Konten dari Pengguna

Bagian-Bagian Pantun Beserta Penjelasan dan Contohnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pantun. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pantun. Foto: Pixabay

Pantun adalah salah satu bentuk puisi lama yang berfungsi sebagai penghibur dan penegur. Isi pantun sering kali berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan sering digunakan untuk menasihati orang lain.

Saat ini, pantun lebih sering disampaikan melalui tulisan. Meski demikian, ada beberapa daerah yang masih melestarikan pantun sebagai tradisi. Misalnya, dalam tradisi adat pernikahan Betawi, Palang Pintu.

Salah satu ciri khas pantun adalah kata-katanya yang bersahut-sahutan. Maksudnya, isi pantun saling berkaitan antara bait satu dan bait berikutnya.

Mengutip buku Arif Cerdas untuk Sekolah Dasar untuk Sekolah Dasar Kelas 5 oleh Tim Arif, secara garis besar pantun dibedakan menjadi dua, yaitu pantun berdasarkan usia dan pantun berdasarkan isi.

Berdasarkan usia, pantun dikelompokkan menjadi tiga, yaitu pantun kanak-kanak, pantun orang muda, dan pantun orang tua. Sementara itu, berdasarkan isinya pantun dibedakan menjadi pantun jenaka, pantun nasihat, pantun teka-teki, dan pantun.

Pantun terikat oleh aturan. Dikatakan demikian karena setiap bait pantun harus terdiri dari empat baris atau larik yang bersajak a-b-a-b. Setiap barisnya terdiri dari 8-12 suku kata.

Selain itu, pantun terdiri atas dua bagian yang sama-sama tidak boleh dilupakan. Apa bagian bagian pantun tersebut? Simak penjelasan lengkapnya berikut.

Bagian Bagian Pantun

Ilustrasi pantun. Foto: Pixabay

1. Sampiran

Mengutip buku Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan oleh Taufiqur Rahman, S.Pd., M.Pd.I., sampiran adalah bagian awal pantun yang terletak pada barus pertama dan kedua.

Sampiran pada pantun kerap kali berkaitan dengan alam. Berfungsi untuk membentuk rima dan sebagai pengantar menuju bagian isi agar dapat mempermudah pembaca atau pendengar memahami isi pantun tersebut.

Karena itu, umumnya bagian sampiran tidak memiliki hubungan dengan isi pantun. Namun, ada juga beberapa pantun yang bagian sampiran dan isinya saling berkaitan.

2. Isi

Isi adalah bagian yang letaknya pada dua baris terakhir, yaitu baris ketiga dan keempat. Bagian ini merupakan tujuan atau maksud dari pantun sesuai dengan jenisnya.

Misalnya, pada pantun nasihat, bagian inilah yang mengandung pesan kepada pembaca atau pendengar. Sementara itu, pada pantun teka-teki bagian isi juga yang mengandung pertanyaan atau tebak-tebakan.

Contoh Bagian Bagian Pantun

Ilustrasi pantun. Foto: Pixabay

Nah, agar lebih memahaminya, simak contoh bagian bagian pantun di bawah ini.

1. Pecah ombak di Tanjung Cina

Menghempas pecah di tepian

Biarlah makan dibagi dua

Asal adik jangan tinggalkan

Sampiran:

Pecah ombak di Tanjung Cina

Menghempas pecah di tepian

Isi:

Biarlah makan dibagi dua

Asal adik jangan tinggalkan

2. Tanam melati dirama-rama

Ubur-ubur sampingan dua

Sehidup semati kita bersama

Satu kubur kelak berdua

Sampiran:

Biarlah makan dibagi dua

Asal adik jangan tinggalkan

Isi:

Sehidup semati kita bersama

Satu kubur kelak berdua

3. Enak benar tinggal di Batujajar

Segar udaranya, indah, dan permai

Anak sekolah rajinlah belajar

Agar cita-citanya kelak tercapai

Sampiran:

Enak benar tinggal di Batujajar

Segar udaranya, indah, dan permai

Isi:

Anak sekolah rajinlah belajar

Agar cita-citanya kelak tercapai

(ADS)