Konten dari Pengguna

Bahasa Jepang Adik Perempuan dan Anggota Keluarga Lainnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kakak dan adik perempuan. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kakak dan adik perempuan. Foto: Pexels

Penyebutan anggota keluarga di Jepang terbagi menjadi dua macam, yaitu penyebutan anggota keluarga kandung dan penyebutan secara umum. Misalnya, bahasa Jepang adik perempuan untuk keluarga kandung berbeda dengan penyebutan adik perempuan orang lain.

Dalam bahasa Indonesia, adik perempuan kandung disebut sebagai "adik" oleh anggota keluarganya sendiri maupun orang lain. Namun, panggilan adik perempuan dalam bahasa Jepang berbeda. Apa penyebutannya yang benar?

Bahasa Jepang Adik Perempuan

Ilustrasi adik perempuan. Foto: Pexels

Dikutip dari laman The True Japan, bahasa Jepang adik perempuan kandung adalah "imouto" (妹). Contoh kalimatnya:

妹の名前はアリスです。

Imouto no namae wa Arisu desu.

Artinya: Nama adik perempuanku adalah Alice.

Namun, dalam percakapan sehari-hari, banyak orang Jepang lebih suka menggunakan tambahan kata "chan" (ちゃん) ketika menyebut nama adik perempuan mereka. Sebagai contoh, jika nama adik perempuan Anda adalah Lisa, maka Anda bisa memanggilnya dengan "Lisa-chan".

Penambahan sufiks "chan" adalah cara yang umum digunakan untuk menunjukkan rasa kasih sayang dan kedekatan dalam percakapan sehari-hari. Ini sering digunakan antara saudara kandung dan teman dekat.

Jadi, jika Anda mendengar seseorang memanggil adik perempuan mereka dengan nama yang diikuti oleh "chan", itu menunjukkan kedekatan hubungan keduanya.

Lantas, bagaimana jika Anda ingin menyebut adik perempuan orang lain dalam bahasa Jepang? Dalam hal ini, penyebutannya berubah menjadi "imouto-san" (妹さん). Contoh kalimatnya:

妹さんは今おいくつですか?

Imouto-san wa ima oikutsu desu ka?

Artinya: Berapa usia adik perempuan kamu?

Sufiks "san" (さん) adalah bentuk yang lebih umum digunakan untuk menyapa seseorang secara formal dan sopan. Jadi, dengan menggunakan "imouto-san", Anda menunjukkan sikap hormat atau sopan santun terhadap adik perempuan orang lain.

Bahasa Jepang Anggota Keluarga Lainnya

Ilustrasi anggota keluarga. Foto: Pexels

Selain adik perempuan, berikut adalah beberapa cara penyebutan anggota keluarga lainnya dalam bahasa Jepang.

1. Ayah (Otousan atau Papa)

Ayah dalam bahasa Jepang dapat adalah "otousan" (お父さん) atau "papa" (パパ). "Otousan" adalah penyebutan yang lebih formal, biasanya digunakan ketika merujuk kepada ayah orang lain.

Sementara, "papa" adalah cara yang umum digunakan untuk merujuk kepada ayah sendiri. Penggunaan kata "papa" menunjukkan tingkat kedekatan dan keakraban antara anak dan ayah.

2. Ibu (Okaasan atau Mama)

Ibu dalam bahasa Jepang dapat disebut sebagai "okaasan" (お母さん) atau "mama" (ママ). Sama seperti penyebutan ayah, "okaasan" adalah bentuk yang lebih formal untuk menyebut ibu orang lain, sedangkan "mama" digunakan untuk ibu sendiri.

3. Kakak Laki-Laki (Oniichan atau Oniisan)

Kakak laki-laki dalam bahasa Jepang disebut sebagai "oniichan" (お兄ちゃん). Penyebutan ini biasa digunakan antar anggota keluarga kandung.

Namun, apabila merujuk kepada kakak laki-laki yang bukan anggota keluarga sendiri, penyebutan "oniichan" dapat berubah menjadi "oniisan" (お兄さん).

4. Kakak Perempuan (Oneechan)

Kakak perempuan dalam bahasa Jepang disebut "oneechan" (おねえちゃん). Penyebutan ini lebih sering digunakan antar anggota keluarga sendiri.

Namun, apabila merujuk kepada kakak perempuan orang lain, penyebutan "oneechan" berubah menjadi "oneesan" (お姉さん).

5. Adik Laki-Laki (Otouto)

Adik laki-laki kandung dalam bahasa Jepang dipanggil "otouto" (弟). Namun, banyak keluarga Jepang lebih sering memanggil adiknya langsung dengan nama mereka.

Apabila merujuk kepada adik laki-laki orang lain, penyebutan bisa berubah menjadi "otoutosan" (弟さん).

7. Kakek (Sofu)

Kakek kandung dalam bahasa Jepang disebut "sofu" (祖父). Namun, apabila merujuk kepada kakek orang lain atau ingin lebih sopan, penyebutan bisa berubah menjadi "ojisan" (お祖父さん).

8. Nenek (Sobo)

Nenek kandung dalam bahasa Jepang disebut "sobo" (祖母). Namun, apabila merujuk kepada nenek orang lain atau ingin lebih sopan, penyebutan bisa berubah menjadi "obasan" (お祖母さん).

(SFR)