Bahaya Pencemaran Karbon Monoksida bagi Kesehatan Manusia

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pencemaran co monoksida sangat berbahaya bagi kesehatan manusia karena bisa mengganggu sistem pernapasan, menghambat peredaran darah, dan menimbulkan penyakit hipertensi.
Menurut Tri Tugaswati dalam Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor dan Dampaknya Terhadap Kesehatan, karbon monoksida (CO) merupakan senyawa gas tidak berwarna dan tidak berbau yang dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna. Hasil pembakaran tersebut mengandung zat arang atau bahan organik yang berasal dari kegiatan industri ataupun lingkungan.
Karbon monoksida dapat mencemari lingkungan karena gas ini berasal dari sisa pembakaran mesin, baik mesin pabrik ataupun mesin kendaraan. Mesin kendaraan menghasilkan karbon monoksida terbanyak di antara sumber karbon monoksida lainnya. Terutama dari kendaraan-kendaraan yang menggunakan bahan bakar bensin.
Adapun sumber karbon monoksida yang lain adalah pembakaran hasil-hasil pertanian seperti sampah, sisa kayu di hutan, dan sisa tanaman di perkebunan.
Pada kendaraan mobil, penyebab utama terciptanya karbon monoksida yakni unsur oksigen (udara) tak mengalami pembakaran sempurna. Akibatnya, karbon di dalam bahan bakar tak terbakar seluruhnya.
Penyebab lainnya adalah adanya pencampuran antara bahan bakar dengan udara yang kurang sempurna. Dengan demikian, hal itu menyebabkan campuran sulit terbakar seluruhnya atau waktu pembakaran menjadi terlalu cepat.
Dampak Pencemaran CO Monoksida bagi Kesehatan Manusia
Pencemaran co monoksida sangat berbahaya bagi kesehatan manusia karena dapat menyebabkan gangguan pernapasan, menghambat aliran darah, dan menyebabkan hipertensi. Berikut penjelasannya, disadur dari Modul Pembelajaran SMP Terbuka IPA Kelas VII oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
1. Menyebabkan gangguan pernapasan
Karbon monoksida dapat menyebabkan gangguan pernapasan, asma atau peradangan saluran pernapasan lainnya. Selain itu, gas tersebut juga termasuk senyawa yang memiliki massa lebih berat daripada oksigen.
2. Menghambat aliran darah
Pencemaran karbon monoksida dapat menghambat aliran darah. Saat darah mengalir ke paru-paru untuk melanjutkan siklusnya, tetapi di dalamnya terdapat gas karbon monoksida, maka hemoglobin di dalam darah akan mengikat karbon monoksida daripada oksigen.
Akibatnya, darah kekurangan oksigen dan mengalirkannya ke bagian tubuh lain seperti otak. Kondisi itu selanjutnya bisa menyebabkan gejala awal, yaitu pusing, mual, atau pingsan.
3. Menyebabkan hipertensi
Hipertensi dapat terjadi karena pencemaran karbon monoksida. Hal itu disebabkan karena tidak tersedianya oksigen yang cukup ketika otak mengirimkan sinyal ke jantung.
Dengan demikian, jantung akan mempercepat kerjanya dan membuat tekanan darah naik. Jika karbon monoksida terus menerus dihirup, hal itu akan menyebabkan penyakit hipertensi.
Cara Mencegah agar Tidak Keracunan CO Monoksida
Di bawah ini adalah cara mencegah keracunan gas karbon monoksida yang dikutip dari Pencemaran Udara: Masalah dan Penyelesaiannya oleh J.S Kidd dkk.
Saat memanaskan mesin mobil, sebaiknya dilakukan di dalam ruangan dengan ventilasi yang cukup.
Buka pintu garasi jika mobil dalam keadaan mesin menyala.
Buka jendela kaca bila sedang beristirahat di dalam mobil dengan keadaan mesin menyala.
Melakukan servis secara teratur pada mobil agar kadar CO dalam emisi gas buang selalu memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah.
Memasang filter pada knalpot.
Tidak menggunakan generator listrik di dalam ruangan atau di garasi.
Memastikan rumah benar-benar bebas dari asap rokok.
(ZHR)
