Bakteri Diplococcus pneumoniae Menyebabkan Penyakit Apa?

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
Konten dari Pengguna
14 Oktober 2021 17:37
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bakteri Diplococcus pneumoniae Menyebabkan Penyakit Apa? (262755)
zoom-in-whitePerbesar
Bakteri adalah salah satu penyebab beberapa penyakit dalam tubuh manusia. Sumber: Pixabay.com
Bakteri merupakan salah satu mikroorganisme yang beberapa di antaranya dinilai sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia. Bakteri-bakteri tersebut dapat menimbulkan beberapa penyakit yang dapat merusak sistem atau organ dalam tubuh manusia.
ADVERTISEMENT
Salah satu bakteri yang dinilai berbahaya adalah bakteri Diplococcus pneumoniae. Bakteri ini merupakan salah satu bakteri yang termasuk dalam kelompok bakteri Coccus.
Pertumbuhan bakteri Diplococcus pneumonia akan berakibat fatal pada tubuh manusia. Hal itu disebabkan oleh sifat dari bakteri ini yang dapat menimbulkan beberapa penyakit.
Apa saja penyakit yang disebabkan oleh bakteri Diplococcus pneumonia? Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan di bawah ini.

Penyakit yang Disebabkan Bakteri Diplococcus pneumoniae

Mengutip dari buku Biologi Kelas X SMA yang disusun oleh Anyta Kusumaningtias, M.Pd, Diplococcus adalah jenis bakteri yang berganda dua-dua, yang tergolong kelompok bakteri Coccus, bakteri yang berbentuk bulat seperti bola
Diplococcus pneumonia sendiri biasa disebut sebagai Streptococcus pneumoniae, yakni bakteri gram positif, alfa-hemolitik, dan anaerob fakultatif yang berbentuk bulat dan saling berjajar.
ADVERTISEMENT
Bakteri ini dapat ditransmisikan secara horizontal melalui droplet yang diaspirasi ke saluran pernapasan, kemudian menempel pada epitel saluran pernapasan dan membentuk koloni.
Bakteri Diplococcus pneumoniae Menyebabkan Penyakit Apa? (262756)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bakteri diplococcus pneumoniae. Sumber: Wikipedia Commons
Salah satu sifat yang dimiliki bakteri ini adalah komensal. Artinya, bakteri ini hidup bersama organisme lain, tetapi tidak bersifat merugikan dan mungkin juga bisa menguntungkan.
Meskipun demikian, S. pneumoniae ini masih menjadi salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas secara global karena pneumonia dan meningitis.
Menurut Addy Saputro dalam penelitiannya yang berjudul Perbedaan Pola Kepekaan terhadap Antibiotik pada Streptococcus pneumoniae yang Mengkolonisasi Nosafaring Balita, bakteri diplococcus pneumoniae menyebabkan penyakit-penyakit berikut ini:
1. Pneumonia
Pneumonia adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh bakteri bakteri Diplococcus, yang mengakibatkan munculnya peradangan pada kantung udara atau alveolus.
ADVERTISEMENT
Peradangan tidak hanya terjadi pada satu paru-paru, tetapi juga bisa menyerang kedua paru-paru yang kemudian dapat berisi cairan.
Pneumonia oleh pneumokokus terjadi akibat gagalnya mekanisme protektif yang mencegah akses pneumokokus ke alveous dan bereplikasi.
Gejala paling umum yang dialami penderita pneumonia adalah demam, batuk dan takipnea. Diagnosis klinis pneumonia pada pemeriksaan radiografi, lalu biasanya diberikan antibiotik untuk mencegah perkembangan bakteri-bakteri di dalam paru-paru
Bakteri Diplococcus pneumoniae Menyebabkan Penyakit Apa? (262757)
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu gejala pneumonia adalah demam. Sumber: Pexels.com
2. Meningitis pneumokokus
Meningitis pneumokokus adalah penyakit yang dapat menyebabkan peradangan atau inflamasi pada area paru-paru. Penyakit ini menyerang lapisan meningen yang biasanya menutupi otak dan saraf pada tulang belakang.
Bakteri Diplococcus pneumoniae menjadi faktor kedua yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit ini. Penyakit ini memiliki gejala-gejala yang berbeda-beda, yaitu:
ADVERTISEMENT
  • Pada anak usia kurang 1 bulan pneumokokus meningitis memberikan gejala yang tidak spesifik.
  • Pada anak lebih 1 bulan sering dengan keluhan sakit kepala, demam, leher kaku dan perubahan mental.
(SAI)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020