Bacaan Duduk di Antara Dua Sujud sesuai Sunnah Lengkap dengan Artinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bacaan duduk di antara dua sujud sesuai sunnah sangat penting untuk diketahui. Hal tersebut dikarenakan bacaan duduk di antara dua sujud merupakan salah satu doa dan juga gerakan yang termasuk dalam rukun, yaitu wajib dilakukan saat sedang melaksanakan salat.
Mengutip dari website resmi repository.uin.suska.ac.id, salat tidak hanya sekedar wujud ketaatan makhluk pada Allah Swt, tetapi juga latihan untuk membentuk kepribadian paling sempurna. Salat tak hanya doa-doa, tapi salat adalah suatu penggerak mekanisme hidup.
Dalam salat, terdapat gerakan-gerakan yang memiliki banyak sekali hikmah dan manfaat. Setiap gerakan salat tersebut mengantarkan kepada kekhusyukan fisik, dimana setiap gerakan telah disempurnakan untuk menundukkan fisik ketika menghadap Allah.
Bacaan Duduk di Antara Dua Sujud sesuai Sunnah Lengkap Beserta Artinya
Bacaan duduk di antara dua sujud sesuai sunnah Rasul menjadi bagian rukun salat yang tidak bisa ditinggalkan saat sedang melaksanakan salat. Apabila bacaan dan gerakan duduk di antara dua sujud tertinggal dengan sengaja, maka salat tidak akan sah.
Duduk di antara dua sujud disebut juga dengan duduk iftirasy. Iftirasy (duduk diantara dua sujud) merupakan kepasrahan seorang hamba terhadap Rabb-Nya, serta memohon dengan ketidakmampuan kita selaku hamba-Nya.
Posisi ini seolah-olah kita tidak mampu melakukan apapun, kecuali apa yang Allah Swt kehendaki. Posisi ini juga memberikan gambaran bahwa dalam hidup ini kita harus bersabar.
Bacaan pada saat iftirasy memberikan kita kesadaran bahwa diri kita tidaklah berdaya apa-apa dihadapan-Nya. Sebagai makhluk yang lemah manusia menyerahkan jiwa dan raga, hidup dan mati hanya kepada Tuhan-Nya semata.
Disamping itu, manusia membutuhkan ampunan atas dosa yang dilakukannya. Serta meminta dikasihani dalam hidupnya, dilapangkan rezeki, dijauhkan dari kehinaan, diangkat derajatnya, dan minta diberikan kesehatan jasmani dan rohani.
Duduk ini dilakukan antara sujud yang pertama dan sujud yang kedua, pada rakaat pertama sampai terakhir. Ada dua macam tipe duduk antara dua sujud, duduk iftirasy (duduk dengan meletakkan pantat pada telapak kaki kiri dan kaki kanan ditegakkan).
Duduk iq’ak (duduk dengan menegakkan kedua telapak kaki dan duduk di atas tumit).
Hal ini berdasar hadis: “Dari Aisyah berkata: “Dan Nabi saw menghamparkan kaki beliau yang kiri dan menegakkan kaki yang kanan, beliau melarang dari duduknya syaithan.” (HR. Ahmad dan Muslim)
Duduk dengan menegakkan telapak dan tumit kedua kakinya. Hal ini berdasarkan hadis Nabi saw: “Nabi saw terkadang duduk iq’ak, yakni duduk dengan menegakkan telapak dan tumit kedua kakinya.” (HR. Muslim)
Berikut adalah bacaan duduk di antara dua sujud sesuai dengan sunnah lengkap dengan artinya:
رب اغْفِرلي وَارْحَمْنِى واجبرني وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِى وَاهْدِنِى وَعَافِنِى وَاعْفُ عَنِّى
Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fu 'annii.
Artinya, "Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, perbaikilah keadaanku, tinggikanlah derajatku, berilah rezeki, dan petunjuk untukku."
Adapun bacaan doa duduk di antara dua sujud versi Rasulullah saw adalah sebagai berikut:
Bacaan ini merujuk pada hadis yang telah diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari Abdullah bin Abbas r.a. berikut ini:
أنَّ النَّبيَّ صلَّى اللَّهُ علَيهِ وسلَّمَ كانَ يقولُ بينَ السَّجدَتَينِ : اللَّهمَّ اغفِر لي وارحَمني واجبُرني واهدِني وارزُقني
Artinya: "Biasanya Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam ketika duduk di antara dua sujud beliau membaca:‘Allahummaghfirli warahmnii, wajburnii, wahdini, warzuqnii.’”
Bacaan doa duduk di antara dua sujud tentunya memiliki makna yang mendalam. Makna bacaan duduk di antara dua sujud di antaranya seperti permohonan ampun dan juga arahan untuk selalu dibimbing ke jalan yang benar.
Berikut adalah makna bacaan duduk di antara dua sujud jika diartikan kata perkata:
Pertama "Rabighfirlii", artinya: "Wahai Tuhan ampunilah dosaku." Dosa adalah beban berat yang wajib dikurangi, bahkan dibuang. Karena dosa, hati menjadi kotor, bahkan mati.
Dosa pula yang menjadi sebab seorang hamba malas beribadah. Perlu istighfar setiap waktu agar dosa-dosa itu gugur.
"Warhamnii", "Sayangilah diriku." Tidak ada kasih sayang terindah di dunia ini selain kasih sayang Allah.
"Wajburnii", "Tutuplah segala aibku." Siapakah yang mampu menutup aib seseorang selain Allah? Bersyukur sebab meski aib kita banyaknya tak terkira, Allah telah menutupnya dari hadapan manusia.
"Warfa'nii", "Tinggikanlah derajatku." Hanya Allah Swt yang mampu meninggikan derajat manusia.
"Warzuqnii", "Berikanlah aku rezeki." Jangankan makhluk bernama manusia, semut hitam kecil pun diberi rezeki oleh Allah Ta'ala, apalagi manusia yang Ia ciptakan sebagai wakil-Nya di muka bumi ini.
"Wahdini", "Berikanlah aku petunjuk ke jalan kebahagiaan." Petunjuk adalah hal terpenting dalam hidup seorang hamba.
"Wa'aafinii", "Berikanlah aku kesehatan." Bila seorang Muslim itu sehat fisik dan imannya, ia bisa memberi dan menambah kemaslahatan bagi yang lain.
"Wa'fuannii", "Maafkan segala kesalahanku." Allah SWT Mahapemaaf kepada setiap hamba-Nya. Sejatinya manusia tak mendendam kepada manusia lain selama akidah keimanannya tidak diusik.
Tak hanya itu, kandungan makna dalam doa duduk di antara dua sujud dapat dikategorikan menjadi beberapa, di antaranya adalah sebagai berikut:
Mengandung permohonan kepada Allah Swt agar dosa-dosa kita dapat diampuni.
Dalam bacaan duduk diantara dua sujud juga mengandung permohonan agar Allah Swt meninggikan derajat kita.
Terdapat permohonan diberi kasih sayang dari Allah Swt.
Bacaan duduk di antara dua sujud mengandung permintaan agar Allah Swt menutupi segala kekurangan manusia.
Permohonan supaya senantiasa mendapatkan bimbingan yang benar dan mendapatkan jalan menuju pada kebahagiaan.
Sebagai permohonan agar tetap diberikan kesehatan.
Cara Duduk di Antara Dua Sujud
Cara duduk di antara dua sujud adalah dengan duduk iftirasy, yaitu dengan membentangkan punggung kaki kiri di lantai, dan mendudukinya, kemudian kaki kanan ditegakkan dan jari-jarinya menghadap kiblat.
Dari Abu Humaid As Sa’idi radhiallahu’anhu beliau berkata:
فَإِذَا جَلَس فِي الرَكعَتَين جَلَس على رجلٌه اليسرى، ونصب اليمنى، وإذا جلس في الركعة الآخرة، قدم رجلٌه اليسرى، ونصب الأخرى، وقعد على مقعدته
“Nabi shallallahu’alaihi wasallam jika duduk dalam salat di dua rakaat pertama beliau duduk di atas kaki kirinya dan menegakkan kaki kanan. Jika beliau duduk di rakaat terakhir, beliau mengeluarkan kaki kirinya dan menegakkan kaki kanannya dan duduk di atas lantai.” (HR. Bukhari no. 828 dan Muslim no. 226)
Dalam riwayat lain:
ثُمَّ ثَنَى رِجْلَهُ الْيُسْرَى وَقَعَدَ عَلَيْهَا ثُمَّ اعْتَدَلَ حَتَّى يَرْجِعَ كُلُّ عَظْمٍ فِى مَوْضِعِهِ مُعْتَدِلاً ثُمَّ أَهْوَى سَاجِدًا
“Kemudian kaki kiri ditekuk dan diduduki. Kemudian badan kembali diluruskan hingga setiap anggota tubuh kembali pada tempatnya. Lalu turun sujud kembali.” (HR. Tirmidzi no. 304, At Tirmidzi mengatakan hasan shahih)
Abdullah bin Umar radhiallahu’anhu mengatakan:
من سُنَّةِ الصلاةِ ، أنْ تنصِبَ القدمَ اليمنَى ، واستقبالُهُ بأصابعِها القبلةَ ، والجلوسُ على اليسرَى
“Diantara sunnah dalam shalat adalah menegakkan kaki kanan lalu menghadapkan jari-jarinya ke arah kiblat dan duduk di atas kaki kiri.” (HR. An Nasa’i no. 1157, di-shahih-kan Al Albani dalam Shahih An Nasa’i)
Posisi ini menunjukkan kepasrahan seseorang terhadap Tuhannya, dan memohon dengan ketidakmampuan kita selaku hamba-Nya. Posisi ini, seolah-olah kita tidak mampu melakukan apapun, kecuali apa yang Allah Swt kehendaki.
Karena duduk menandakan kecilnya daya gerak kita dan semakin jauh dari apa yang kita inginkan, dan disanalah kita menyadari kedhaifan sebagai seorang hamba.
Posisi iftirasy memberikan gambaran bahwa kita sedang menunggu dan akan tetap selalu menunggu (bersabar). Baik menunggu akhir hidup kita maupun menunggu hisab kita saat hari kiamat.
Disinilah sejenak kita merenung tentang segala nikmat yang telah Allah Swt berikan haruslah disyukuri dan mengajarkan kita untuk tidak hanya memikirkan kehidupan di dunia saja.
Iftirasy juga memberikan kesempatan kepada kita untuk istirahat sebentar sebelum kita melanjutkan ke rakaat berikutnya. Hal ini memberikan kita ruang untuk merenung tentang kehidupan akhirat, dan mengajarkan kepada kita arti sabar.
Karena setelah mengetahui hakikat kita, kemudian melaksanakan ikhtiar, langkah berikutnya ialah kita belajar sabar menunggu atas usaha yang kita lakukan.
Adapun makna yang terkandung di dalam bacaan ini adalah kesadaran seseorang bahwa dirinya tidaklah berdaya apa-apa dihadapan Tuhannya.
Sebagai makhluk yang lemah manusia menyerahkan jiwa dan raga, hidup dan mati hanya kepada Tuhannya semata. Di samping itu, manusia membutuhkan ampunan atas dosa yang dilakukannya.
Serta meminta dikasihani dalam hidupnya, dilapangkan rezeki, dijauhkan dari kehinaan, diangkat derajatnya, dan minta diberikan kesehatan jasmani dan rohani.
Dari sekian banyak gerakan salat dan bacaan salat, saat duduk diantara dua sujudlah kita diberi pengharapan atas diri kita sendiri. Karena gerakan lainnya dan bacaan lainnya menggambarkan bahwa kebesaran Allah Swt.
Dalam posisi ini juga kita meminta dengan penuh kepasrahan serta kepatuhan hati, karena dalam setiap gerakan shalat kita tetap menundukkan kepala kita. Sehingga bacaan yang kita baca mengisyaratkan keinginan kita kepada Allah Swt.
Demikian adalah penjelasan mengenai bacaan duduk di antara dua sujud yang harus diketahui dengan benar. (Nisa)
Baca juga: Bacaan Yasin Tahlil Lengkap Latin dan Artinya
