Bagaimana Antarumat Beragama Saling Menjalin Persatuan?

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia adalah negara yang memiliki keanekaragaman budaya, suku, bahasa, hingga agama. Tidak dipungkiri, negara akan terpecah belah jika antarumat beragama tidak mampu menjalin persatuan dan kesatuan.
Agama resmi yang ada di Indonesia terdiri dari enam macam, yaitu Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Setiap warga negara pun dijamin kebebasannya dalam memeluk salah satu di antara agama tersebut.
Dasar hukum yang menjamin kebebasan beragama di Indonesia tertulis dalam UUD 1945 Pasal 28E ayat (1) yang berbunyi: “Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.”
Bagaimana antarumat beragama saling menjalin persatuan?
Berikut sikap-sikap yang harus ditumbuhkan antarumat beragama yang dirangkum dari Jurnal Moderasi Beragama dalam Keragaman Indonesia karangan Agus Akhmadi (2019:45).
1. Sikap Menghormati dan Menghargai
Wujud sikap menghormati dan menghargai sebenarnya sudah ditekankan secara konstitusi oleh negara lewat Pasal 28 UUD 1945. Salah satu ayat pasal tersebut berisikan tentang kebebasan warga untuk memeluk agama dan kepercayaannya masing-masing.
Selain itu, antar umat beragama juga harus menyadari bahwa setiap agama memiliki tata cara dan ketentuan dalam menjalankan ibadahnya tanpa merasa agamanya lebih unggul dibandingkan dengan yang lain.
2. Menjunjung Tinggi Toleransi
Toleransi antarumat beragama juga ditunjukkan dengan adanya hari raya besar keagamaan. Pemerintah sengaja menetapkan hari libur pada hari raya tersebut.
Libur hari raya dimaksudkan agar umat beragama bisa fokus untuk menjalankan ibadahnya tanpa merasa terganggu dengan aktivitas lain. Selain itu, tujuan diliburkan pada saat hari raya agar antarumat beragama yang lainnya bisa ikut merasakan suka cita.
3. Menghindari Pemicu Terjadinya Konflik
Salah satu cara termudah untuk menghindari pemicu adanya konflik adalah dengan tidak menjadi provaktor isu SARA yang berkembang di media sosial.
Konflik keagaaman yang banyak terjadi di Indonesia umumnya dipicu adanya kontestasi antar kelompok agama dalam meraih dukungan umat yang tidak dilandasi sikap toleransi. Masing-masing dari mereka menggunakan kekuatannya agar menang sehingga memicu terjadinya konflik.
Oleh karena itu, penting untuk menanamkan sikap keberagaman antarumat beragama di sebuah negara majemuk agar tidak menimbulkan konflik yang meresahkan.
(VIO)
