Konten dari Pengguna

Begini Cara Kerja Mesin Fotokopi dan Komponen Penunjangnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara kerja mesin fotocopy. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara kerja mesin fotocopy. Foto: Unsplash.com

Saat menggandakan dokumen fisik, tentu pernah terlintas pikiran mengenai cara kerja mesin fotocopy. Mesin yang berfungsi untuk menggandakan dokumen berisi teks maupun gambar tersebut, dapat bekerja dalam waktu yang singkat.

Menyadur dari buku Bisnis Fotokopi yang disusun oleh D.S. Usman, mesin fotokopi resmi digunakan untuk pertama kalinya pada 1937. Hal tersebut bertepatan saat Chester Flood Carlson, penemu mesin fotokopi, menemukan proses fotografi elektron. Mesin fotokopi pertama tersebut memanfaatkan prinsip muatan induksi dan gaya Coulomb.

Seiring dengan berkembangnya teknologi dan kebutuhan manusia yang semakin kompleks, mesin fotokopi memiliki berbagai fitur dan komponen yang memungkinkan penggunanya melakukan aktivitas di luar penggandaan dokumen fisik. Dengan demikian, terdapat banyak fungsi yang dapat dilakukan oleh sebuah mesin fotokopi.

Fungsi Mesin Fotokopi

Ilustrasi fungsi mesin fotokopi di sektor perkantoran. Foto: Unsplash.com

Secara umum, mesin fotokopi dirancang untuk memperbanyak selembar dokumen sesuai kebutuhan dengan tampilan serupa dalam waktu sekejap. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, fungsi dari mesin fotokopi berkembang seiring kemajuan teknologi.

Tak mengherankan jika saat ini berbagai mesin fotokopi dilengkapi fitur pemindai (scan), pencetak, dan fitur tambahan yang mendukung fungsi pengolahan dokumen fisik lainnya. Melalui mesin fotokopi, proses menyalin dokumen fisik dapat membantu mengurangi biaya operasional dan menambah efisiensi pekerjaan.

Komponen Mesin Fotokopi

Ilustrasi komponen mesin fotokopi. Foto: Unsplash.com

Menurut buku berjudul Otomatisasi Tata Kelola Sarana dan Prasarana SMK/MAK Kelas XI oleh Badrus Suryadi dan Sulis Rahmawati, secara teknik operasionalnya terdapat tiga komponen utama dalam mesin fotokopi, di antaranya:

  1. Bagian bak kertas.

  2. Bagian mesin pemroses.

  3. Bagian bak penampung hasil.

Sementara itu, komponen lengkap dari sebuah mesin fotokopi antara lain sebagai berikut:

1. Power supply

Power supply merupakan komponen penting dari sebuah mesin fotokopi. Sebab, bagian ini berfungsi sebagai pemasok daya listrik pada mesin.

2. Mainboard

Komponen penting yang satu ini berfungsi layaknya pusat pengendali atau otak di balik kinerja mesin fotokopi. Itulah sebabnya, pemilik perlu rutin mengecek dan merawat bagian ini agar kinerja mesin tetap optimal.

3. Lampu scanner

Proses memindai dokumen terjadi pada komponen yang satu ini. Pada struktur mesin fotokopi, bagian lampu scanner terletak di permukaan kaca, tepatnya di atas mesin fotokopi. Bagian ini secara otomatis akan menyala saat mesin fotokopi dihidupkan.

4. Drum pemutar

Bagian yang satu ini berperan sebagai pencetak gambar yang terdapat pada dokumen. Secara umum, bagian ini akan memantulkan proyeksi yang muncul dari komponen lainnya.

5. Heater

Seperti namanya, bagian ini berfungsi sebagai pemanas. Adapun cara kerja heater, yakni menekan hasil fotokopi agar tinta tak lekas luntur.

6. Toner

Toner atau tinta pencetak adalah bagian mesin fotokopi yang berfungsi membentuk susunan teks dan gambar pada dokumen yang akan digandakan.

7. Developer

Komponen ini memiliki fungsi yang serupa dengan toner sebelum pada akhirnya dialirkan pada drum pemutar. Bagian ini terletak di sebelah sensor pengembang yang mendeteksi ketersediaan tinta.

8. Automatic Document Feeder (ADF)

ADF pada mesin fotokopi berfungsi sebagai penutup mesin. Sebab, bagian tersebut terletak persis di atas mesin fotokopi. Tak hanya itu, ADF memungkinkan proses mencetak dokumen secara otomatis.

Cara Kerja Mesin Fotokopi

Ilustrasi cara kerja mesin fotokopi. Foto: Unsplash.com

Proses kerja mesin fotokopi dimulai saat proses menghidupkan mesin hingga menggandakan. Proses memanaskan mesin fotokopi terjadi di bagian heater yang berfungsi memanaskan fixing roller. Umumnya, pada mesin fotokopi terdapat dua buah fixing roller, yakni di bagian atas dan bagian bawah.

Saat pemanasan berlangsung, komponen mesin fotokopi lainnya menunggu bagian fixing roller mencapai 150 derajat celsius. Di saat yang bersamaan pula, udara panas pada mesin fotokopi dikeluarkan oleh sebuah komponen bernama exhaust fan.

Apabila temperatur fixing roller telah mencapai suhu yang ditetapkan, komponen mesin utama akan berputar pada kecepatan rendah. Fungsinya, untuk menyamakan temperatur permukaan fuser roller. Jika pemanasan selesai, lampu indikator akan menyala dan proses menyalin (copy) pun siap dilakukan.

Menurut Modul Materi Listrik Statis dan Dinamis, prinsip dasar semua mesin fotokopi menggunakan xenografi. Proses menyalin melibatkan tiga komponen penting seperti cahaya, drum, dan toner. Di samping menggunakan konsep optik, mesin fotokopi juga memanfaatkan keberadaan listrik statis.

Adapun cara kerja mesin fotocopy berdasarkan listrik statis menurut Modul Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP Kelas IX yang disusun oleh Mafrur Udhif Nofaizzi dan Tenia Kurniawati, yakni adanya muatan negatif pada bagian toner. Kondisi demikian menyebabkan kertas dapat ditarik dengan mudah, sehingga proses fotokopi dapat berlangsung dengan lancar.

Secara sederhana, cara kerja mesin fotokopi pada tahap menyalin (copy) dapat dibagi menjadi beberapa tahapan, antara lain:

  1. Pre-exposure, yakni penyinaran pertama oleh mesin.

  2. Primary charging, ialah mengalirkan daya listrik pada komponen drum sehingga membuatnya bermuatan negatif. Dengan begitu, drum dapat menarik toner.

  3. Laser-exposure, yaitu tahap penyinaran dengan laser. Pada tahapan ini, bayangan dokumen asli akan ditangkap dan dipantulkan oleh lensa.

  4. Development, ialah tahap serbuk toner mulai diisi dan ditempelkan ke bagian drum sesuai dengan bayangan pantulan.

  5. Transfer merupakan tahap penyiapan kertas.

  6. Separation, yakni tahap ketika serbuk toner yang menempel di drum memisahkan diri dan menempel pada kertas. Hal itu disebabkan adanya tarikan magnet yang kuat dari alas kertas.

  7. Fixing merupakan tahap memanaskan dan memproses toner pada kertas agar memiliki daya tempel yang kuat.

  8. Cleaning, yaitu tahap pembersihan drum dari sisa toner.

Itulah uraian mengenai cara kerja mesin fotokopi dan komponen yang terdapat di dalamnya. Semoga bermanfaat!

(ANM)

Frequently Asked Question Section

Apa fungsi mesin fotokopi?

chevron-down

Secara umum, mesin fotokopi dirancang untuk memperbanyak selembar dokumen sesuai kebutuhan dengan tampilan serupa dalam waktu sekejap.

Apa saja bagian-bagian mesin fotokopi?

chevron-down

Power supply, Mainboard, Lampu scanner, Drum pemutar, Heater, Toner, Developer, dan Automatic Document Feeder (ADF).

Bagaimana cara kerja mesin fotokopi?

chevron-down

1. Penyinaran pertama oleh mesin (pre-exposure) 2. Pengalirkan daya listrik pada komponen drum sehingga membuatnya bermuatan negatif (Primary charging) 3. Penyinaran dengan laser, sehingga bayangan dokumen asli akan ditangkap dan dipantulkan oleh lensa (Laser-exposure) 4. Serbuk toner mulai diisi dan ditempelkan ke bagian drum sesuai dengan bayangan pantulan (Development) 5. Penyiapan kertas (Transfer) 6. Serbuk toner yang menempel di drum memisahkan diri dan menempel pada kertas (Separation) 7. Pemanasan dan pemrosesan toner pada kertas agar memiliki daya tempel yang kuat (Fixing) 8. Pembersihan drum dari sisa toner (Cleaning)