Konten dari Pengguna

Bahan yang Dikeluarkan oleh Tenaga Vulkanisme

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu bahan yang dikeluarkan tenaga vulkanisme adalah lava. Foto: kemdikbud.go.id
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu bahan yang dikeluarkan tenaga vulkanisme adalah lava. Foto: kemdikbud.go.id

Vulkanisme adalah segala peristiwa yang berhubungan dengan keluarganya magma ke permukaan bumi. Terdapat tiga jenis bahan yang dikeluarkan oleh tenaga vulkanisme berdasarkan material vulkaniknya.

Tiga jenis bahan yang dikeluarkan dari hasil erupsi tersebut antara lain bahan padat atau eflata, bahan cair atau efusit. dan bahan gas atau eksalasi. Untuk lebih jelasnya, simak uraian lengkapnya berikut ini.

Bahan yang Dikeluarkan oleh Tenaga Vulkanisme

Dikutip dari Bentuk-bentuk Muka Bumi oleh Mulyadi, bahan-bahan yang dikeluarkan oleh tenaga vulkanisme atau saat gunung api meletus adalah sebagai berikut.

1. Bahan Padat (Eflata)

Kerikil atau lapili. Foto: kemdikbud.go.id

Eflata adalah bahan padat yang dikeluarkan gunung api setelah meletus, seperti batu-batu besar (bom vulkanis), batu-batu kecil dan kerikil (lapili), pasir vulkanik, dan abu vulkanik.

2. Bahan Cair (Efusit)

Lahar. Foto: kemdikbud.go.id

Efusit adalah bahan cair yang terjadi jika tidak terdapat sumber lava sehingga akan keluar magma cair berupa lahar panas dan lahar dingin.

3. Bahan Gas (Eksalasi)

Gas belerang. Foto: kemdikbud.go.id

Eksalasi adalah bahan gas yang dapat berbentuk sebagai berikut.

  1. Gas fumarol, yakni gas yang mengeluarkan uap air yang keluar dari lubang fumarol.

  2. Gas sulfatar, yakni gas yang mengandung belerang.

  3. Gang mofet, yakni gas yang mengandung gas asam arang.

Dampak Gejala Vulkanisme

Salah satu dampak negatif dari gejala vulkanisme adalah lava yang dikeluarkan dapat membakar wilayah yang dilaluinya. Foto: iStock

Gejala vulkanisme memiliki dampak terhadap kondisi alam dan kehidupan manusia di sekitarnya. Pengaruh aktivitas vulkanik ini sifatnya dapat merugikan dan menguntungkan.

Dikutip dari Geografi: Membuka Cakrawala Dunia oleh Bambang Utoyo, kerugian yang dapat timbul akibat vulkanisme antara lain sebagai berikut.

  1. Erupsi gunung api yang mengeluarkan lava dan eflata dengan suhu tinggi dapat membakar wilayah yang dilaluinya, sehingga mengakibatkan hancurnya daerah pemukiman dan fasilitas sosial masyarakat, lahan pertanian, hingga memakan korban jiwa.

  2. Embusan awan panas dan abu vulkanik ke atmosfer mengakibatkan polusi udara.

  3. Aliran lahar yang membendung daerah aliran sungai dapat mengakibatkan banjir bandang dengan kandungan lumpur tinggi saat hujan turun yang intensitasnya relatif tinggi.

  4. Bahan-bahan eksalasi berupa gas beracun dapat membunuh hewan dan manusia yang tinggal di sekitar gunung api.

Di samping kerugian, banyak keuntungan yang dapat diambil dari adanya gejala vulkanisme. Bahan-bahan yang dikeluarkan oleh tenaga vulkanisme biasanya memiliki keuntungan yang bersifat jangka panjang.

Beberapa dampak positif dari adanya gejala vulkanisme antara lain sebagai berikut.

  1. Material gunung api yang dikeluarkan saat erupsi sangat kaya akan mineral-mineral penyubur tanah. Setelah mengalami proses pelapukan secara sempurna, bahan-bahan tersebut berubah menjadi tanah vulkanis yang subur.

  2. Pembekuan magma menjadi batuan beku intrusif dan ekstrusif sangat bermanfaat bagi manusia sebagai salah satu barang tambang untuk kebutuhan bahan bangunan.

  3. Dalam jumlah yang banyak, endapan belerang di sekitar kawah gunung api dapat ditambang sebagai bahan baku industri pupuk, obat-obatan, dan mesiu.

  4. Uap yang dikeluarkan dari gejala panas bumi akibat aktivitas magma sering kali dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga panas bumi.

  5. Hampir semua mineral logam seperti emas, perak, tembaga, dan timah putih berasal dari aktivitas vulkanisme.

(SFR)