Bacaan Doa Setelah Sholat Tarawih dan Keutamaannya bagi Umat Islam

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seusai menjalankan ibadah sholat tarawih, umat Muslim dianjurkan untuk membaca doa setelah sholat tarawih. Doa setelah salat tarawih yang biasa disebut dengan doa kamilin ini ternyata memiliki banyak keutamaan.
Seluruh umat Muslim sepertinya setuju jika bulan Ramadhan disebut sebagai bulan penuh berkah. Sebab, pada bulan ini terdapat ibadah-ibadah yang secara khusus dengan nilai pahala melimpah.
Selain puasa, salah satu ibadah yang mengandung keberkahan adalah salat tarawih. Salat tarawih dikerjakan setelah salat Isya dan biasanya dilakukan berjamaah di masjid.
Abdullah bin Hijazi Al-Syarqawi menjelaskan dalam bukunya berjudul Fathu Al-Mubdi, tarawih adalah bentuk jamak dari tarwihah yang berarti "sekali istirahat".
Salat tarawih hukumnya adalah sunnah muakkad atau sunah yang tingkatannya hampir mendekati wajib. Perintah mengenai keutamaan salat tarawih terdapat dalam beberapa hadits Rasulullah SAW. Salah satunya diriwayatkan oleh Abu Hurairah yang berbunyi:
"Barang siapa yang melakukan ibadah Tarawih karena iman dan keikhlasan, maka akan diampuni oleh Allah dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).
Salat tarawih bisa dilakukan secara berjamaah ataupun sendiri di setiap malam Ramadhan. Ada yang mengerjakannya sebanyak 8 rakaat, ada pula yang mencapai 20 rakaat. Masing-masing pilihan itu ditutup dengan salat witir 3 rakaat.
Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir
Selepas sholat tarawih dan witir, biasanya imam akan membacakan doa kamilin. Menurut buku Tuntunan Sholat Tarawih dan I'tikaf oleh Syaikh Muhammad Nassirudin, doa kamilin dianjurkan untuk dibaca selama bulan Ramadhan, karena mengandung bacaan yang meliputi aspek duniawi dan ukhrawi, kenikmatan dan kesulitan, meminta keberkahan malam mulia, diterimanya amal, dan lain sebagainya.
Dihimpun dari buku Fasholatan Lengkap oleh Dzikrusyahadah, bacaan doa kamilin atau doa setelah sholat tarawih sesuai sunnah ialah sebagai berikut:
اَللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبَالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْن. مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا. ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّهْرِالشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِه وَصَحْبِه أَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Allâhummaj‘alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ‘ilîn. Wa lima ‘indaka thâlibîn. Wa li ‘afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa ‘anil laghwi mu‘ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil ‘âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ’I râdlîn. Wa lin na‘mâ’I syâkirîn. Wa ‘alal balâ’i shâbirîn. Wa tahta liwâ’i muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîna wa alal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa 'alâ sariirl karâmati qâ'idîn. Wa bi hûrun 'in mutazawwijîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha‘âmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka‘sin min ma‘în. Ma‘al ladzîna an‘amta ‘alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shâlihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîman. Allâhummaj‘alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su‘adâ’il maqbûlîn. Wa lâ taj‘alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma‘în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.
Artinya: “Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”
Meskipun tidak tertulis dalam Alquran dan sunnah, doa kamilin tetap dibolehkan untuk dibaca. Menurut Buya Yahya dalam Channel YouTube produksi Al-Bahjah TV, semua amal yang maknanya tidak salah maka diperbolehkan, termasuk doa kamilin yang bermakna kebaikan.
Keutamaan Sholat Tarawih
Menghimpun dalam buku Dahsyatnya Shalat dan Doa Ibu oleh Ummi Ayanih, berikut uraian keutamaan yang akan didapatkan umat Muslim, apabila ia menjalankan ibadah salat tarawih.
1. Mendapat pahala seperti salat satu malam penuh
Jika umat Muslim mengerjakan sholat tarawih secara berjamaah sampai selesai dengan penuh keimanan, ia akan mendapatkan pahala salat satu malam penuh. Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits berikut ini:
"Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Siapa yang shalat bersama imam sampai selesai, dicatat baginya shalat semalam suntuk." (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).
2. Diampuni dosa-sosanya
Allah SWT adalah Maha Pengampun. Jika umat-Nya mengerjakan sholat tarawih sebagai bentuk keimanannya dan mencari pahala dengan bersungguh-sungguh, dosa-dosa yang pernah diperbuat akan diampuni.
"Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Siapa yang melakukan sholat pada malam-malam bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).
3. Menguatkan Tali Silaturahmi
Keutamaan sholat tarawih yang berikutnya adalah mampu memperkuat tali silaturahmi antarumat Islam. Saat dilakukan berjamaah di masjid, kaum Muslim dapat bertemu dan mempererat tali persaudaraan. Sementara itu, jika ditunaikan berjamaah di rumah, hubungan antaranggota keluarga juga akan semakin harmonis.
"Seseorang yang menyambung tali silaturahmi bukanlah seorang yang membalas kebaikan dengan kebaikan. Akan tetapi seorang yang menyambung tali silaturahmi adalah orang yang berusaha kembali menyambung silaturahmi setelah sebelumnya diputuskan oleh pihak lain." (HR. Bukhari).
4. Meningkatkan kesehatan jiwa dan raga
Selain mendapatkan batin yang tenang dan damai karena menjalankan perintah-Nya, salat tarawih rupanya mampu meningkatkan kesehatan tubuh seperti:
Meningkatkan kesehatan tulang hingga persendian
Membakar kalori yang tertimbun di dalam tubuh
Menjauhkan dari penyakit diabetes
Meningkatkan fungsi otak
Membantu otak untuk mengendalikan hormon penyebab stres berlebih.
Tata Cara Sholat Tarawih
Umumnya, salat tarawih dikerjakan sebanyak 8 rakaat dengan 4 kali salam. Maksudnya, 2 rakaat sebanyak 4 kali sekaligus 1 kali salam di setiap akhir rakaat kedua.
Adapun tata caranya yang diringkas dari buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap oleh Drs. Moh. Rifa'I, yaitu sebagai berikut:
1. Membaca niat
Niat salat tarawih sebagai imam atau makmum
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا/مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman/ma’mūman lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”
Niat salat tarawih sendiri
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tarawihi rak‘ataini mustaqbilal qiblati ada’an lillahi ta‘ala.
Artinya: “Aku niat sholat sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, saat ini, karena Allah SWT.”
2. Takbiratul ihram
3. Membaca doa iftitah
4. Membaca surat Al-Fatihah
5. Membaca salah satu surat Alquran
6. Rukuk
7. Itidal
8. Sujud pertama
9. Duduk di antara dua sujud
10. Sujud kedua
11. Berdiri untuk melakukan rakaat kedua dengan langkah yang sama, diakhiri dengan tasyahud akhir dan salam. Lakukan sebanyak 8 rakaat dengan 2 rakaat masing-masing di akhiri dengan salam.
13. Lanjutkan dengan sholat witir sebanyak 3 rakaat 1 salam dengan niat:
اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى
“Ushalli sunnatal witri tsalaasa rak’atain lillaahi ta’ala.”
Artinya: “Aku niat salat witir tiga rakaat karena Allah Ta’ala.”
(VIO)
Frequently Asked Question Section
Apakah doa kamilin tarawih wajib?

Apakah doa kamilin tarawih wajib?
Meskipun tidak tertulis dalam Alquran dan sunnah, doa kamilin tetap dibolehkan untuk dibaca. Menurut Buya Yahya dalam Channel YouTube produksi Al-Bahjah TV, semua amal yang maknanya tidak salah maka diperbolehkan, termasuk doa kamilin yang bermakna kebaikan.
Doa apa yang dibaca setelah sholat witir?

Doa apa yang dibaca setelah sholat witir?
Selepas sholat tarawih dan witir, biasanya imam akan membacakan doa kamilin.
Bagaimana tata cara shalat tarawih?

Bagaimana tata cara shalat tarawih?
Membaca niat, takbiratul ihram, membaca doa iftitah, membaca surat Al-Fatihah, membaca salah satu surat Alquran, rukuk, itidal, sudah pertama, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, berdiri untuk melakukan rakaat kedua dengan langkah yang sama, diakhiri dengan tasyahud akhir dan salam. Lakukan sebanyak 8 rakaat dengan 2 rakaat masing-masing di akhiri dengan salam. Lanjutkan dengan sholat witir sebanyak 3 rakaat 1 salam.
