Bagaimana Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Air? Begini Prosesnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Energi listrik dihasilkan dari berbagai sumber. Ada yang memanfaatkan sumber terbatas seperti batu bara, ada pula yang memanfaatkan berbagai sumber dari alam seperti angin dan air.
Pemanfaatan air sebagai sumber energi listrik harus melalui serangkaian proses yang terjadi di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Pembangkit listrik tenaga air memanfaatkan aliran air yang dapat berasal dari air terjun, waduk, atau sungai.
Mengutip buku Energi Alternatif oleh Komunitas Dian Aksara, prinsip pembangkit listrik tenaga air adalah jarak jatuhnya air ke turbin dan jumlah air yang mengalir. Karena itu, sebuah pembangkit listrik tenaga air sangat bergantung pada pasokan air.
Biasanya, tempat yang dapat menampung air adalah danau. Namun, jika tidak ada danau, maka dibangunlah waduk.
Waduk biasanya berada di sebelah atas, sedangkan stasiun pembangkit berada di bawahnya. Air yang dialirkan ke bawah memutar turbin yang akan menjalankan generator sehingga dapat menghasilkan listrik.
Semakin tinggi jarak air yang jatuh, semakin cepat pula turbin berputar. Semakin banyak air yang mengalir ke turbin, semakin besar pula tenaga yang dihasilkan oleh turbin.
Jumlah pembangkit listrik tenaga air di Indonesia terbilang cukup banyak. Banyak pula yang dibangun waduk sebagai tempat pengumpulan air.
Selain berfungsi sebagai pembangkit listrik, waduk tersebut banyak digunakan sebagai tempat memelihara ikan, pariwisata, dan olahraga. Lantas, bagaimana cara kerja pembangkit listrik tenaga air? Simak prosesnya berikut ini.
Bagaimana Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Air?
Sederhananya, pembangkit listrik tenaga air bekerja dengan cara mengubah energi air yang mengalir dari penampungan menjadi energi mekanik, dan dari energi mekanik menjadi energi listrik.
Berikut proses lengkapnya dikutip dari Modul Pembelajaran PLTA Berbasis Augmented Reality oleh Yessy Asri dan Alvin Kurnia Niwes (2016).
Aliran sungai dengan jumlah debit yang besar ditampung dalam bendungan atau waduk.
Air tersebut dialirkan melalui saringan power intake, kemudian masuk ke dalam pipa pesat (penstock).
Untuk mengubah energi potensial menjadi energi kinetik, pada ujung pipa dipasang katup utama.
Air yang mempunyai tekanan dan kecepatan tinggi (energi kinetik) diubah menjadi energi mekanik dan akan mendorong runner yang terpasang pada turbin.
Gaya jatuh air yang mendorong baling-baling menyebabkan turbin berputar.
Turbin kemudian mengubah energi kinetik dari gaya jatuh air tersebut menjadi energi mekanik.
Generator yang dihubungkan dengan turbin ikut berputar ketika baling-baling turbin berputar dan mengubah energi mekanik dari turbin menjadi energi listrik.
(ADS)
