Konten dari Pengguna

Begini Cara Mencari Jurnal di Google, Mudah dan Gratis

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi halaman pencarian Google. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi halaman pencarian Google. Foto: Pixabay

Google adalah salah satu teknologi yang dapat membantu beragam aktivitas manusia, termasuk mencari jurnal. Dengan menggunakan Google, orang dapat mengakses semua jurnal dari seluruh dunia dengan mudah. Lantas, bagaimana cara mencari jurnal di Google?

Seseorang yang sedang menyusun karya ilmiah atau tugas akhir yang sifatnya penelitian pasti memerlukan jurnal sebagai sumber referensi yang valid. Selain itu, jurnal dalam karya ilmiah tersebut nantinya juga bisa diandalkan untuk memperkuat argumen sang penulis.

Apabila masih kesulitan mencari jurnal di Google, artikel di bawah ini akan mengupas tuntas cara mencari jurnal di Google untuk membantu penyusunan karya ilmiah atau tugas akhir yang sifatnya penelitian.

Bagaimana Cara Mencari Jurnal di Google?

Ada banyak layanan yang disediakan oleh Google untuk membantu penggunanya, termasuk dalam mencari jurnal. Layanan di Google yang secara khusus digunakan untuk mencari jurnal adalah Google Scholar.

Beragam jurnal dari seluruh dunia dapat diakses dengan mudah dan gratis dengan Google Scholar. Bagi yang sedang membutuhkan literasi tambahan berbentuk jurnal daring atau karya ilmiah lainnya, berikut cara mencari jurnal di Google Scholar:

Ilustrasi sedang mencari jurnal di Google. Foto: Pixabay

1. Buka website Google Scholar

Langkah pertama adalah akses laman Google Scholar Indonesia melalui link berikut https://scholar.google.co.id/ untuk masuk ke halaman pencarian.

2. Cari topik yang dibutuhkan

Ketik topik atau hal yang sedang dicari pada kotak pencarian kemudian tekan ‘ENTER’. Contohnya, jika membutuhkan referensi mengenai penangan Covid-19 pada anak.

Maka, cukup ketik “Penanganan Covid-19 pada Anak”. Apabila sudah, kemudian tekan ‘ENTER’. Nantinya, Google Scholar akan menampilkan beberapa dokumen yang berhubungan dengan topik tersebut.

Selain itu, Google Scholar juga akan menampilkan nama penulis, tahun, serta berbagai macam informasi mengenai jurnal-jurnal tersebut.

3. Persempit pencarian

Pengguna juga dapat mempersempit pencarian terkait jurnal yang ingin dicari dengan menerapkan beberapa filter yang tersedia di sisi kiri halaman.

Misalkan sedang mencari jurnal ‘Politik Indonesia’ dengan batasan waktu publikasi paling lama, yakni 4 tahun terakhir. Maka pada hasil pencarian, pilih tahun yang tertera pada bagian kiri tampilan.

Pengguna juga dapat mencari jurnal yang terbit pada rentang waktu tertentu. Caranya adalah dengan klik pada menu ‘Rentang Khusus’ pada bagian di bawah pencarian tahun.

Misalnya, sedang mencari jurnal yang terbit antara tahun 2000 hingga 2010. Untuk menemukan terbitan di antara tahun tersebut, cukup tekan ‘ENTER’ atau kotak ‘Telusuri’, maka hasil yang dicari akan ditampilkan pada bagian sebelah kanan halaman.

4. Gunakan halaman metrik

Apabila ingin mencari jurnal yang paling banyak dicari di Google Cendekia, pengguna dapat memanfaatkan layanan Halaman Metrik. Halaman Metrik ini memuat 100 publikasi jurnal teratas atau terbanyak dikutip oleh para pengguna Google Cendekia.

Caranya adalah dengan masuk ke link scholar.google.com/citations. Apabila sudah, nantinya akan langsung muncul 100 publikasi jurnal teratas.

Jika membutuhkan informasi jurnal teratas dalam Bahasa Indonesia, klik bagian menu bahasa yang ada di pojok kanan atas. Setelah di klik, akan menampilkan pilihan Bahasa. Selanjutnya tinggal pilih “Indonesia”.

5. Mengunduh file di Google Scholar

Pengguna juga bisa mengunduh file jurnal yang telah dicari ke device pribadi. Caranya adalah dengan klik bagian sebelah kanan dari judul jurnal yang bertuliskan “[PDF] Semanticscholar]org”.

Dalam hal ini, kata “[PDF]” menunjukkan jenis file yang tersedia untuk diunduh. Itu berarti bahwa tulisan yang akan diunduh adalah dalam bentuk PDF.

Ilustrasi halaman pencarian Google. Foto: Pixabay

Sebenarnya, sumber referensi karya ilmiah atau tugas akhir bisa berasal dari mana saja, misalnya tesis, buku, disertasi, dan sebagainya. Namun, beberapa orang lebih memilih menggunakan jurnal karena dianggap memiliki alur yang lebih ringkas dan topik yang lebih beragam serta up-to-date.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), jurnal adalah majalah yang khusus memuat artikel dalam bidang ilmu tertentu. Sementara menurut Pedoman Operasional Penilaian Angka Kredit Dosen Tahun 2019 oleh Dirjen Dikti, jurnal adalah bentuk terbitan yang memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Meregistrasi kegiatan kecendekiaan;

  • Mensertifikasi hasil kegiatan yang memenuhi persyaratan ilmiah minimum;

  • Mendiseminasikannya secara meluas kepada khalayak ramai;

  • Mengarsipkan semua temuan hasil kegiatan kecendekiaan ilmuwan dan pandit yang dimuatnya.

Berdasarkan penjelasan di atas, Dr. Arie Pratama, menyimpulkan dalam buku Penulisan Ilmiah Implementasi pada Ilmu Akuntansi, jurnal merupakan suatu bentuk terbitan yang memuat karya-karya ilmiah pada bidang ilmu tertentu.

Jurnal bertujuan untuk mendiseminasikan ide dan juga gagasan serta hasil riset untuk dapat diterapkan di bidang kehidupan bermasyarakat.

Apa yang Dimaksud dengan Google Scholar?

Ilustrasi halaman pencarian Google. Foto: Unsplash

Google Scholar merupakan layanan pencarian karya ilmiah dari berbagai disiplin ilmu dalam skala luas. Layanan yang disediakan oleh Google ini memberikan berbagai keuntungan, khususnya bagi mahasiswa karena dapat mengakses jurnal secara gratis.

Lantas, apakah Google Scholar termasuk jurnal? Jawabannya adalah bukan. Berdasarkan penjelasan di atas, Google Scholar adalah layanan pencari jurnal daring. Artinya, Google Scholar bukan jurnal, tetapi layanan yang menyediakan jurnal daring.

Selain itu, Google Scholar juga dapat digunakan untuk mencari buku akademik daring, tesis, disertasi, dan sebagainya. Dalam penyebutannya, Google Scholar juga kerap disebut dengan Google Cendikia.

Di Google Scholar juga terdapat fitur lain, seperti perpustakaan pribadi yang memudahkan penggunanya untuk menyimpan hasil temuan yang telah dicari sebelumnya. Pengguna dapat menggunakan fitur ini setelah mendapatkan jurnal yang dicari pada Google Scholar.

Cara untuk menyimpan hasil penelusuran ke fitur perpustakaan ini tergolong cukup mudah, yakni tinggal klik ikon bintang (simpan) yang terletak di bawah deskripsi tiap-tiap jurnal atau karya ilmiah.

Jurnal yang telah masuk dalam perpustakaan pribadi tersebut nantinya dapat diakses pada menu My Library yang tersedia di sidebar Google Scholar.

Selain itu, pengguna juga dapat mengatur notifikasi atau alert mengenai hasil pencarian terbaru pada kata kunci yang dituju. Layanan ini akan menyuplai artikel terbaru pada keyword yang dicari dan dikirimkan melalui email pengguna.

Google Scholar juga akan mengindeks atau membaca publikasi dari profil yang dibuat oleh pengguna. Namun, sebelum menggunakan beragam fitur yang disediakan oleh Google Scholar, pastikan telah membuat akun terlebih dahulu dengan melakukan cara di bawah ini:

  • Masuk ke layanan Google Scholar.

  • Kemudian masuk menggunakan akun gmail atau akun email kampus yang sudah berafiliasi dengan google.

  • Klik menu ‘My Profile’ pada sidebar.

  • Kemudian, lengkapi profil, seperti nama lengkap, afiliasi, email yang digunakan untuk verifikasi, dan bidang minat. Pengguna juga dapat memasukkan homepage, namun ini adalah opsional.

  • Lalu, lanjutkan pada pengisian untuk jurnal. Pada bagian ini, Google Scholar akan mendeteksi jurnal yang terindeks berdasarkan nama pengguna.

  • Selanjutnya, masuk pada bagian terakhir, yakni Setting. Pilih menu ‘Apply updates automatically’ agar dokumen yang dipublikasikan dapat langsung terindeks dan masuk dalam profil secara otomatis.

  • Centang pula bagian ‘Make my profile public’ agar profil dapat diakses secara umum.

  • Kemudian, masuk ke akun email untuk melakukan verifikasi.

  • Akun Google Scholar berhasil dibuat.

Baca Juga: Cara Mencari Jurnal Internasional untuk Karya Ilmiah di Google Scholar

(NDA)

Frequently Asked Question Section

Bagaimana cara mengunduh file di Google Scholar?

chevron-down

Pengguna juga bisa mengunduh file jurnal yang telah dicari ke device pribadi. Caranya adalah dengan klik bagian sebelah kanan dari judul jurnal yang bertuliskan “[PDF] Semanticscholar]org”.

Apa itu Google Scholar?

chevron-down

Google Scholar merupakan layanan pencarian karya ilmiah dari berbagai disiplin ilmu dalam skala luas. Layanan yang disediakan oleh Google ini memberikan berbagai keuntungan, khususnya bagi mahasiswa karena dapat mengakses jurnal secara gratis.

Apa saja fitur pada Google Scholar?

chevron-down

Di Google Scholar juga terdapat fitur lain, seperti perpustakaan pribadi yang memudahkan penggunanya untuk menyimpan hasil temuan yang telah dicari sebelumnya. Pengguna dapat menggunakan fitur ini setelah mendapatkan jurnal yang dicari pada Google Scholar.