan mempersiapkan diri untuk melaksanakan berbagai ibadah dalam keadaan bersih dan suci.

Daftar isi

Pengertian Mandi Secara Bahasa dan Istilah

Ilustrasi doa mandi besar setelah haid. Unsplash.com/Bruce-mars

Dalam ilmu fiqih, istilah "mandi" memiliki pengertian baik secara bahasa maupun istilah. Secara bahasa, kata "mandi" berasal dari bahasa Arab "غُسْل" (ghusl) yang berarti "mencuci" atau "mengalirkan air". Dalam konteks umum, mandi berarti membersihkan tubuh dengan air.

Sedangkan secara istilah dalam ilmu fiqih, mandi (ghusl) adalah tindakan mengalirkan air ke seluruh tubuh dengan niat untuk menghilangkan hadas besar. Mandi ini dilakukan dengan tujuan tertentu yang diwajibkan dalam situasi-situasi tertentu menurut syariat Islam.

Dengan memahami pengertian mandi baik secara bahasa maupun istilah dalam fiqih serta mengetahui tata cara pelaksanaannya, seorang Muslim dapat menjalankan ibadah dengan benar dan sesuai tuntunan syariat.

Hal ini sesuai yang terkandung dalam ayat Al-Qur'an dan hadits Nabi Muhammad saw yang menjelaskan tentang mandi besar (ghusl):

1. Ayat Al-Qur'an

Dalam Surat Al-Ma'idah Ayat 5-6 Allah Swt berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا

"Yā ayyuhallażīna āmanū iżā qumtum ilaṣ-ṣalāti faghsilū wujūhakum wa aidiyakum ilal-marāfiqi wamsaḥụ biru`ụsikum wa arjulakum ilal-ka'bain, wa ing kuntum junuban faṭṭahharụ."

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah."

2. Hadits Nabi Muhammad Saw

Dalam Hadits Nabi dari Aisyah r.a.:

Diriwayatkan oleh Aisyah r.a, ia berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الجَنَابَةِ بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ، ثُمَّ تَوَضَّأَ كَمَا يَتَوَضَّأُ لِلصَّلَاةِ، ثُمَّ يُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِي المَاءِ، فَيُخَلِّلُ بِهَا أُصُولَ شَعَرِهِ، ثُمَّ يَصُبُّ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ غَرَفَاتٍ بِيَدَيْهِ، ثُمَّ يُفِيضُ المَاءَ عَلَى جِلْدِهِ كُلِّهِ

"Kāna Rasūlullāhi ṣallallāhu 'alaihi wa sallam, idza ghatasala minal janābah, bada-a faghāsala yadayhi, tsumma tawadla-a kamā yatawadla-u liṣṣalāh, tsumma yudkhilu aṣābi'ahu fil mā'i, fayukhalilu bihā uṣūla sya'rihi, tsumma yaṣubbu 'alā ra'sihi tsalātsa gharafātin biyadayhi, tsumma yufīdul mā'a 'alā jildihi kullihi."

Artinya: "Rasulullah saw ketika mandi janabah, beliau memulai dengan mencuci kedua tangannya, kemudian berwudu seperti wudu untuk shalat, kemudian memasukkan jari-jarinya ke dalam air dan menyela-nyela pangkal rambutnya, kemudian beliau menyiram kepalanya dengan tiga cidukan air dengan kedua tangannya, kemudian mengguyur seluruh tubuhnya dengan air." (HR. Bukhari dan Muslim)

Kedua sumber ini menekankan pentingnya mandi besar untuk menghilangkan hadas besar dan menjaga kesucian sebelum melaksanakan ibadah.

Bacaan Doa Mandi Besar setelah Haid dan Penjelasannya

Ilustrasi doa mandi besar setelah haid. Unsplash.com/Nathan-Dumlao

Selain membaca doa mandi besar setelah haid, terdapat beberapa perkara yang mewajibkan mandi besar lainnya sebagai berikut:

1. Keluarnya Mani (Sperma)

Terjadinya keluar mani baik pada pria maupun wanita. Apabila keluar mani, maka diwajibkan mandi besar.

2. Hubungan Suami Istri

Setelah berhubungan intim walaupun tidak keluar mani, maka bagi suami istri mandi besar tetap diwajibkan.

3. Selesai Haid dan Nifas

Bagi wanita yang selesai haid (menstruasi) atau nifas (darah setelah melahirkan) diwajibkan mandi besar sebelum melaksanakan ibadah.

4. Meninggal Dunia

Orang yang meninggal dunia juga harus dimandikan sebelum dikafani dan dishalatkan, kecuali bagi mereka yang mati syahid. Berikut terdapat beberapa rukun mandi besar yang perlu diperhatikan:

  • Niat: Niat adalah kewajiban dalam setiap ibadah. Niat mandi besar dilakukan dalam hati dengan tujuan untuk menghilangkan hadas besar.

  • Membasuh Seluruh Tubuh: Air harus mencapai seluruh bagian tubuh, termasuk bagian yang sulit dijangkau seperti sela-sela jari, lipatan kulit, dan lain-lain.

Selain rukun tersebut, terdapat tata cara mandi besar agar hal ini sesuai syariat Islam.

  • Niat: Memulai dengan niat di dalam hati untuk melakukan mandi besar guna menghilangkan hadas besar.

  • Membaca Bismillah: Sebelum memulai, disunahkan untuk membaca "Bismillah".

  • Mencuci Tangan: Melakukan cuci tangan sebanyak tiga kali.

  • Membersihkan Kemaluan: Membersihkan kemaluan dengan tangan kiri dan mencuci tangan setelahnya.

  • Berwudu: Melakukan wudu seperti wudu untuk salat.

  • Membasuh Seluruh Tubuh: Mengguyur kepala sebanyak tiga kali hingga air mencapai kulit kepala, membasuh bagian kanan tubuh kemudian bagian kiri, kemudian mengguyur seluruh tubuh dari atas ke bawah hingga air mengenai seluruh tubuh.

Setelah menyelesaikan rukun diatas, maka disunnahkan beberapa hal dalam mandi besar sebagai berikut:

  • Menggosok Tubuh: Menggosok tubuh dengan tangan agar air benar-benar merata.

  • Mendahulukan Bagian Kanan: Memulai dengan bagian kanan tubuh sebelum bagian kiri.

  • Menggunakan Wewangian: Menggunakan wewangian setelah mandi besar adalah sunnah, terutama bagi wanita yang baru selesai haid.

Setelah melakukan mandi besar sesuai tata cara tersebut, maka terdapat beberapa hikmah dan manfaat mandi besar yang bisa didapatkan oleh seorang Muslim.

  • Kebersihan: Menjaga kebersihan tubuh dari hadas besar.

  • Kesehatan: Menjaga kesehatan dengan menjaga kebersihan diri.

  • Spiritual: Mandi besar membawa kedamaian spiritual dan kesiapan untuk melaksanakan ibadah.

  • Ketaatan: Menunjukkan ketaatan kepada perintah Allah dan Rasul-Nya.

Sehingga, bacaan niat mandi besar saat selesai haid dalam Islam sangat penting untuk menghilangkan hadas besar. Niat harus diucapkan dalam hati dan dapat diucapkan dengan lisan untuk lebih mantap. Berikut adalah bacaan niat mandi besar saat selesai haid:

"نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الأَكْبَرِ مِنَ الْحَيْضِ لِلَّهِ تَعَالَى"

"Nawaitul ghusla li raf'il hadatsil akbari minal haidil lillahi ta'ala."

Artinya:

"Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari haid karena Allah Ta'ala."

Membaca niat ini dalam hati sebelum memulai mandi besar memastikan bahwa tindakan tersebut dilakukan dengan tujuan ibadah dan ketaatan kepada Allah Swt. Setelah niat, dilanjutkan dengan tata cara mandi besar sesuai dengan tuntunan diatas.

Manfaat Mandi Besar dalam Segi Kesehatan

Ilustrasi doa mandi besar setelah haid. Unsplash.com/Roberto-Nickson

Pandangan tentang mandi besar dari perspektif kesehatan mencakup beberapa manfaat fisik dan mental yang bisa didapatkan. Mandi secara umum, termasuk mandi besar, memiliki berbagai keuntungan bagi kesehatan. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Manfaat Kesehatan Fisik

  • Kebersihan Kulit: Mandi besar membantu menghilangkan kotoran, minyak, dan bakteri dari kulit, sehingga mengurangi risiko infeksi kulit dan menjaga kesehatan kulit.

  • Peningkatan Sirkulasi Darah: Air, terutama air hangat, dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah. Ini bermanfaat untuk meningkatkan aliran oksigen dan nutrisi ke sel-sel tubuh.

  • Relaksasi Otot: Mandi dengan air hangat dapat membantu merelaksasikan otot-otot yang tegang, meredakan nyeri, dan mengurangi ketegangan otot.

  • Peningkatan Fungsi Pernapasan: Uap dari air panas dapat membantu melegakan saluran pernapasan, yang berguna terutama bagi mereka yang mengalami masalah pernapasan seperti pilek atau sinusitis.

  • Pengurangan Gejala Penyakit Kulit: Mandi secara teratur dapat membantu mengelola kondisi kulit tertentu seperti eksim atau psoriasis, dengan menjaga kulit tetap bersih dan lembab.

2. Manfaat Kesehatan Mental

  • Mengurangi Stres dan Kecemasan: Mandi dapat memiliki efek menenangkan pada pikiran. Suhu air yang hangat dan proses mandi yang santai dapat membantu mengurangi tingkat stres dan kecemasan.

  • Meningkatkan Kualitas Tidur: Mandi sebelum tidur dapat membantu tubuh dan pikiran rileks, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas tidur.

  • Memperbaiki Mood: Proses mandi dapat memberikan rasa segar dan nyaman, yang dapat membantu memperbaiki suasana hati.

3. Efek Psikologis Positif

  • Perasaan Bersih dan Segar: Mandi besar memberikan perasaan bersih dan segar, yang dapat meningkatkan kepercayaan diri dan perasaan positif tentang diri sendiri.

  • Ritual dan Ketenangan: Proses mandi besar sebagai ritual kebersihan juga dapat memberikan rasa ketenangan dan keteraturan dalam hidup sehari-hari.

Secara keseluruhan, mandi dan membaca doa mandi besar setelah haid tidak hanya memenuhi kewajiban agama tetapi juga memberikan banyak manfaat kesehatan.

Dengan menjaga kebersihan tubuh dan menjalankan mandi besar secara rutin, seorang Muslim dapat menikmati berbagai manfaat fisik dan mental yang positif. (Win)

Baca juga: Teks Bacaan Al Barzanji Lengkap dalam Bahasa Arab dan Artinya