Konten dari Pengguna

Bagaimana Struktur Jaringan Tumbuhan? Berikut Jawabannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tumbuhan adalah makhluk hidup yang disusun oleh struktur jaringan. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Tumbuhan adalah makhluk hidup yang disusun oleh struktur jaringan. Foto: Pixabay

Tumbuhan adalah salah satu makhluk hidup yang memiliki struktur jaringan, untuk dapat membentuk satu kesatuan yang utuh. Struktur jaringan sendiri adalah sekelompok sel yang memiliki fungsi yang sama dan terikat oleh bahan antar sel.

Lalu, bagaimana struktur jaringan tumbuhan? Secara umum, struktur jaringan tumbuhan ada dua macam, yaitu jaringan meristem (embrional) dan jaringan permanen (dewasa), yang mana pengertian dari keduanya akan dijelaskan di bawah ini.

Jaringan Meristem

Mengutip dalam Modul Pembelajaran 2: Struktur dan Fungsi Jaringan yang ditulis oleh Zaenal Arifin, M. Si dan Arief Husein, M.Si, jaringan meristem berisi sekumpulan sel-sel yang terus menerus aktif membelah.

Pada dasarnya, jaringan meristem dapat diartikan sebagai sekumpulan sel dengan bentuk dan fungsi yang sama serta memiliki sifat meristematik. Adapun ciri-ciri jaringan meristem, antara lain:

  • Terdiri dari beberapa sel yang aktif membelah

  • Memiliki sel-sel berusia muda, berukuran kecil, serta memiliki bentuk dan ukuran yang sama

  • Tidak memiliki fungsi khusus

  • Tidak ditemukan pada ruang antarsel

  • Tidak mengandung zat-zat tertentu.

Jawaban pertanyaan bagaimana struktur jaringan tumbuhan. Foto: Pixabay

Sementara itu, berdasarkan asal pembentukannya, jaringan meristem dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu:

  • Promeristem, adalah jaringan meristem yang telah ada ketika tumbuhan masih dalam tingkat embrio.

  • Meristem primer (meristem apical), merupakan jaringan meristem yang ditemukan pada tumbuhan dewasa, yang biasa ditemukan pada ujung batang dan ujung akar.

  • Meristem sekunder, yaitu jaringan meristem yang berasal dari jaringan yang telah mengalami diferensiasi. Contoh meristem sekunder adalah kambium, yang menyebabkan pertumbuhan sekunder.

Jaringan meristem juga dapat dibedakan berdasarkan posisi dalam tumbuhannya, di antaranya adalah:

  • Meristem apikal, yang terdapat di ujung puncak utama dan pucuk lateral serta ujung akar

  • Meristem interkalar, yang ada di antara jaringan dewasa, contohnya pada meristem pangkal ruas tumbuhan anggota suku rumput-rumputan

  • Meristem lateral, yang terletak sejajar dengan permukaan organ ditemukannya, contohnya pada kambium dan kambium gabus (felogen).

Struktur jairngan tumbuhan dibagi menjadi dua macam, yaitu jaringan meristem dan jaringan permanen. Foto: Pixabay

Jaringan Permanen (Dewasa)

Jaringan permanen dihasilkan dari sel-sel hasil pembelahan, kemudian menjadi bagian dari jaringan dan organ tertentu dan tidak memiliki sifat meristematik lagi karena sudah terspesialisasi.

Dikutip dalam buku Biologi yang telah diterbitkan oleh Kemendikbud RI, jaringan permanen mengalami diferensiasi, sehingga lagi melakukan pembelahan atau sudah tidak aktif jaringannya. Ciri-ciri jaringan permanen, yaitu:

  • Tidak aktif membelah diri

  • Berukuran lebih besar dari pada jaringan meristem

  • Mempunyai vakuola yang berukuran besar, sehingga memiliki plasma sel yang sedikit dan merupakan selaput yang menempel pada dinding sel.

  • Di sela-sela selnya memiliki ruang antarsel

  • Sel telah mengalami penebalan dinding sesuai dengan fungsinya.

Jaringan dewasa terdiri dari beberapa jenis, yang dibedakan berdasarkan bentuk dan fungsinya. Jenis-jenis jaringan dewasa, antara lain:

  • Jaringan epidermis, merupakan lapisan paling luar pada setiap organ tumbuhan, yang berfungsi sebagai pelindung.

  • Jaringan parenkim, adalah jaringan yang terbentuk dari sel-sel yang hidup dengan struktur morfologis dan siologis yang beragam.

  • Jaringan penyokong, yaitu jaringan yang memberikan kekuatan bagi tumbuhan sehingga mampu berdiri tegak.

  • Jaringan sklerenkim, adalah jaringan penguat yang terdiri dari sel-sel mati.

  • Jaringan pengangkut, yang berfungsi mengangkat air dan garam mineral dari akar ke daun.

(HDP)