Konten dari Pengguna

Bagaimana Struktur Jaringan Hewan? Ini Jawabannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana struktur jaringan hewan? Ini jawabannya. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Bagaimana struktur jaringan hewan? Ini jawabannya. Foto: Pixabay

Hewan adalah makhluk hidup multiseluler selain tumbuhan yang memiliki beraneka ragam jaringan. Pada prinsipnya, jaringan pada hewan sama seperti jaringan tumbuhan, yang tersusun dari sel-sel yang memiliki bentuk, ukuran, dan fungsi serupa.

Mengutip dalam Modul Pembelajaran 2: Struktur dan Fungsi Jaringan yang ditulis oleh Zaenal Arifin, M. Si dan Arief Husein, M.Si, struktur jaringan hewan dikelompokkan menjadi dua, yaitu jaringan germinal dan jaringan somatis.

Jaringan germinal ada di dalam gonad (organ yang memproduksi sel sperma atau ovum) dan merupakan jaringan yang secara terus menerus menghasilkan sel benih/sel kelamin. Sementara itu, jaringan somatis memiliki jaringan dasar yang lain sebagai penyusunnya.

Ilustrasi jaringan hewan. Foto: Pixabay

Adapun disebutkan dalam buku Biologi yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, jaringan hewan terbagi menjadi empat macam. Berikut penjelasan dari pertanyaan, bagaimana struktur jaringan hewan.

Jaringan Epitel (epitelium)

Jaringan epitel adalah jaringan yang membatasi dua lingkungan berbeda dalam tubuh hewan dan melekat pada jaringan ikat. Jaringan epitel dapat dibedakan berdasarkan letaknya, yaitu:

  • Epidermis, yang berbatasan dengan lingkungan luar.

  • Endotelium, yang membatasi organ dalam.

  • Mesotelium, yang membatasi rongga.

Fungsi umum jaringan epitel adalah sebagai proteksi, absorpsi, sekresi, reseptop dan pertukaran zat. Sementara itu, ciri-ciri khusus jaringan epitel, antara lain:

  • Sel-selnya tersusun rapat

  • Tidak mengandung pembuluh darah namun mengandung saraf

  • Kemampuan regenerasi tinggi.

Jaringan Ikat (konektif)

Jaringan ikat adalah jaringan yang berfungsi mengikat jaringan-jaringan lain menjadi satu, dan berasal dari perkembangan mesenkim dari mesoderm. Jaringan ini dapat disebut juga jaringan konektif atau jaringan penyokong. Jaringan ikat memiliki klasifikasi, di antaranya:

  • Jaringan ikat longgar, yang merupakan jaringan dengan serat lebih longgar, komposisi bahan dasar matriksnya lebih banyak, serta sel penyusunnya lebih sedikit.

  • Jaringan ikat padat, adalah jaringan yang seratnya lebih banyak dan rapat daripada bahan dasar dan sel penyusunnya.

  • Jaringan lemak (adiposa), adalah jaringan yang terspesialisasi untuk menyimpan sel lemak. Ciri-ciri sel lemak adalah oval, transparan, tipis, dan elastis.

  • Jaringan tulang rawan (kartilago), merupakan hasil spesialisasi jaringan ikat berserat dengan matriks yang elastis

  • Jaringan tulang sejati, Sel-sel penyusun jaringan tulang berasal dari osteoblas yang menghasilkan osteosit.

Ilustrasi jaringan otot hewan. Foto: Pixabay

Jaringan Otot

Jaringan otot adalah struktur jaringan yang tersusun dari sel-sel otot, yang berfungsi sebagai alat gerak aktif tubuh. Otot dapat bekerja secara aktif dengan cara kontraksi (memendek) dan relaksasi (memanjang).

Jaringan Saraf

Jaringan saraf tersusun atas sel-sel saraf/neuron yang terhubung ke sistem saraf pusat. Struktur sel saraf, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Dendrit, berfungsi menerima rangsang.

  • Badan sel, berfungsi memproses rangsang.

  • Akson, berfungsi menghantarkan rangsang menuju sinapsis.

  • Sel Schwann, berupa lemak yang berfungsi menghasilkan myelin.

  • Selubung mielin, berfungsi melindungi akson dan memberi nutrisi.

  • Nodus Ranvier (celah), berfungsi mempercepat hantaran rangsangan.

  • Sinapsis, berfungsi meneruskan rangsang ke sel saraf selanjutnya.

(HDP)