Konten dari Pengguna

Bagaimana Cara Agar Rantai Makanan Terjaga Keseimbangannya?

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam rantai makanan, tumbuhan berperan menjadi produsen yang dimakan oleh makhluk hidup lainnya. Sumber: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Dalam rantai makanan, tumbuhan berperan menjadi produsen yang dimakan oleh makhluk hidup lainnya. Sumber: Pexels.com

Rantai makanan dalam artian sempit yaitu sesuatu yang menjelaskan pola konsumsi makhluk hidup.

Secara luas, menurut Dewangga Wisnu Wardana dalam penelitian berjudul Rekayasa Media Pembelajaran Rantai Makanan Pada Hewan Menggunakan Augmented Reality, rantai makanan adalah perpindahan energi dari organisme pada suatu tingkat tropik ke tingkat tropik berikutnya.

Perpindahan energi tersebut terjadi dalam peristiwa makan dan dimakan dengan urutan tertentu. Rantai makanan secara konseptual terstruktur dalam tingkatan tropik.

Tingkatan Tropik Rantai Makanan

Pada rantai makanan, makhluk hidup memilki peran masing-masing, yaitu sebagai produsen, konsumen dan dekomposer atau pengurai. Tingkatan tropik terendah adalah produsen yang tidak memakan organisme lain, tetapi dia bisa berfungsi sendiri sebagai makanan, misalkan tanaman hijau.

Konsumen pada Rantai Makanan

Konsumen merupakan terbagi atas 3 kelompok, yaitu konsumen tingkat I yang hanya memakan tumbuh-tumbuhan atau biasanya disebut herbivora, sedangkan konsumen tingkat II adalah makhluk hidup pemakan daging atau karnivora.

Pada tingkat III, konsumen bisa memakan tumbuh-tumbuhan dan dan juga daging. Konsumen tingkat III biasa disebut omnivora atau pemakan segalanya.

Salah satu contoh hewan pemakan tumbuhan dan daging adalah tupai. Sumber: Pexels.com

Contoh Rantai Makanan

Dilansir dari buku Biologi: - Jilid 1 karya Diah Aryulina, dkk menjelaskan bahwa ada beberapa contoh rantai makanan berdasarkan ekosistemnya yaitu:

1. Sawah

Padi > tikus > ular sawah > elang > pengurai.

Dari contoh di atas, padi berperan sebagai produsen yang sanggup menghasilkan makanan sendiri. Padi kemudian dimakan konsumen I yang pada kasus ini ialah tikus.

Kemudian tikus dimakan oleh ular sawah yang menjadi konsumen II. Setelah itu, ular tersebut akan menjadi mangsa elang yang dalam kasus ini adalah konsumen III.

Ketika elang itu mati, ia jatuh ke tanah dan diuraikan oleh bakteri pengurai atau dekomposer.

2. Hutan

Tumbuhan > kupu-kupu > belibis > elang > pengurai

Berdasarkan contoh ini, produsen di ekosistem hutan adalah rumput dan bunga. Setelah itu, sari yang ada di bunga di ambil oleh kupu-kupu sebagai konsumen I lalu.

Kemudian kupu-kupu dimakan oleh konsumen I yaitu belibis, lalu belibis tersebut diterkam oleh elang. Apabila elang mati, bangkainya akan diurai oleh dekomposer atau pengurai.

Dari dua contoh di atas, rantai makanan harus dijaga keseimbangannya agar siklus tersebut tidak rusak dan dapat mengganggu ekosistem lingkungan.

Bagaimana agar rantai makanan tersebut terjaga keseimbangannya? Simak jawabannya berikut.

Elang merupakan salah satu predator tingkat tinggi dalam rantai makanan. Sumber: Pexels.com

Bagaimana Agar Rantai Makanan Tersebut Terjaga Keseimbangannya?

Dalam buku Sukses USBN Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD/MI yang disusun oleh Tim Ganesha Operation menjelaskan bahwa apabila rantai makanan tak dijaga keseimbangannya maka ekosistem terganggu.

Rantai makanan tak seimbang terjadi apabila satu atau lebih komponennya punah atau populasinya berkembang. Contohnya terlihat pada hubungan antara manusia dan ular.

Jika manusia memburu ular secara besar-besaran untuk keperluannya, maka semakin lama, populasi ularpun akan semakin menurun. Kemudian, tikus-tikus sawah pun semakin banyak dan menggangu pertumbuhan padi.

Berdasarkan contoh di atas, dapat disimpulkan bahwa menjaga populasi suatu tropik sangatlah penting dalam menjaga keseimbangan rantai makanan.

(SAI)